Hati Senang

002-E. Fa‘ila – Yaf‘ilu & F. Fa‘ula – Yaf‘ulu – Metode Praktis Tashrif

Fa‘ila – Yaf‘ilu (فَعِلَ – يَفْعِلُ)Kata yang mengikuti wazan ini adalah paling sedikit sekali, lebih-kurang tujuh kata. Tiga kata di antaranya, di samping mengikuti Fa‘ila – Yaf‘ilu, juga mengikuti wazan Fa‘ila – Yaf‘alu, yaitu:Ba’isa – Yab’isu atau Yab’asu (Sengsara) (بَئِسَ – يَبْئِسُ/يَبْأَسُ). Ḥasiba – Yaḥsibu atau Yaḥsabu (Menyangka) (حَسِبَ – يَحْسِبُ/يَحْسَبُ). Ya’isa – Yai’isu atau Yai’asu (Putus asa) (يَئِسَ – يَيْئِسُ/يَيْأَسُ

002-D. Fa‘ila – Yaf‘alu – Metode Praktis Tashrif

Fa‘ila – Yaf‘alu (فَعِلَ – يَفْعَلُ)Kebanyakan yang mengikuti wazan ini adalah fi‘il-fi‘il yang lazim (kata kerja intrasitif = tidak mempunyai penderita). Contoh:Atsima – Ya’tsimu (Berdosa) (أَثِمَ – يَأْثَمُ). Ḥabitha – Yaḥbathu (Sia-sia/Batal) (حَبِطَ – يَحْبَطُ). Fariḥa – Yafraḥu (Gembira) (فَرِحَ – يَفْرَحُ). ‘Amiya – Ya‘mā (Buta) (عَمِيَ – يَعْمَى). Bakima – Yabkamu (Bisu) (بَكِمَ – يَبْكَمُ).…

002-C. Fa‘ala – Yaf‘ilu – Metode Praktis Tashrif

Fa‘ala – Yaf‘ilu (فَعَلَ – يَفْعِلُ).Kebanyakan yang mengikuti wazan ini, ada 4 macam fi‘il, yaitu:Fi‘il mu‘tall mitsāl wāwī (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ الْمِثَالُ الْوَاوِيُّ), yaitu fi‘il-fi‘il yang huruf pertamanya terdiri dari wāwu; Dengan syarat, huruf ketiga (lām fi‘il-nya) bukan terdiri dari huruf ḥalq.Contoh:Wa‘ada – Ya‘idu (Berjanji) (وَعَدَ – يَعِدُ). Wa‘azha – Ya‘izhu (Menasihati) (وَعَظَ – يَعِظُ). Washala – Yashilu (Tiba;…

002-B. Fa‘ala – Yaf‘alu – Metode Praktis Tashrif

Fa‘ala – Yaf‘alu (فَعَلَ – يَفْعَلُ).Fi‘il-fi‘il yang mengikuti wazan Fa‘ala – Yaf‘alu ini adalah fi‘il-fi‘il yang salah satu dari huruf aslinya (‘ain fi‘il atau lām fi‘il-nya) terdiri dari huruf Ḥalq (huruf kerongkongan). Adapun yang disebut huruf ḥalq ada tujuh huruf, yaitu: Ḥā’, khā’ ‘ain, ghain, qāf, hā’ dan hamzah (ح، خ، ع، غ، ق، ه، ء). Contoh:Fataḥa – Yaftaḥu (Membuka) (فَتَحَ – يَفْتَحُ). Bakhasa –…

002-A. Fa‘ala – Yaf‘ulu – Metode Praktis Tashrif

A. Fa‘ala – Yaf‘ulu (فَعَلَ – يَفْعُلُ). Ada lima macam fi‘il yang mengikuti wazan Fa‘ala – Yaf‘ulu, yaitu: 1. Fi‘il shaḥīḥ sālim, yaitu fi‘il-fi‘il yang pada salah satu huruf aslinya, tidak terdapat huruf ‘illat (huruf sakit) dan mudhā‘af. Yang disebut huruf sakit itu ada tiga, yaitu alif, wāwu dan yā’ (ا، و، ي). Apabila salah satu dari tiga huruf itu tidak terdapat pada huruf aslinya, maka disebut: Shaḥīḥ…

002 Tsulatsi Mujarrad & Wazan-wazannya – Metode Praktis Tashrif

BAB II TSULĀTSĪ MUJARRAD DAN WAZAN-WAZANNYA   Di atas telah disinggung ada Tsulātsī Mujarrad, Tsulātsī Mazīd dan Rubā‘ī.   Tsulātsī Mujarrad Wazan-wazan tsulātsī mujarrad (kata yang tiga huruf asli) dilihat dari fi‘il mādhī-nya, hanya ada tiga macam, yaitu: Fa‘ala, Fa‘ila dan Fa‘ula (فَعَلَ – فَعِلَ – فَعُلَ)   FA‘ALA (فَعَلَ) Kalau fi‘il mādhī-nya mengikuti wazan Fa‘ala, maka fi‘il mudhāri‘-nya (kata kerja sedang/akan datang) kemungkinan ada tiga,…

001 Pendahuluan – Metode Praktis Tashrif

Metode Praktis TASHRĪF التَّصْرِيْفُ (Suatu Teori Mentashrif Bahasa ‘Arab Untuk Menguasai Kaidah Sharaf)   BAB 1 PENGERTIAN SHARF, TASHRĪF, SHĪGHAT DAN WAZAN   الصَّرْفُ وَ التَّصْرِيْفُ SHARAF DAN TASHRĪF Sharaf, berarti penukaran, pengembalian dan pemindahan. Tetapi setelah dijadikan Ma‘rifah (definitive noun) seperti di atas, maka menjadi suatu nama, yaitu ilmu Sharaf. Tashrīf, berarti: pengubahan, yaitu pengubahan bentuk kata bahasa ‘Arab, yang disebut Shīghat.   الصِّيْغَةُ وَ الْوَزَنُ SHĪGAT DAN WAZAN…

02-1 Fi’il Tsulatsi Mujarrad – Terjemah Matan Kailani

FI‘IL TSULĀTSĪ MUJARRAD   أَمَّا الثَّلَاثِيُّ الْمُجَرَّدُ فَإِنْ كَانَ مَاضِيْهِ عَلَى فَعَلَ مَفْتُوْحَ الْعَيْنِ فَمُضَارِعُهُ عَلَى يَفْعُلُ أَوْ يَفْعِلُ بِضَمِّ الْعَيْنِ أَوْ كَسْرِهَا نَحْوُ: نَصَرَ يَنْصُرُ وَ ضَرَبَ يَضْرِبُ. Fi‘il tsulātsī mujarrad, terbagi sebagai berikut: 1 dan 2. Kalau fi‘il mādhī-nya ber-wazan fa‘ala, yakni di-fatḥah-kan ‘ain fi‘il-nya, maka fi‘il mudhāri‘-nya ber-wazan: yaf‘ulu atau yaf‘ilu, dengan dhammah ‘ain fi‘il-nya atau kasrah ‘ain fi‘il-nya. Contoh: (ضَرَبَ يَضْرِبُ، نَصَرَ يَنْصُرُ) وَ

02-0 Pembagian Fi’il – Terjemah Matan Kailani

PEMBAGIAN FI‘IL   ثُمَّ الْفِعْلُ إِمَّا ثُلَاثِيٌّ وَ إِمَّا رُبَاعِيٌّ وَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إِمَّا مُجَرَّدٌ أَوْ مَزِيْدٌ فِيْهِ وَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إِمَّا السَّالِمُ أَوْ غَيْرُ سَالِمٍ. Fi‘il itu ada yang tsulātsī (huruf asalnya tiga) dan rubā‘ī (huruf asalnya empat). Dari kedua macam fi‘il itu terbagi lagi, ada yang mujarrad (kosong dari tambahan) dan yang mazīd fīh (dengan tambahan satu, dua atau tiga huruf) dan dari kedua macam itu…
Lewat ke baris perkakas