2-4 Rahasia di Balik Tanda-tanda Fi’il – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda-tanda Fi‘il. وَ الْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَ السِّيْنِ وَ سَوْفَ وَ تَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ Fi‘il bisa dikenali dengan qad, sin, saufa, dan tā’ ta’nīts yang mati. Fi‘il artinya perbuatan. Perbuatan yang menjadi sarana pencapaian ridha Allah dan wushul pada Kehadiran Suci, dapat dikenali dengan adanya: 1. Qad. Huruf ini melahirkan ketetapan hati dan pemantapan, yaitu keinginan yang kuat untuk melakukan kebaikan, takwa, keteguhan hati, dan pemantapan, dengan…

4-2-5 Rahasia di Balik Membuang Nun – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Membuang Nūn وَ أَمَّا حَذْفُ النُّوْنِ فَيَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الَّتِيْ رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّوْنِ Membuang nūn menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam al-af‘āl-ul-khamsah (fi‘il lima) yang rafa‘nya ditandai dengan tetapnya nūn. Membuang nūn-ul-anāniyyah (maqam fanā’) adalah dengan jalan keluar menuju kehakikian identitas pribadi (huwiyyah) dalam maqam baqa’. Sebelumnya telah dijelaskan, jika orang yang sedang fanā’ berkata: “Hanya Aku,” orang yang berada dalam maqām baqā’ berkata:…

6-4 Rahasia di Balik ‘Amil-‘amil Mubtada’ dan Khabar – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik ‘Āmil-‘āmil yang Masuk pada Mubtadā’ dan Khabar بَابُ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَى الْمُبْتَدَأِ وَ الْخَبَرِ وَهِيَ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهَا وَ إِنَّ وَ أَخَوَاتُهَا وَ ظَنَنْتُ وَ أَخَوَاتُهَا فَأَمَّا كَانَ وَ أَخَوَاتُهَا فَإِنَّهَا تَرْفَعُ الْاِسْمَ وَ تَنْصِبُ الْخَبَرَ وَ هِيَ كَانَ وَ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ وَ أَضْحَى وَ ظَلَّ وَ بَاتَ وَ صَارَ وَ لَيْسَ وَ مَا زَالَ وَ مَا انْفَكَّ وَ مَا فَتِئَ وَ مَا بَرِحَ

Rahasia di Balik Maf’ul Ma’ah – Huruf-huruf Magis

10 Rahasia di Balik Maf‘ūl Ma‘ah   بَابُ الْمَفْعُوْلِ مَعَهُ وَهُوَ الْاِسْمُ الْمَنْصُوْبُ الَّذِيْ يُذْكَرُ لِبَيَانِ مَنْ فُعِلَ مَعَهُ الْفِعْلُ نَحْوُ قَوْلِكَ جَاءَ الأَمِيْرُ وَ الْجَيْشَ وَ اسْتَوَى الْمَاءُ وَ الْخَشَبَةَ Maf‘ūl ma‘ah adalah isim yang di-nashab-kan dan disebutkan untuk menjelaskan pihak-pihak yang bersamanya dilakukan sebuah tindakan. Seperti ucapan anda: Jā’-al-amīru wal-jaisyu dan istaw-al-mā’u wal-khasyabah. Maf‘ūl ma‘ah adalah Dzat yang segala sesuatu terlaksana bersama-Nya dan dengan kehadiran-Nya. Yaitu, Allah yang…

2-5 Rahasia di Balik Tanda Huruf – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda Ḥurūf وَ الْحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيْلُ الْاِسْمِ وَ لَا دَلِيْلُ الْفِعْلِ. Ḥurūf adalah kalam yang tidak memiliki baik tanda-tanda isim maupun tanda-tanda fi‘il. Orang yang memiliki ḥurūf kegelapan, yaitu dia yang beribadah kepada Allah sambil memalingkan diri, dalam arti hanya dengan satu sisi keagamaan saja, disertai adanya tamak. Ketika mendapat kebaikan, dia merasa tenang, namun ketika mendapat cobaan, dia memalingkan muka. Orang seperti ini…

4-3-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Khafadh – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rāb Khafadh وَ لِلْخَفْضِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ الْكَسْرَةُ وَ الْيَاءُ وَ الْفَتْحَةُ I‘rāb khafadh memiliki tiga tanda, yaitu kasrah, yā’ dan fatḥah. Kehinaan dan kerendahan hati seorang hamba dicirikan oleh tiga hal: Pertama, inkisār, rasa ketidakberdayaan diri di hadapan Tuhan, selamanya. Karena sifat Maha Berwibawa-Nya dan mengagungkan-Nya, di hadapan hamba-Nya karena tawādhu‘ dan di hadapan para wali-Nya karena ta’zhīm. Kedua, kehakikiannya dengan yā’-un-nisbah. Yaitu, menggolongkan diri dalam…

7-1 Rahasia di Balik Na’at – Huruf-huruf Magis

Bab VII Rahasia-rahasia di Balik Tābi‘   Rahasia di Balik Na‘at. بَابُ النَّعْتِ النَّعْتُ تَابِعٌ لِلْمَنْعُوْتِ فِيْ رَفْعِهِ وَ نَصْبِهِ وَ خَفْضِهِ وَ تَعْرِيْفِهِ وَ تَنْكِيْرِهِ تَقُوْلُ قَامَ زَيْدٌ الْعَاقِلُ وَ رَأَيْتُ زَيْدًا الْعَاقِلَ وَ مَرَرْتُ بِزَيْدٍ الْعَاقِلِ Na‘at mengikuti (tābi‘) man‘ūt-nya di dalam i‘rāb rafa‘, nashab, dan khafadh-nya, serta ma‘rifat dan nakirah-nya. Seperti: Jā’a zaidun al-‘āqilu, ra’aitu zaidan al-‘āqila, dan marartu bizaidin al-‘āqili. Sifat adalah tābi‘ (yang mengikuti) pada…

Tata Bahasa Sufi – 001 Bab-ul-Kalam (Sabda)

بَابُ الْكَلَامِ Bab-ul-Kalam (Sabda) الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ. Kalām adalah lafaz yang terdiri (murakkab) dari ucapan dan keadaan. Artinya, seseorang yang berbicara hendaknya berbicara sesuai keadaan hati jernihnya, dan terungkap dengan maksud mengingatkan kepada Allah s.w.t. Kalām juga seyogyanya memberi manfaat (mufīd) bagi para pendengar, baik untuk intelektual maupun spiritualnya. Tak heran mengapa cahaya ahli hikmah selalu mendahului perkataannya, karena kalām apabila keluar dari hati, maka akan mudah…

4-1-1 Rahasia di Balik Dhammah – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Dhammah فَأَمَّا الضَّمَّةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِيْ أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ وَ جَمْعِ التَّكْسِيْرِ وَ جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ وَ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ. Dhammah menjadi tanda bagi i‘rāb rafa‘ dalam empat tempat, yaitu isim mufrad, jam‘-ut-taksīr, jam‘-ul-mu’annats-is-sālim, dan fi‘il mudhāri‘ yang ḥurūf akhirnya tidak bertemu sesuatu. Berkumpul (dhammah) bersama para wali dengan penuh cinta menandai naiknya (tanda rafa‘) murid menuju maqām muqarrabīn. Menghantarkannya…