Suratu Quraisy 106 ~ Tafsir al-Jalalain

Tafsir Jalalain | Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi

Dari Buku:
Tafsir Jalalain.
(Jilid 4. Dari Sūrat-uz-Zumar sampai Sūrat-un-Nās)
Oleh: Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi

Penerjemah: Bahrun Abu Bakar L.C.
Penerbit: Sinar Baru Algensindo Bandung

106

SŪRATU QURAISY

Makkiyyah atau Madaniyyah, 4 ayat

Turun sesudah Sūrat-ut-Tīn

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

لِإِيْلَافِ قُرَيْشٍ.

1. (لِإِيْلَافِ قُرَيْشٍ.) “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.”

إِيْلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَ الصَّيْفِ.

2. (إِيْلَافِهِمْ) “Yaitu kebiasaan mereka” lafal ini mengukuhkan makna lafal sebelumnya (رِحْلَةَ الشِّتَاءِ) “bepergian pada musim dingin” ke negeri Yaman (وَ الصَّيْفِ) “dan musim panas” ke negeri Syam dalam setiap tahunnya; mereka bepergian dengan tujuan untuk berniaga yang keuntungannya mereka gunakan untuk keperluan hidup mereka di Mekah dan untuk berkhidmat kepada Baitullah yang merupakan kebanggaan mereka; mereka yang melakukan demikian adalah anak-anak An-Nadhr bin Kinānah.

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا الْبَيْتِ.

3. (فَلْيَعْبُدُوْا) “Maka hendaklah mereka menyembah” lafal ini menjadi ta‘alluq atau tempat bergantung bagi lafal Li-īlāfi; sedangkan huruf Fā’ adalah huruf Zā’idah (رَبَّ هذَا الْبَيْتِ) “Rabb rumah ini.

الَّذِيْ أَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ وَ آمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ

4. (الَّذِيْ أَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ) “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar” agar mereka tidak kelaparan (وَ آمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ) “dan mengamankan mereka dari ketakutan” artinya supaya mereka tidak merasa takut lagi. Sesungguhnya mereka sering mengalami kelaparan, karena di Makkah tidak terdapat lahan pertanian, sebagaimana mereka pun pernah dicekam oleh rasa takut, yaitu ketika tentara bergajah datang kepada mereka dengan maksud untuk menghancurkan Ka‘bah.

 

ASBĀB-UN-NUZŪL

SŪRATU QURAISY

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

Imām Ḥakīm dan lain-lainnya telah mengetengahkan sebuah hadits bersumber dari Ummu Hanī’ binti Abī Thālib, yang telah menceritakan, bahwasanya Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Allah telah mengutamakan kabilah Quraisy dengan tujuh perkara…..”, dan seterusnya. Kemudian di dalam haditsnya itu disebutkan bahwa telah diturunkan satu surat berkenaan dengan mereka, yang di dalamnya tidak disebut-sebut selain hanya mereka saja, yakni dimulai dengan firman-Nya:

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy…..” (Sūratu Quraisy [106]: 1)

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *