Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Jalalain

071 SŪRATU NŪḤ Makkiyyah, 28 ayat Turun sesudah Sūrat-un-Naḥlبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ.(إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ) “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, – dengan memerintahkan, – berilah peringatan” dengan memperingatkan (قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ) “kepada kaummu…

Asbab-un-Nuzul Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Jalalain (3/3)

ASBĀB-UN-NUZŪL SŪRAT-UL-JINNبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   Imām Bukhārī dan Imām Tirmidzī serta lain-lainnya, semuanya telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Ibnu ‘Abbās r.a. Ibnu ‘Abbās r.a. telah menceritakan, bahwa Rasūlullāh s.a.w. belum pernah membacakan al-Qur’ān secara langsung kepada jinn dan belum pernah pula beliau melihat mereka. Akan tetapi pada suatu hari Rasūlullāh s.a.w. berangkat bersama serombongan sahabat-sahabatnya dengan tujuan pasar Ukazh.…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Jalalain (2/3)

وَ أَنَّ الْمَسَاجِدَ للهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللهِ أَحَدًا. 18. (وَ أَنَّ الْمَسَاجِدَ) “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu” atau tempat-tempat salat itu (للهِ فَلَا تَدْعُوْا) “adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kalian menyembah” di dalamnya (مَعَ اللهِ أَحَدًا) “seseorang pun di samping Allah” seumpamanya kalian berbuat kemusyrikan di dalamnya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, yaitu apabila mereka memasuki gereja dan sinagog…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Jalalain (1/3)

072 SŪRAT-UL-JINN Makkiyyah, 28 ayat Turun sesudah Sūrat-ul-A‘rāf   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   قُلْ أُوْحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا. 1. (قُلْ) “Katakanlah” hai Muḥammad! (أُوْحِيَ إِلَيَّ) ““Telah diwahyukan kepadaku” maksudnya aku telah diberitahu oleh Allah melalui wahyu-Nya (أَنَّهُ) “bahwasanya” dhamīr yang terdapat pada lafal annahu ini adalah…

Surah al-Muzzammil 73 ~ Tafsir al-Jalalain

073 SŪRAT-UL-MUZZAMMIL   Makkiyyah, 20 ayat Kecuali ayat 20, Madaniyyah. Turun sesudah Sūrat-ul-Qalam   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ. 1. (يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ.) “Hai orang yang berselimut” yakni Nabi Muḥammad. Asal kata al-Muzzammil ialah al-Mutazammil, kemudian huruf tā’ diidghamkan kepada huruf zā’ sehingga jadilah al-Muzzammil, artinya, orang yang menyelimuti dirinya dengan pakaian sewaktu wahyu datang kepadanya karena merasa…

Surah an-Naba’ 80 ~ Tafsir al-Jalalain

080 SŪRAT-UN-NABA’ Makkiyyah, 40 ayat Turun sesudah Sūrat-ul-Ma‘ārij   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   عَمَّ يَتَسَاءَلُوْنَ. 1. (عَمَّ) “Tentang apakah” mengenai apakah (يَتَسَاءَلُوْنَ) “mereka saling bertanya-tanya?” yakni orang-orang Quraisy sebagian di antara mereka bertanya-tanya kepada sebagian yang lainnya. عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيْمِ. 2. (عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيْمِ) “Tentang berita yang besar” ayat ini merupakan penjelasan bagi sesuatu…

Asbab-un-Nuzul Surah an-Nazi’at 79 ~ Tafsir al-Jalalain

ASBĀB-UN-NUZŪL SŪRAT-UN-NĀZI‘ĀT   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   Imām Sa‘īd ibnu Manshūr telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Muḥammad ibnu Ka‘b r.a. yang telah menceritakan, bahwa setelah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: ““Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”” (79, An-Nāzi‘āt, 10). maka orang-orang kafir Quraisy berkata: “Sesungguhnya jika benar-benar kami akan dihidupkan kembali sesudah mati, niscaya kami benar-benar merugi.”…

Surah an-Nazi’at 79 ~ Tafsir al-Jalalain

080 SŪRAT-UN-NĀZI‘ĀT Makkiyyah, 46 ayat Turun sesudah Sūrat-un-Naba’.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   وَ النَّازِعَاتِ غَرْقًا. 1. (وَ النَّازِعَاتِ) “Demi yang mencabut nyawa” atau demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir (غَرْقًا) “dengan keras” atau mencabutnya dengan kasar. وَ النَّاشِطَاتِ نَشْطًا. 2. (وَ النَّاشِطَاتِ نَشْطًا) “Dan demi yang mencabut nyawa dengan lemah lembut” maksudnya,…

Asbab-un-Nuzul Surah ‘Abasa 80 ~ Tafsir al-Jalalain

ASBĀB-UN-NUZŪL SŪRATU ‘ABASA   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   Imām Tirmidzī dan Imām Ḥakīm, kedua-duanya telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Siti ‘Ā’isyah r.a. yang telah menceritakan, bahwa firman Allah s.w.t. berikut ini, yaitu: “Dia (Muḥammad) telah bermuka masam dan berpaling” (80, ‘Abasa, 1). diturunkan berkenaan dengan ‘Abdullāh ibnu Ummi Maktūm yang buta. Pada suatu hari ia datang kepada Rasulullah s.a.w. lalu…
Lewat ke baris perkakas