skip to Main Content

Syaikh Husain asy-Syadzili ad-Darqawi

Mengenal Guru kami, Syaikh Husain asy-Syadzili ad-Darqawi

Guru kami, Syaikh Husain Asy-Syadzili lahir di Parit Buntar, Perak 23 Mei 1960. Kecintaan awalnya pada Islam diperoleh dari seorang guru al-Qur’an dari Indonesia bernama ustadz Bambang. Meski tidak lama belajar padanya, tapi guru kami tertarik dengan keikhlasannya. Saat itu beliau sedang menempuh pendidikan menengahnya di sebuah madrasah di Kuala Lumpur. Ustadz Bambang yang kemudian membantu guru kami mendapatkan beasiswa di sebuah Perguruan tinggi Islam di Karachi, Pakistan.

Tapi atas kehendak Allah, guru kami tidak jadi menuntut ilmu di perguruan tinggi tersebut. Beliau kemudian belajar di zawiyah Syaikh Zamzami di Pak Pattan Punjab Utara dekat makam Baba Farid Gansyakar. Guru kami mendapatkan alamat Syaikh Zamzami dari seorang mukadim Syaikh Abdulqadir as-Sufi yang dikenalnya waktu masih tinggal di Kuala Lumpur.

Syaikh Zamzami adalah seorang mursyid tarikat Syadzili. Guru kami belajar selama 2 tahun di zawiyah Syaikh Zamzami. Di sana beliau banyak belajar tentang suluk dan adab-adab sufi. Selama di Pakistan, beliau juga belajar dengan beberapa syaikh lain seperti Syaikh Ikram Husain dan Syaikh Allah Bakhsy yang beliau sebut sebagai guru berkah.

Tapi perjalanan ruhaninya sebagai murid benar-benar di tempa setelah beliau dibaiat Syaikh Fattah al-Daood. Saat itu Syaikh Fattah mengunjungi zawiyah Syaikh Zamzami bersama Syaikh Fadlullah al-Hairi. Awalnya guru kami sempat bingung dengan siapa diantara 2 syaikh itu ia akan berbaiat . Inspirasi ruhani kemudian membawa beliau pada Syaikh Fattah. Setelah dibaiat , beliau hijrah ke Amerika bersama Syaikh Fattah sekitar tahun 1983.

Syaikh Fattah membentuk sebuah komunitas sufi yang sebagian besar murid-muridnya adalah mualaf-mualaf berkebangsaan Amerika. Bersama Syaikh Fattah, guru kami memperkuat latihan suluknya sambil terus memperdalam pengetahuan Islam formal seperti bahasa Arab, tafsir Qur’an, Hadist dan fiqih Islam. Pada tahun 1998, atas inspirasi ruhani gurunya, beliau ikut hijrah ke Indonesia, dan tinggal di negeri ini sampai sekarang.

Guru kami Syaikh Husain terkenal sebagai seorang yang sangat tekun menuntut ilmu, suatu hal yang terus dilakukannya sampai saat ini. Kalau pergi ke suatu daerah, beliau akan mencari sumber-sumber buku yang ada di daerah tersebut. Karena itu tidak heran kalau beliau mempunya koleksi yang banyak sekali. Tapi karena sering berpindah-pindah tempat (sebagai salah satu bentuk suluk yang diberikan guru beliau, Syaikh Fattah) banyak buku-buku tersebut tidak bisa dibawa. Alhamdulillah dengan adanya internet, sekarang beliau bisa mendapatkan kembali buku-buku yang hilang tersebut. Sejumlah murid juga sering membantu beliau mencarikan buku-buku dari berbagai sumber di Indonesia. Salah satu minat beliau adalah mengumpulkan sebanyak mungkin khazanah buku karya ulama-ulama nusantara.

Guru kami, Syaikh Husain sering mengatakan, buku adalah taman ilmu. Karena itu beliau sangat menganjurkan murid-murid untuk banyak membaca. Ilmu (ruhani) tak didapatkan dari buku , tapi banyak membaca buku akan memperluas wawasan seseorang dan menjauhkan dari kepicikan berpikir yang menjadi salah satu sebab terhambatnya perjalanan ruhani seseorang.

Guru kami juga menyarankan setiap murid untuk menuntut ilmu dari guru-guru lain (yang benar) agar mereka mendapatkan ilmu sebanyak mungkin; dengan satu syarat yaitu menjaga adab seorang murid terhadap guru dengan menyampaikan salam beliau kepada setiap guru yang mereka temukan.

Lebih dari 30 tahun lalu, salah satu guru beliau, Syaikh Ikram Husain pernah berkata, “Dari 10 guru sufi yang ada, hanya 1 benar.” Guru kami sangat terkesan dengan apa yang dikatakan oleh Syaikh Ikram Husain. Beliau yakin salah satu cara untuk mengembalikan ajaran sufi itu pada jalan yang benar adalah merujuk kembali pada ajaran Nabi Muhammad Saw. Dan itu adalah misi utama beliau mengajar puluhan murid di zawiyahnya di Parung sampai saat ini.

 

Beberapa ucapan guru kami

  1. Apapun yang kalian lakukan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh.
  2. Agama Islam awalnya bermula dari yang satu yaitu Nabi Muhammad SAW, tapi kemudian menyebar dan menjadi terpisah-pisah antara Sahabat, Tabi’in dan seterusnya. Salah satu tujuan saya adalah untuk mengumpulkan dan menyatukan kembali ajaran Nabi Muhammad SAW itu sebanyak-banyaknya.
  3. Ilmu itu bukan sesuatu yang dibaca dari buku. Ilmu yang sebenarnya adalah sesuatu yang berbentuk cahaya yang Allah campakkan ke dalam hati seseorang.
  4. Ilmu itu menjadi cahaya yang menyinari seluruh kewujudan kita menjadi kehaliman dan menyinar cahaya cinta.
  5. Bertambah ilmu bertambah kasih sayang pada semua makhluk Allah.
  6. Bukan ilmu namanya jika tidak dihubungkan dengan Allah.
  7. Kehalusan ilmu itu diperoleh dengan diam.
  8. Seorang mursyid hanya diperlukan bagi seseorang yang menginginkan Allah. Jika orang itu tidak menginginkan Allah, kehadiran mursyid tidak akan ada artinya baginya.
  9. Amal setiap orang berbeda, sesuai ilmu dan pemahamannya. Karena itu jangan membandingkan amal kita dengan orang lain. Yang pertama kali membandingkan amal itu adalah setan. Setan yang telah beribadah kepada Allah SWT selama ratusan ribu tahun di surga, merasa lebih baik dari Nabi Adam as yang baru diciptakan. Dan kita tahu bagaimana posisi setan sekarang.
  10. Semakin bersungguh-sungguh seseorang beribadah, semakin banyak ia memohon pertolongan pada-Nya. (dalam salah satu tafsir beliau tentang “Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn”).
  11. Kebanyakan murid mengharapkan karamah, tapi karamah terbesar adalah istiqamah.
  12. Kebaikan seseorang yang berbuat baik adalah keburukan bagi orang yg dekat pada Allah.
  13. Jati diri yang sebenarnya adalah fana. Setelah fana baru bisa merasakan huwa.
  14. Orang yang suka mengkafirkan orang lain, belum merasakan kemanisan iman dalam hatinya.
  15. Ilmu yang membuat seseorang tidak mau terlibat dalam perdebatan.
  16. Guru yang benar memfokuskan ajarannya untuk meniru akhlak Nabi Muhammad Saw, karena hanya itu satu-satunya jalan menuju Allah.
  17. Jika anda melihat/berfokus pada makhluk (dunia), anda memerlukan surga. Jika anda melihat/berfokus pada Allah, surga yang memerlukan anda.
  18. Yang banyak bicara, tidak merasakan. Yang tidak merasakan, tidak mengetahui.
  19. Banyak murid tertahan perjalanan ruhaninya karena ucapan yang tidak dijaga.
  20. Dalam setiap kejadian (ujian/masalah) sebenarnya Allah ingin membukakan pintu pada sesuatu yang luar biasa, tetapi manusia selalu hanya mau melihat yang biasa-biasa saja (yakni sibuk dengan masalah yang mereka hadapi).
  21. Jangan bicara saat anda ingin bicara. Tahan sejenak sampai anda meyakini bahwa anda bicara bukan karena nafsu.
  22. Jika seseorang selalu menghubungkan setiap kejadian dengan Allah, Allah akan memberinya pemahaman tentang kejadian tersebut.
  23. Guru yang benar hanya bergantung pada Allah dan membawa murid-muridnya untuk bergantung hanya pada Allah, bukan pada kemampuan, ilmu, amal atau keadaan-keadaan ruhani mereka.
  24. Seorang murid tak akan maju dalam (maqam) ruhani jika ia tidak memaafkan orang lain dan memaafkan dirinya sendiri.
  25. Jika sudah menghubungkan segala sesuatu dengan Allah, itulah hakikat zikir yang sebenarnya.
  26. Seorang murid itu seperti seekor burung merak. Orang-orang memuji bulunya yang indah, tapi jauh dilubuk hatinya ia merasa sangat sedih karena melihat kakinya yang jelek.
  27. Salah satu yang mengubah takdir adalah syukur.
  28. Awal perjalanan ruhani adalah takut pada tipuan nafsu sendiri melebihi takutnya jika bertemu dengan harimau yang buas.


1. Kenapa dinamakan Majelis Dzikir Hati Senang?
Ketika ditanya kenapa majelisnya dinamakan, “Majelis Dzikir Hati Senang ?.”
Guru kami, Syaikh Husain asy-Syadzili menjawab,”Karena memang itulah yang akan dirasakan oleh setiap orang yang datang (ke majelisnya).”

2. Kegiatan Rutin Majelis Dzikir Hati Senang
Majelis Dzikir Hati Senang diadakan dua kali seminggu:

Minggu pagi – jam 9:00am
Kamis malam – jam 8:00pm

~a. Majelis yang dilaksanakan setiap hari Minggu adalah Majelis Tafsir al-Qur’an . Majelis ini sudah berlangsung selama kurang lebih 4 tahun dan dimulai dari Juz terakhir (juz 30, Juz Amma. Sampai bulan Februari 2016 ini beliau sudah sampai pada surah an-Naba’.

Dalam memberikan tafsir qur’an ini guru kami, Syaikh Husain, merujuk pada kitab-kitab tafsir terdahulu seperti tafsir Ibn Abbas, Ibn Katsir, Ath-Thabari, Asy-Syaukani, Al-Mawardi, Al-Qurthubi dan lain-lain. Guru kami juga menggunakan kitab-kitab tafsir dari guru-guru sufi seperti tafsir Ibn Arabi, Al-Jailani, Al-Tustari, Abu Thalib al-Makki, Al-Qusyairi, Ibn ‘Ajibah, dan lain-lain.

~b. Majelis yang diadakan setiap malam Jum’at adalah Majelis Zikir. Sebenarnya guru kami hanya ingin mengadakan majelis malam jum’at dan hari minggu saja. Tapi karena banyak murid yang bekerja dan tempat tinggal mereka jauh dari Parung, guru kami menambah malam minggu bagi yang tak sempat datang pada malam Jum’at.
Dalam Majelis Zikir ini, guru kami lebih banyak menggunakan metode tarikat Syadzili, meski beliau juga mendapatkan izin dari tarikat-tarikat lain seperti Chistiyyah, Rufa’iyyah dan lain-lain. Selain zikir yan dibimbing langsung oleh guru kami, juga dibacakan wirid Syadziliyyah, Hizbul Bahar dan lain-lain. Setelah zikir bersama, guru memberikan pengajaran tentang pengenalan diri (yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya); melalui pengenalan tingkat-tingkatan nafsu, tingkatan-tingkatan hati, tingkatan-tingkatan ruh, yang berawal dan berakhir pada yang Satu, al-Haqq.

Bagi para murid penempuh jalan, guru sangat menekankan untuk mengutamakan syari’at dan akhlak. Karena tak ada jalan ruhani, jika mereka mengabaikan kedua hal itu. Setelah itu guru baru memberikan amalan-amalan khusus sesuai keadaan masing-masing murid. Ada murid yang diberikan wirid dan zikir dalam jumlah-jumlah tertentu. Ada yang disuruh mengulang-ulang nama-nama Allah, Ismul A’dhom. Ada yang diperintahkan untuk sering datang saja dan duduk bersama guru.

Guru kami, Syaikh Husain asy-Syadzili selalu mengadakan proyek-proyek tertentu untuk dilaksanakan oleh para murid. Proyek-proyek ini adalah salah satu bentuk suluk bagi murid agar mereka bisa terlatih melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, ikhlas, istiqamah dan bekerja sebaik mungkin. Dan menurut guru kami itu adalah salah satu cara untuk menjadi wali Allah.

 

Berikut ini adalah beberapa proyek utama yang diberikan guru kami, diantara beberapa proyek lainnya :

~1. Guru kami mengatakan salah satu tujuan atau proyek beliau adalah mengumpulkan dan menyatukan kembali ajaran Nabi Muhammad SAW itu sebanyak-banyaknya. Proyek ini paling banyak dikerjakan oleh beliau sendiri dengan mengumpulkan buku-buku tentang al-Qur’an, Hadits, Fiqh, buku-buku sufi dari berbagai generasi, karya-karya ulama nusantara, dan lain-lain. Buku-buku tersebut diketik dan disimpan di komputer dalam bentuk soft copy agar setiap segi ilmu agama yang sudah dikumpulkan dapat diakses dengan cepat dan mudah.

Beliau ingin mengumpulkan buku-buku ilmu agama sebanyak mugkin, namun karena masih banyak buku yang belum diperoleh dan juga keterbatasan dana, proyek ini memakan waktu yang sangat lama dan perlahan. Ada beberapa murid beliau yang diminta untuk mengumpulkan dana dan mencari buku sebanyak-banyaknya.

Salah satu bagian besar website hatisenang.com ini yang masih dalam tahap awal pembangunan dibuat juga untuk menyajikan secara online sebagian dari data yang sudah dikumpulkan oleh beliau kepada seluruh dunia agar mudah bagi mereka yang mau menuntut ilmu agama Islam.

~2. Salah satu proyek beliau yang lain yang cukup besar juga adalah pembangunan Rumah Botol Majelis Dzikir Hati Senang. Setiap orang yang mendengarkan kata ‘rumah botol’ akan bertanya apa yang dimaksud dengannya. Ya, sesuai namanya rumah ini dibangun menggunakan botol yang dikumpulkan dari berbagai tempat kemudian diisi padat dengan tanah kering untuk digunakan sebagai pengganti bata.

Saat ini sudah terkumpul sekita 20.000 botol dan masih dibutuhkan lebih banyak lagi karena baru sebagian dari zawiyah yang dibangun. Dan sampai sekarang proyek ini masih berjalan terus. InsyaAllah akan ada satu halaman di website ini yang dibuat khusus untuk menampilkan dokumentasi proses-proses dari proyek dan juga sebuah galeri foto. Bismillah.

 

Alamat Rumah Botol Majelis Dzikir Hati Senang

Jl. Zawiyah, Rumah Botol Majlis Dzikir Hati Senang, RT/RW 06/04, Kp. Tajur, Desa Pemagarsari, Parung, Jawa Barat. 16330. (HP: XL +62 877-7390-2279, INDOSAT +62 856-9446-1154, TELKOMSEL +62 813-1642-6495)

Back To Top