1-3 Ciri-ciri Isim – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Dari Buku: Ilmu Nahwu Terjemah Tuhfat-us-Saniyah (Judul Asli: Tuḥfat-us-Saniyati Syarḥu Muqaddimat-il-Ajurrumiyyah) Oleh: Muhammad Muhyidin ‘Abdul Hamid Penerjemah: Muhammad Taqdir Penerbit: Media Hidayah   Ciri-ciri Isim   MATAN فَالْاِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ وَ التَّنْوِيْنِ وَ دُخُوْلِ الْأَلِفِ وَ اللَّامِ وَ حُرُوْفِ الْخَفْضِ وَ هِيَ مِنْ وَ إِلَى وَ عَنْ وَ عَلَى وَ فِيْ وَ رُبَّ وَ الْبَاءُ وَ الْكَافُ وَ اللَّامُ وَ حُرُوْفُ الْقَسَمِ وَ هِيَ الْوَاوُ وَ الْبَاءُ وَ التَّاءُ “Isim…

2-3-3 Alif Sebagai Pengganti Dhammah – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Alif Sebagai Pengganti Dhammah MATAN وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِيْ تَثْنِيَةِ الْأَسْمَاءِ خَاصَّةً Aadapun alif, ia menjadi tanda rafa‘ hanya pada isim tatsniyah SYARAH Alif menjadi tanda rafa‘-nya suatu kata pada satu tempat, yaitu pada isim mutsannā. Contoh: (حَضَرَ الصَّدِيْقَانِ) – Dua orang sahabat itu telah hadīr. (الصَّدِيْقَانِ) adalah isim mutsannā. Kata ini marfū‘ karena berkedudukan sebagai fā‘il, tanda rafa‘-nya adalah alif sebagai pengganti…

001-11 Huruf Sin dan Saufa – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Sīn dan Saufa. Yang dikehendaki dari ḥurūf sīn adalah sīn istiqbāl, yaitu berfungsi untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Dari sini maka akan mengecualikan sīn tahajjī yaitu sīnnya lafazh (سالم) dan sīn shairūrah seperti lafazh (اِسْتحْجَرَ الطِّيْنُ). Ḥurūf saufa yaitu ḥurūf taswīf, fungsinya sama dengan ḥurūf sīn, yaitu untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Kedua…

4-2-2 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Alif وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ نَحْوُ رَأَيْتُ أَبَاكَ وَ أَخَاكَ وَ مَا أَشْبَهَ ذلِكَ Alif menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam isim lima (al-asmā’-ul-khamsah), seperti ra’aitu abāka wa akhāka (aku melihat ayahmu dan saudara laki-lakimu), dan contoh-contoh lain yang serupa. Alif-ul-waḥdah, jika sudah nyata dalam diri murid dan menjadi kukuh karenanya, merupakan tanda nashab (kepemilikan kapasitas) untuk menjadi guru dan memberikan peringatan…

4-4-2 Rahasia di Balik Membuang Huruf – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Membuang Ḥurūf وَ أَمَّا الْحَذْفُ فَيَكُوْنُ عَلَامَةً لِلْجَزْمِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الْمُعْتَلِّ الْآخِرِ وَ فِي الْأَفْعَالِ الَّتِيْ رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّوْنِ Membuang ḥurūf menjadi tanda bagi i‘rāb jazm dalam fi‘il mudhāri‘ yang mu‘tall ḥurūf akhirnya dan fi‘il-fi‘il tertentu (al-af‘āl-ul-khamsah) yang rafa‘-nya ditandai dengan tetapnya nūn. Membuang kesibukan dan halangan lahir, baik dari kelompok zhulmāniyyah (kegelapan) maupun nūrāniyyah (kecahayaan), menjadi tanda kemantapan dan kemapanan bathin bagi maqām adzwāq dan…

Rahasia di Balik Maf’ul Bih – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Maf’ūl Bih   بَابُ الْمَفْعُوْلُ بِهِ وَهُوَ الْإِسْمُ الْمَنْصُوْبُ الَّذِيْ يَقَعُ بِهِ الْفِعْلُ نَحْوُ قَوْلِكَ ضَرَبْتُ زَيْدًا وَ رَكِبْتُ الْفَرَسَ وَ هُوَ قِسْمَانِ ظَاهِرٌ وَ مُضْمَرٌ فَالظَّاهِرُ مَا تَقَدَّمَ ذِكْرُهُ وَ الْمُضْمَرُ قِسْمَانِ مُتَّصِلٌ وَ مُنْفَصِلٌ فَالْمُتَّصِلُ أَرْبَعَةُ عَشَرَ وَهِيَ ضَرَبَهُ وَ ضَرَبَهُمَا وَ ضَرَبَهُمْ وَ ضَرَبَهَا وَ ضَرَبَهُمَا وَ ضَرَبَهُنَّ وَ ضَرَبَكَ وَ ضَرَبَكُمَا وَ ضَرَبَكُمْ وَ ضَرَبَكِ وَ ضَرَبَكُمَا وَ ضَرَبَكُنَّ وَ ضَرَبَنِيْ وَ ضَرَبَنَا

1-4 Ciri-ciri Fi’il (Kata Kerja) – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Ciri-ciri Fi‘il (Kata Kerja)   MATAN وَ الْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَ السِّيْنِ وَ سُوْفَ وَ تَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ “Ciri-ciri fi‘il adalah didahului oleh qad, huruf sīn, saufa, dan huruf tā’ yang di-sukūn dan menunjukkan perempuan sebagai pelakunya.” SYARAH Fi‘il dapat dibedakan dari isim dan ḥurūf melalui empat ciri. Setiap kita dapati salah satu ciri ini melekat pada satu kata, maka kata tersebut adalah sebuah fi‘il. Ciri-ciri tersebut adalah didahului dengan…

002-2 Rahasia-rahasia di Balik Pembagian Kalam – Huruf-huruf Magis

RAHASIA DI BALIK PEMBAGIAN KALĀM   وَ أَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ: اِسْمٌ وَ فِعْلٌ وَ حَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى Kalām terbagi menjadi tiga, yaitu isim, fi‘il dan ḥurūf yang mengandung makna. Pembagian kalām yang dipakai seorang hamba untuk mencapai ke hadirat Tuhan ada tiga macam:   1. Isim / kata benda (nama) Yaitu, zikir dengan kata tunggal (mufrad), yaitu Allah. Disebutkan dalam firman-Nya: Berzikirlah pada nama Tuhanmu, dan curahkan perhatianmu kepada-Nya dengan…

001-12 Ta’ Ta’nits – Ngaji Jurumiyyah

Tā’ Ta’nīts. Fungsi tā’ ta’nīts adalah untuk me-mu’annats-kan musnad ilaih, baik adanya musnad ilaih itu berupa fā‘il seperti (قَامَتْ هِنْدٌ) atau berupa nā’ib fā‘il seperti contoh: (ضُرِبَتْ هِنْدٌ). Jika dikatakan bahwa tā’ ta’nīts itu fungsinya untuk memu’annatskan fā‘il, maka kalimah fi‘il tidak boleh diberi tā’ ta’nīts. Tidak boleh dikatakan demikian, karena tā’ ta’nīts ini adalah tandanya kalimah fi‘il dan karena fi‘il dan fā‘il itu sama. (251).…