Surah al-Muddatstsir 74 ~ Tafsir ash-Shabuni

Tafsir ash-Shabuni | Syaikh Muhammad Ali ash-Shabuni

Dari Buku: SHAFWATUT TAFASIR
(Tafsir-tafsir Pilihan)
Jilid 5 (al-Fath – an-Nas)
Oleh: Syaikh Muhammad ‘Ali ash-Shabuni
Penerjemah: KH.Yasin
Penerbit: PUSTAKA AL-KAUTSAR.

Rangkaian Pos: Surah al-Muddatstsir 74 ~ Tafsir ash-Shabuni
  1. 1.Anda Sedang Membaca: Surah al-Muddatstsir 74 ~ Tafsir ash-Shabuni
  2. 2.Surah al-Muddatstsir 74 – Tinjauan Bahasa & Abab-un-Nuzul ~ Tafsir ash-Shabuni
  3. 3.Surah al-Muddatstsir 74 – Tafsir Ayat (Bag 1) ~ Tafsir ash-Shabuni
  4. 4.Surah al-Muddatstsir 74 – Tafsir Ayat (Bag 2) ~ Tafsir ash-Shabuni
  5. 5.Surah al-Muddatstsir 74 – Tafsir Ayat (Bag 3) ~ Tafsir ash-Shabuni
  6. 6.Surah al-Muddatstsir 74 – Tafsir Ayat (Bag 4) ~ Tafsir ash-Shabuni
  7. 7.Surah al-Muddatstsir 74 – Aspek Balaghah ~ Tafsir ash-Shabuni

074

SŪRAT-UL-MUDDATSTSIR

 

Pokok-pokok Kandungan Surat.

Sūrat-ul-Muddatstsir termasuk surat Makkiyyah seperti Sūrat-ul-Muzzammil sebelumnya. Surat ini membicarakan sebagian sisi dari diri Nabi Muḥammad s.a.w. Karena itu al-Muddatstsir yang dimaksud adalah beliau sendiri.

Surat ini diawali dengan pembebanan tugas dakwah kepada Nabi Muḥammad s.a.w., menyampaikan risalah dengan semangat, memperingatkan kaum kafir, sabar atas gangguan orang jahat sampai Allah memberi keputusan antara beliau dan musuh-musuhNya: “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Kemudian surat ini memberi peringatan dan ancaman kepada orang-orang jahat itu berupa kesulitan di hari yang berat. Di hari itu mereka tidak bisa beristirahat. Sebab, hari penuh prahara dan marabahaya: “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit.”

Setelah penjelasan yang menggetarkan bulu roma, surat ini berbicara mengenai kisah penjahat yang celaka itu, al-Walīd bin al-Mughīrah. Dia mendengar al-Qur’ān dan tahu ia merupakan firman Allah. Sayang sekali, karena cintanya yang kuat kepada kekuasaan, dia mengatakan al-Qur’ān sebagai sihir. “Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah ciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, dan anak-anak yang selalu bersama dia, dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Qur’ān). Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimanalah dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? – Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

Setelah itu, surat ini berbicara mengenai neraka yang diancamkan Allah kepada orang kafir. Di dalamnya, ada malaikat penjaganya Zabāniyah yang keras. Ia ditugasi menyiksa penghuni neraka. Allah lebih tahu jumlah malaikat Zabāniyah dan hikmah jumlah tersebut. “Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka) Saqar adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir.

Surat ini bersumpah demi bulan dan cahayanya, waktu shubuh dan terangnya bahwa Jahannam tempat paling buruk. “Sekali-kali tidak, demi bulan, dan malam ketika telah berlalu, dan shubuh apabila mulai terang. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia, (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.”

Kemudian surat ini membahas diskusi yang terjadi orang mu’min dan orang kafir mengenai penyebab mereka masuk neraka. “Kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.”

Surat ini ditutup dengan menjelaskan penyebab orang kafir berpaling dari iman. “Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Qur’ān itu adalah peringatan. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (al-Qur’ān). Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertaqwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

 

TAFSĪR SŪRAT-UL-MUDDATSTSIR

Sūrat-ul-Muddatstsir, Ayat: 1-56.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

 

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ. قُمْ فَأَنْذِرْ. وَ رَبَّكَ فَكَبِّرْ. وَ ثِيَابَكَ فَطَهِّرْ. وَ الرُّجْزَ فَاهْجُرْ. وَ لَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ. وَ لِرَبِّكَ فَاصْبِرْ. فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُوْرِ. فَذلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيْرٌ. عَلَى الْكَافِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ. ذَرْنِيْ وَ مَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًا. وَ جَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَّمْدُوْدًا. وَ بَنِيْنَ شُهُوْدًا. وَ مَهَّدْتُّ لَهُ تَمْهِيْدًا. ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيْدَ. كَلَّا إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيْدًا. سَأُرْهِقُهُ صَعُوْدًا. إِنَّهُ فَكَّرَ وَ قَدَّرَ. فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ. ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ. ثُمَّ نَظَرَ. ثُمَّ عَبَسَ وَ بَسَرَ. ثُمَّ أَدْبَرَ وَ اسْتَكْبَرَ. فَقَالَ إِنْ هذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ. إِنْ هذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ. سَأُصْلِيْهِ سَقَرَ. وَ مَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ. لَا تُبْقِيْ وَ لَا تَذَرُ. لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ. عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ. وَ مَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلآئِكَةً وَ مَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ وَ يَزْدَادَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِيْمَانًا وَ لَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَ لِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَ الْكَافِرُوْنَ مَاذَا أَرَادَ اللهُ بِهذَا مَثَلًا، كَذلِكَ يُضِلُّ اللهُ مَنْ يَشَاءُ وَ يَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ، وَ مَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ، وَ مَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ. كَلَّا وَ الْقَمَرِ. وَ اللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ. وَ الصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ. إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ. نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِ. لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ. كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌ. إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِيْنِ. فِيْ جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُوْنَ. عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ. مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ. قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ. وَ لَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ. وَ كُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَائِضِيْنَ. وَ كُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِ. حَتَّى أَتَانَا الْيَقِيْنُ. فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَ. فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَ. كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌ. فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ. بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَنْ يُؤْتَى صُحُفًا مُّنَشَّرَةً. كَلَّا بَلْ لَا يَخَافُوْنَ الْآخِرَةَ. كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ. فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ. وَ مَا يَذْكُرُوْنَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ، هُوَ أَهْلُ التَّقْوى وَ أَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

74: 1. Hai orang yang berkemul (berselimut),

74: 2. bangunlah, lalu berilah peringatan!

74: 3. dan Tuhanmu agungkanlah!

74: 4. dan pakaianmu bersihkanlah!

74: 5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

74: 6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

74: 7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

74: 8. Apabila ditiup sangkakala,

74: 9. Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

74: 10. bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

74: 11. Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

74: 12. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,

74: 13. dan anak-anak yang selalu bersama dia,

74: 14. dan Ku lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

74: 15. kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

74: 16. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Qur’ān),

74: 17. Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

74: 18. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

74: 19. Maka celakalah dia! Bagimana dia menetapkan?

74: 20. Kemudian celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

74: 21. Kemudian dia memikirkan,

74: 22. sesudah itu dia bermasam muka dan merengut.

74: 23. kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

74: 24. lalu dia berkata: “(al-Qur’ān) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

74: 25. ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.”

74: 26. Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

74: 27. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

74: 28. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.

74: 29. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

74: 30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

74: 31. Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi al-Kitāb menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

74: 32. Sekali-kali tidak, demi bulan,

74: 33. dan malam ketika telah berlalu,

74: 34. dan shubuh apabila mulai terang.

74: 35. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar.

74: 36. sebagai ancaman bagi manusia.

74: 37. (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur,

74: 38. Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya,

74: 39. Kecuali golongan kanan,

74: 40. berada di dalam surga, mereka tanya-menanya,

74: 41. Tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

74: 42. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

74: 43. Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

74: 44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

74: 45. dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

74: 46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

74: 47. hingga datang kepada kami kematian.”

74: 48. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.

74: 49. Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?”

74: 50. seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

74: 51. lari dari singa.

74: 52. Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

74: 53. Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

74: 54. Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Qur’ān itu adalah peringatan.

74: 55. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (al-Qur’ān).

74: 56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertaqwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

(al-Muddatstsir [74]: 1-56).

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *