Surah al-Haqqah 69 ~ Tafsir ash-Shabuni (4/4)

Aspek Balāghah. Dalam surat al-Ḥāqqah ini terdapat sejumlah keindahan bahasa (bayān dan badī‘) sebagai berikut ini: Pertama, ithnāb dengan mengulang-ulang isim untuk menciptakan perasaan menakuti dan menggambarkan hebatnya hari kiamat. الْحاقَّةُ. مَا الْحَاقَّةُ. “hari kiamat, Apakah hari kiamat itu?” Kedua, merinci persoalan setelah sebelumnya dijelaskan secara global agar lebih jelas persoalannya. كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَ عَادٌ بِالْقَارِعَةِ. “Tsamūd dan ‘Ād telah mendustakan hari kiamat (al-Qāri‘ah)”, Lalu Allah merincinya dengan firman: فَأَمَّا

Surah al-Haqqah 69 ~ Tafsir ash-Shabuni (3/4)

Allah berfirman menjelaskan bahasannya: “Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai”; dia berada di dalam kehidupan yang ni‘mat dan memuaskan. Dalam hadits shahih disebutkan: “Mereka hidup dan tidak akan mati untuk selamanya, sehat dan tidak akan sakit untuk selamanya, merasakan keni‘matan dan tidak akan melihat kesengsaraan dan masalah untuk selamanya.” “dalam surga yang tinggi”; dalam surga yang kedudukannya tinggi dan istana menjulang. “Buah-buahannya dekat”; bisa diraih oleh orang yang…

Surah al-Haqqah 69 ~ Tafsir ash-Shabuni (2/4)

Tafsir Ayat “Hari kiamat”; salah satu nama hari kiamat. Hari kiamat disebut demikian, sebab pasti benar terjadinya. Kiamat adalah benar dan sesuatu yang tidak ada kebimbangan maupun perdebatan. “apakah hari kiamat itu?”; firman ini diulangi untuk mengagungkan kiamat. Isim zhāhir diletakkan pada tempat isim dhamīr agar lebih mengagungkan kiamat. “Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”; hai Muhammad apa yang kamu ketahui tentang hari kiamat? Kamu tidak mengetahuinya, sebab kamu…

Surah al-Haqqah 69 ~ Tafsir ash-Shabuni (1/4)

069 SŪRAT-UL-ḤĀQQAH Pokok-pokok Kandungan Surat. Sūrat-ul-Ḥāqqah termasuk kelompok surat Makkiyyah. Sebagaimana sifat surat Makkiyyah yang lain, surat ini memantapkan akidah Islam dan keimanan. Surat ini membicarakan banyak hal, misalnya; tentang hari kiamat dan praharanya, kaum yang mendustakan dan apa yang terjadi pada mereka seperti kaum ‘Ād, Tsamūd, kaum Lūth, Fir‘aun, kaum Nūḥ dan para pembuat kerusakan lainnya. Di samping itu, Sūrat-ul-Ḥāqqah membicarakan orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang celaka. Namun…

Surah al-Qari’ah 101 ~ Tafsir ash-Shabuni

101 SŪRAT-UL-QĀRI‘AH. Pokok-pokok Kandungan Surat. Sūrat-ul-Qāri‘ah adalah surat Makkiyyah. Ia berbicara mengenai hari kiamat serta praharanya, akhirat dan kesulitannya serta peristiwa yang terjadi saat itu. Misalnya; keluarnya manusia dari kubur, tersebarnya manusia pada hari itu bagaikan anai-anai yang beterbangan ke sana ke mari, pulang dan pergi tanpa aturan karena dahsyatnya kebingungan dan ketakutan mereka. Di samping itu, surat ini membicarakan beterbangannya gunung-gunung, sehingga bagaikan bulu yang terpotong dan beterbangan di…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (4/4)

“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang”; Aku bersumpah demi Tuhan Pemilik dan Penguasa tempat terbit dan tempat terbenamnya matahari, bulan dan bintang-bintang, “sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka”; sungguh Kami mampu membinasakan mereka dan mengganti mereka dengan sekelompok orang yang lebih utama dan lebih taat kepada Kami daripada mereka. “dan Kami sekali-kali…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (3/4)

Kemudian Allah menjelaskan watak asal manusia, yaitu sangat tamak untuk mengumpulkan harta benda: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”; manusia berwatak asli keluh-kesah, tidak sabar terhadap musibah dan tidak bersyukur atas ni‘mat. ‘Ulamā’ tafsir berkata: “Yakni sangat tamak dan sedikit sabar.” (771) Yang dimaksudkan adalah manusia secara umum. Buktinya, ada pengecualian selanjutnya. Kemudian Allah menjelaskannya dengan firman: “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah”; jika dia ditimpa sesuatu yang…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (2/4)

Tinjauan Bahasa (الْمَعَارِجِ): tempat naik dan tangga untuk naik seseorang menuju langit. Termasuk arti ini adalah kata Mi‘rāj Nabi Muḥammad s.a.w. (الْمُهْلِ): tembaga yang meleleh dan mencair. (الْعِهْنِ): bulu yang ada gambarnya, (فَصِيْلَتِهِ): kelompok asal nasab. (لَظَى): nama Jahannam. Disebut demikian sebab apinya menyala-nyala. (الشَّوَى): kulit kepala, berbentuk jama‘ (758) (هَلُوْعًا): banyak mengeluh dan bosan. Abū…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (1/4)

070 SŪRAT-UL-MA‘ĀRIJ   Pokok-pokok Kandungan Surat. Sūrat-ul-Ma‘ārij termasuk kelompok surat Makkiyyah yang menitik-beratkan kaidah-kaidah Islam. Surat ini berbicara mengenai hari kiamat dan praharanya dan akhirat yang diikuti fenomena kehidupan keberuntungan dan kecelakaan, kehidupan peristirahatan bahagia dan keletihan karena siksa. Selain itu juga berbicara tentang keadaan orang mu’min dan orang yang durhaka di negeri pembalasan dan keabadian. Inti surat ini adalah berbicara mengenai kafir Makkah dan sikap keingkaran mereka terhadap hari…