1-2 Jenis-jenis Kalam – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Dari Buku: Ilmu Nahwu Terjemah Tuhfat-us-Saniyah (Judul Asli: Tuḥfat-us-Saniyati Syarḥu Muqaddimat-il-Ajurrumiyyah) Oleh: Muhammad Muhyidin ‘Abdul Hamid Penerjemah: Muhammad Taqdir Penerbit: Media Hidayah   Jenis-jenis Kalam   MATAN وَ أَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ: اِسْمٌ وَ فِعْلٌ وَ حَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى “Al-Kalām terbagi menjadi tiga jenis, yaitu isim (kata benda), fi‘il (kata kerja), dan ḥarf (kata bantu) yang mengandungk makna.” SYARAH Setiap ungkapan atau kalimat yang digunakan oleh orang-orang ‘Arab – baik dalam pembicaraan…

Tanda-tanda Kalimat Isim – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

3. Tanda-tanda Fi‘il. وَ الْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَ السِّيْنِ وَ سَوْفَ وَ تَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ Fi‘il itu dapat diketahui dengan melalui ḥurūf qad, sīn, saufa dan tā’ ta’nīts yang di-sukūn. Fi‘il dapat dibedakan dari isim dan ḥurūf, yaitu dengan masuknya: 1. Qad, contoh: (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ) = sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (al-Mu’minūn: 1). (قَدْ يَقُوْمُ زَيْدٌ) = kadang-kadang Zaid sendiri. 2. Sīn, contoh: (سَيَقُوْلُ

001-10 Huruf Qad – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Qad. Yang dikehendaki ḥurūf qad di sini adalah qad ḥarfiyah. Sesungguhnya ḥurūf qad mempunyai beberapa makna. Berikut kami jelaskan rinciannya: 1. Makna taḥqīq (menyatakan) dan taqrīb (mendekatkan); makna ini khusus masuk pada fi‘il mādhī. Contoh yang memiliki makna taḥqīq adalah firmannya Allah s.w.t.: (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ), sedangkan yang memiliki makna taqrīb adalah (قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ). 2. Makna taqlīl (menyedikitkan) dan taktsīr (memperbanyak). Makna ini khusus…

4-2-1 Rahasia di Balik Fathah – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Fatḥah وَ أَمَّا الْفَتْحَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِيْ ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ وَ جَمْعِ التَّكْسِيْرِ وَ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ وَ لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ Fatḥah menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam tiga tempat, yaitu isim mufrad, jama‘ taksīr, dan fi‘il mudhāri‘ yang ḥurūf akhirnya tidak bertemu dengan sesuatu, ketika ada ‘āmil nāshib (yang berfungsi me-nashab-kan) memasukinya. Sebagaimana telah dikatakan: Pencapaian fatḥah (pencerahan) yang…

4-4-1 Rahasia di Balik Sukun – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Sukūn   فَأَمَّا السُّكُوْنُ فَيَكُوْنُ عَلَامَةً لِلْجَزْمِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الصَّحِيْحِ الْآخِرِ Sukūn menjadi tanda bagi i‘rāb jazm dalam fi‘il mudhāri‘ yang shaḥīḥ ḥurūf akhirnya. Ketenangan lahiriah; bebas dari kepayahan mujāhadah, merupakan tanda kemantapan dan keteguhan bathin dalam maqām musyāhadah, dalam fi‘il mudhāri‘. Yaitu, amal kebajikan yang menyerupai perbuatan orang-orang yang ikhlas, sesuai sunnah Nabi s.a.w., jauh dari bid‘ah. Akhir yang sahih, artinya bersih dan bebas dari…

1-3 Ciri-ciri Isim – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Dari Buku: Ilmu Nahwu Terjemah Tuhfat-us-Saniyah (Judul Asli: Tuḥfat-us-Saniyati Syarḥu Muqaddimat-il-Ajurrumiyyah) Oleh: Muhammad Muhyidin ‘Abdul Hamid Penerjemah: Muhammad Taqdir Penerbit: Media Hidayah   Ciri-ciri Isim   MATAN فَالْاِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ وَ التَّنْوِيْنِ وَ دُخُوْلِ الْأَلِفِ وَ اللَّامِ وَ حُرُوْفِ الْخَفْضِ وَ هِيَ مِنْ وَ إِلَى وَ عَنْ وَ عَلَى وَ فِيْ وَ رُبَّ وَ الْبَاءُ وَ الْكَافُ وَ اللَّامُ وَ حُرُوْفُ الْقَسَمِ وَ هِيَ الْوَاوُ وَ الْبَاءُ وَ التَّاءُ “Isim…

2-3-3 Alif Sebagai Pengganti Dhammah – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Alif Sebagai Pengganti Dhammah MATAN وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِيْ تَثْنِيَةِ الْأَسْمَاءِ خَاصَّةً Aadapun alif, ia menjadi tanda rafa‘ hanya pada isim tatsniyah SYARAH Alif menjadi tanda rafa‘-nya suatu kata pada satu tempat, yaitu pada isim mutsannā. Contoh: (حَضَرَ الصَّدِيْقَانِ) – Dua orang sahabat itu telah hadīr. (الصَّدِيْقَانِ) adalah isim mutsannā. Kata ini marfū‘ karena berkedudukan sebagai fā‘il, tanda rafa‘-nya adalah alif sebagai pengganti…

001-11 Huruf Sin dan Saufa – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Sīn dan Saufa. Yang dikehendaki dari ḥurūf sīn adalah sīn istiqbāl, yaitu berfungsi untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Dari sini maka akan mengecualikan sīn tahajjī yaitu sīnnya lafazh (سالم) dan sīn shairūrah seperti lafazh (اِسْتحْجَرَ الطِّيْنُ). Ḥurūf saufa yaitu ḥurūf taswīf, fungsinya sama dengan ḥurūf sīn, yaitu untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Kedua…

4-2-2 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Alif وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ نَحْوُ رَأَيْتُ أَبَاكَ وَ أَخَاكَ وَ مَا أَشْبَهَ ذلِكَ Alif menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam isim lima (al-asmā’-ul-khamsah), seperti ra’aitu abāka wa akhāka (aku melihat ayahmu dan saudara laki-lakimu), dan contoh-contoh lain yang serupa. Alif-ul-waḥdah, jika sudah nyata dalam diri murid dan menjadi kukuh karenanya, merupakan tanda nashab (kepemilikan kapasitas) untuk menjadi guru dan memberikan peringatan…