Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir al-Jalalain

Dari Buku:
Tafsir Jalalain.
(Jilid 4. Dari Sūrat-uz-Zumar sampai Sūrat-un-Nās)
Oleh: Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi

Penerjemah: Bahrun Abu Bakar L.C.
Penerbit: Sinar Baru Algensindo Bandung

Rangkaian Pos: Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir al-Jalalain

110

SŪRAT-UN-NASHR

3 ayat, diturunkan di Mina sewaktu haji wada’.
Dikategorikan ke dalam kelompok Surat Madaniyyah.
Surat ini yang terakhir kali diturunkan.
Turun sesudah Sūrat-ut-Taubah.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَ الْفَتْحُ.

1. (إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ) “Apabila telah datang pertolongan Allah” kepada Nabi-Nya atas musuh-musuhnya (وَ الْفَتْحُ) “dan kemenangan” yakni kemenangan atas kota Makkah.

وَ رَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا.

2. (وَ رَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ.) “Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah” yaitu agama Islam (أَفْوَاجًا) “dengan berbondong-bondong” atau secara berkelompok, yang pada sebelumnya hanya secara satu persatu. Hal tersebut terjadi sesudah kemenangan atas kota Makkah, lalu orang-orang Arab dari semua kawasan datang kepada Nabi saw. dalam keadaan taat untuk masuk Islam.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَ اسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا.

3. (فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ) “Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu” artinya bertasbihlah seraya memuji-Nya (وَ اسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا) “dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat” sesungguhnya Nabi saw. sesudah surah ini diturunkan, beliau selalu memperbanyak bacaan: Subḥānallāhi Wa Biḥamdihi, Astaghfirullāha Wa Atūbu Ilaihi, yang artinya: “Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” Dengan turunnya surah ini dapat diketahui bahwa saat ajalnya telah dekat. Peristiwa penaklukan kota Makkah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun delapan Hijriah, dan beliau wafat pada bulan Rabiulawal, tahun sepuluh Hijriah.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *