Surah al-Muzzammil 73 ~ Tafsir asy-Syaukani – Bagian 4

(يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَ الْجِبَالُ) “Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan”. Manshūb-nya zharaf (يَوْمَ) entah dengan lafazah (وَ ذَرْنِيْ) “Dan biarkanlah aku” (Qs. al-Muzzammil [73]: 11) atau dengan istiqrār yang berkaitan dengannya (وَ لَدَيْنَا) “pada sisi Kami”, atau ia merupakan sifat untuk (عَذَابًا), maka berkaitan dengan sesuatu yang dihilangkan (maḥdzūf), yakni: (عَذَابًا واقعا يَوْمَ تَرْجُفُ) “Adzab yang menimpa pada hari…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir asy-Syaukani (5/5)

(وَ قَدْ أَضَلُّوْا كَثِيْرًا) “Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia);” yakni para pembesar dan para pemimpin mereka telah menyesatkan banyak manusia. Ada yang mengatakan bahwa dhamīr pada ayat di atas kembali kepada berhala-berhala, yakni banyak manusia yang tersesat karena berhala-berhala itu. Seperti perkataan Ibrāhīm a.s. di dalam al-Qur’ān: (رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِنَ النَّاسِ.) “Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia.” (QS.…

Surah al-Muzzammil 73 ~ Tafsir asy-Syaukani – Bagian 5

Atsar-atsar yang berkaitan dengan penafsiran ayat-ayat di atas: Diriwayatkan oleh Aḥmad, Muslim, Abū Dāūd, an-Nasā’ī, Muḥammad bin Nashr dalam pembahasan tentang shalat, dan al-Baihaqī dalam Sunan-nya dari Sa‘d bin Hisyām, ia berkata: Aku berkata kepada ‘Ā’isyah: “Beritahulah aku tentang bangun malamnya Rasūlullāh s.a.w.” ‘Ā’isyah berkata: “Tidakkah engkau membaca: (يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ.) “Hai orang yang berselimut (Muḥammad)”? aku jawab: “Ya”, ia berkata: “Sesungguhnya Allah mewajibkan qiyām-ul-lail di awal surah…

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir asy-Syaukani

SURAH AL-LAHAB Surah ini meliputi lima ayat. Surah ini Makkiyyah (diturunkan di Makkah) tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zubair, ‘A’isyah, mereka mengatakan: “Diturunkan “Tabbat yadā abī lahab” di Makkah.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَ تَبَّ. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَ مَا كَسَبَ. سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ. وَ امْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ. فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ 111:1.…

Surah al-Muzzammil 73 ~ Tafsir asy-Syaukani – Bagian 6

Diriwayatkan oleh al-Firyabī, Ibnu Jarīr, Ibnu Abī Ḥātim dari jalur ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbās tentang firman Allah: (السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ) “Langit (pun) menjadi pecah-belah pada hari itu.” Ia menjelaskan: “Penuh, dengan bahasa Ḥabasyah”. Ibnu Abī Ḥātim meriwayatkan darinya, ia berkata: “Terbebani.” Ibnu Abī Ḥātim juga meriwayatkan darinya tentang ayat ini, ia menjelaskan: “Yakni, langit retak-retak.”   إِنَّ هذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيْلًا. إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ

Surah al-Muzzammil 73 ~ Tafsir asy-Syaukani – Bagian 7

Asy-Syāfi‘ī berkata: “Kewajiban kita adalah mencari dalil dengan Sunnah untuk salah satu makna dari kedua makna ini, maka menemukan Sunnah Rasūlullāh s.a.w. yang menunjukkan bahwa tidak ada kewajiban shalat selain shalat lima waktu. Sebagian kaum menyatakan bahwa qiyām-ul-lail telah di-nasakh dari kewajiban Rasūlullāh s.a.w. dan kewajiban umat beliau. Ada yang mengatakan yang di-nasakh adalah ukuran lamanya, dan asal kewajibannya tetap. Ada pula yang mengatakan di-nasakh dari kewajiban umat, dan tetap…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syaukani (1/2)

SURAH AL-IKHLĀSH   Surah ini meliputi empat ayat. Surah ini Makkiyyah (diturunkan di Makkah) menurut pernyataan Ibnu Mas‘ud, al-Hasan, ‘Atha’, ‘Ikrimah, dan Jabir. Dan Madaniyyah (diturunkan di Madinah) menurut salah satu pendapat Ibnu ‘Abbas, Qatadah, adh-Dhahhak, dan as-Suddi. Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bukhari di dalam Tarikh-nya, at-Tirmidzi, Ibnu Jarir, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abi ‘Ashim di dalam as-Sunnah, al-Baghawi di dalam Mu‘jam-nya, Ibnu Mundzir, Abu Syaikh di dalam al-‘Azhamah, al-Hakim dan ia…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syaukani (2/2)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ. وَ لَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ 112:1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. 112:2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 112:3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, 112:4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (al-Ikhlāsh [112]: 1-4).   Firman Allah: (قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ.) “Katakanlah: “Dia-lah Allah,…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (1/6)

SURAH AL-JINN   Surah ini meliputi dua puluh delapan ayat. Surah ini makkiyyah (diturunkan di Makkah). Al-Qurthubī berkata: “Ini pendapat keseluruhan.” Diriwayatkan oleh Ibn-udh-Dhurais, an-Naḥḥās, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqī, dari Ibnu ‘Abbās, ia berkata: “Surah al-Jinn diturunkan di Makkah.” Dan diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari ‘Ā’isyah dan Ibnu Zubair, riwayat yang sama.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أُوْحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا.