Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syaukani (1/2)

Tafsir Fathul Qadir - Imam asy-Syaukani

Dari Buku:
TAFSIR FATHUL-QADIR
(Jilid 12, Juz ‘Amma)
Oleh:  Imam asy-Syaukani

Penerjemah: Amir Hamzah, Besus Hidayat Amin
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syaukani
  1. 1.Anda Sedang Membaca: Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syaukani (1/2)
  2. 2.Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syaukani (2/2)

SURAH AL-IKHLĀSH

 

Surah ini meliputi empat ayat.

Surah ini Makkiyyah (diturunkan di Makkah) menurut pernyataan Ibnu Mas‘ud, al-Hasan, ‘Atha’, ‘Ikrimah, dan Jabir. Dan Madaniyyah (diturunkan di Madinah) menurut salah satu pendapat Ibnu ‘Abbas, Qatadah, adh-Dhahhak, dan as-Suddi.

Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bukhari di dalam Tarikh-nya, at-Tirmidzi, Ibnu Jarir, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abi ‘Ashim di dalam as-Sunnah, al-Baghawi di dalam Mu‘jam-nya, Ibnu Mundzir, Abu Syaikh di dalam al-‘Azhamah, al-Hakim dan ia menilainya shaḥīḥ, dan al-Baihaqi di dalam al-Asmā’u wash-Shifāt dari Ubai bin Ka‘b: bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi s.a.w.: “Wahai Muhammad, sebutkanlah keturunan tuhanmu.” Maka Allah menurunkan: “Qul huwallāhu aḥad, Allah-ush-shamad.…dst.” tidak ada sesuatu yang dilahirkan melainkan ia akan mati, dan tidak ada sesuatu yang mati, melainkan ia akan diwarisi, dan sesungguhnya Allah tidak akan pernah mati dan tidak diwarisi. (وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ) “dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” Beliau bersabda: (لَمْ يَكُنْ لَهُ شَبِيْهٌ وَ لَا عَدْلٌ وَ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ) “Dia tidak ada yang menyamai-Nya, tidak ada tandingan, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.” (356).

Dan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi melalui jalur lain dari Abul-‘Aliyah secara mursal dan tidak disebutkan nama Ubai, kemudian ia berkomentar: “Ini lebih shaḥīḥ.”

Diriwayatkan oleh Abu Ya‘la, Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, ath-Thabrani di dalam al-Ausath, Abu Nu‘aim di dalam al-Ḥilyah, dan al-Baihaqi, dari Jabir, ia berkata: Seorang lelaki dari kalangan ‘Arab Badui mendatangi Nabi s.a.w. dan berkata: “Sebutkanlah keturunan tuhanmu.” Maka turunlah “Qul huwallāhu aḥad……hingga akhir surah.” As-Suyuthi menilai sanad-nya ḥasan (baik). (357).

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan Abu Syaikh di dalam al-‘Azhamah dari Ibnu Mas‘ud, ia berkata: Orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah s.a.w.: “Sebutkanlah keturunan tuhanmu.” Maka turunlah surah ini, “Qul huwallāhu aḥad……”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Ibnu ‘Adi, dan al-Baihaqi di dalam al-Asmā’u wash-Shifāt, dari Ibnu ‘Abbas: bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah s.a.w., di antara mereka terdapat Ka‘b bin al-Asyraf dan Huyay bin al-Akhthab, mereka berkata: “Wahai Muhammad, sebutkanlah sifat-sifat tuhanmu yang telah mengutusmu itu.” Maka Allah menurunkan: (هُوَ اللهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ) “Katkanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak.” Hingga keluar anak dari-Nya, dan (وَ لَمْ يُوْلَدْ) “dan tidak pula diperanakkan”, sehingga Dia keluar dari sesuatu. (358).

Diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaid di dalam Fadhā’il-nya, Ahmad, an-Nasa’i di dalam al-Yaumu wal-Lailah, Ibnu Muni‘, Muhammad bin Nashr, Ibnu Mardawaih, dan adh-Dhiyā’ di dalam al-Mukhtarah, dari Ubai bin Ka‘b, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: (مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، فَكَأَنَّمَا قَرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ) “Barang siapa membaca “Qul huwallāhu aḥad….” maka seakan-akan ia membaca sepertiga al-Qur’an.” (359).

Diriwayatkan oleh Ibn-udh-Dhurais, al-Bazzar, dan al-Baihaqi di dalam asy-Syu‘ab, dari Anas, dari Nabi s.a.w.: (مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ مِائَتَيْ مَرَّةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُ ذَنْبَ مِائَتَيْ سَنَةٍ) Barang siapa membaca “Qul huwallāhu aḥad…” sebanyak dua ratus kali, maka Allah mengampuni baginya dosa selama dua ratus tahun.” (360) Al-Bazzar berkomentar: “Kami tidak mengetahuinya diriwayatkan dari Anas, melainkan oleh al-Hasan bin Abi Ja‘far dan al-Aghlab bin Tamim, keduanya seimbang dalam buruknya hapalan.

Diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, Ibn-udh-Dhurais, dan al-Baihaqi di dalam Sunan-nya, dari Anas, ia berkata: Seorang lelaki mendatangi Rasulullah s.a.w. dan berkata: “Aku mencintai surah ini, Qul huwallāhu aḥad…” maka Rasulullah s.a.w. bersabda: (حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ) “Cintamu kepadanya akan memasukkanmu ke dalam surga.” (361).

Diriwayatkan oleh Ibn-udh-Dhurais, Abu Ya‘la, dan Ibn-ul-Anbari di dalam al-Mashāḥif, dari Anas, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: (أَمَا يَسْتَطِيْعُ أَحَدُكُمْ أَنْ تَقْرَأَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فِيْ لَيْلَةٍ؟ فَإِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ) “Tidakkah setiap orang dari kalian mampu membaca qul huwallāhu aḥad…” tiga kali dalam semalam? Sesungguhnya itu menyerupai sepertiga al-Qur’an.” (362) Sanad-nya lemah.

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr dan Abu Ya‘la dari Anas, dari Rasulullah s.a.w., beliau bersabda: (مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ خَمْسِيْنَ مَرَّةٍ غُفِرَ لَهُ ذُنُوْبَ خَمْسِيْنَ سَنَةٍ) “Barang siapa membaca “qul huwallāhu aḥad…” sebanyak lima puluh kali, maka diampuni baginya dosa-dosa selama lima puluh tahun.” Sanadnya lemah. (363).

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu ‘Adi, dan al-Baihaqi di dalam asy-Syu‘ab, dari Anas, Rasulullah s.a.w. bersabda: (مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ مِائَتَيْ مَرَّةٍ كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفًا وَ خَمْسُمِائَةِ حَسَنَةً وَ مَحَا عَنْهُ ذُنُوْبَ خَمْسِيْنَ سَنَةً إِلَّا يَكُوْنَ عَلَيْهِ دَيْنٌ) “Barang siapa membaca qul huwallāhu aḥad…” sebanyak dua ratus kali, maka Allah mencatat baginya seribu lima ratus kebaikan dan menghapus darinya dosa-dosa selama lima puluh tahun, kecuali ia memiliki tanggungan hutang.” (364) Di dalam sanad-nya terdapat Hatim bin Maimun yang dinilai lemah oleh al-Bukhari dan yang lainnya. Dan, di dalam lafazh at-Tirmidzi disebutkan: (مَنْ قَرَأَ فِيْ يَوْمٍ مِائَتَيْ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ مُحِيْ عَنْهُ ذُنُوْبُ خَمْسِيْنَ سَنَةً إِلَّا أَنْ يُكُوْنَ عَلَيْهِ دَيْنٌ) “Barang siapa membaca dalam satu hari sebanyak dua ratus kali, qul huwallāhu aḥad…” maka Allah menghapus darinya dosa-dosa selama lima puluh tahun, kecuali ia memiliki tanggungan hutang.” Di dalam sanad-nya terdapat Hatim bin Maimun yang disebutkan itu.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Muhammad bin Nashr, Abu Ya‘la, Ibnu ‘Adi, dan al-Baihaqi, dari Anas, Rasulullah s.a.w. bersabda: (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنَامَ عَلَى فِرَاشِهِ مِنَ اللَّيْلِ فَنَامَ عَلَى يَمِيْنِهِ ثُمَّ قَرَأَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ مِائَةَ مَرَّةٍ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يَقُوْلُ لَهُ الرَّبُّ: يَا عَبْدِي ادْخُلْ عَلَى يَمِيْنِكَ الْجَنَّةَ) “Barang siapa hendak tidur di tempat tidurnya pada malam hari, kemudian ia tidur dengan sisi kanannya, kemudian membaca Qul huwallāhu aḥad….” sebanyak seratus kali, maka pada Hari Kiamat kelak Allah akan berkata kepadanya: “Wahai hamba-Ku, masuklah engkau ke dalam surga dari sisi kananmu.” (365) Di dalam sanad-nya juga terdapat Hatim bin Maimun yang disebutkan di atas. At-Tirmidzi berkomentar setelah meriwayatkannya: “Hadits ini gharīb (asing) dari hadits Tsabit, dan telah diriwayatkan pula darinya melalui jalur yang lain.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa‘id, Ibn-ud-Dhurais, Abu Ya‘la, dan al-Baihaqi di dalam ad-Dalā’il, dari Anas, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ (ص) بِالشَّامِ وَ فِيْ لَفْظٍ: بِتَبُوْكَ فَهَبَطَ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ مُعَاوِيَةَ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْمُزَنِيْ هَلَكَ، أَفَتُحِبُّ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَضَرَبَ بِجَنَاحِهِ الْأَرْضَ فَتَضَعْضَعَ لَهُ كُلُّ شَيْءٍ وَ لَزِقَ بِالْأَرْضِ وَ رَفَعَ لَهُ سَرِيْرَهُ وَ صَلَّى عَلَيْهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ (ص): مِنْ أَيِّ شَيْءٍ أُوْتِي مُعَاوِيَةُ هذَا الْفَضْلُ، صَلَّى عَلَيْهِ صَفَّانِ مِنَ الْمَلَائِكَةِ فِيْ كُلِّ صَفٍّ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ؟ قَالَ: بِقِرَاءَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ كَانَ يَقْرَأُهَا قَائِمًا وَ قَاعِدًا وَ جَائيًا وَ ذَاهِبًا وَ نَائِمًا.

“Rasulullah s.a.w. berada di Syam – dalam sebuah riwayat disebutkan di Tabuk – kemudian Jibril turun dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Mu‘awiyah al-Muzani telah binasa, apakah engkau ingin menyalatkannya?” beliau menjawab: “Ya.” Maka Jibril menghentak bumi dengan sayapnya, sehingga segala sesuatu roboh dan melekat ke bumi, kemudian Jibril mengangkat dipan beliau, maka Nabi s.a.w. pun menyalatkannya. Lalu Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah yang membuat Mu‘awiyah mendapatkan semua keistimewaan ini, dua shaf dari para malaikat yang masing-masing shaf meliputi tujuh ribu malaikat menyalatkannya?” Jibril menjawab: “Dengan membaca qul huwallāhu aḥad…” ia senantiasa membacanya dalam keadaan berdiri, duduk, ketika datang, ketika hendak bepergian, dan ketika hendak tidur.” (366).

Di dalam sanad-nya terdapat al-A‘la bin Muhammad ats-Tsaqafi, ia dituduh membuat hadits palsu. Juga diriwayatkan darinya dengan redaksi yang lebih panjang daripada yang ini, dan di dalam sanad-nya juga terdapat orang yang tertuduh melakukan hadits palsu ini.

Banyak terdapat hadits-hadits yang semakna dengan ini dan yang lainnya yang diriwayatkan melalui jalur periwayatan yang lain bahwa surah ini setara dengan sepertiga al-Qur’an. Di antaranya ada yang shaḥīḥ dan ḥasan, contohnya adalah yang diriwayatkan oleh Muslim, at-Tirmidzi, dan ia menilainya shaḥīḥ, dan perawi selain keduanya, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:

اُحْشُدُوْا فَإِنِّيْ سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فَحَشَدَ مَنْ حَشَدَ ثُمَّ خَرَجَ النَّبِيُّ (ص) فَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ثُمَّ دَخَلَ، فَقَالَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص): فَإِنِّيْ سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ، ثُمَّ خَرَجَ فَقَالَ: إِنِّيْ قُلْتُ لَكُمْ إِنِّيْ سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ، أَلَا إِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ.

Berkumpullah, sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al-Qur’an,” maka orang-orang pun berkumpul, kemudian Nabi s.a.w. pun keluar dan membaca “qul huwallāhu aḥad…” kemudian beliau masuk, maka sebagian dari kami berkata kepada sebagian yang lain: “Rasulullah s.a.w. menyatakan: “Aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al-Qur’an.” Kemudian Nabi s.a.w. pun keluar dan bersabda: “Sesungguhnya aku telah mengatakan kepada kalian bahwa aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al-Qur’an, sungguh itu (Surah al-Ikhāsh) setara dengan sepertiga al-Qur’an.” (367).

Imam Ahmad, al-Bukhari, dan keduanya meriwayatkan dari Abu Sa‘id-il-Khudri, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: (وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ) “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman Tangan-Nya, sesungguhnya itu setara (menyamai) sepertiga al-Qur’an.” Yaitu: “qul huwallāhu aḥad…” (368).

Imam Ahmad, al-Bukhari, dan selain keduanya juga meriwayatkan dari Abu Sa‘id, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda kepada para sahabat beliau: (أَيَعْجُزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِيْ لَيْلَةٍ؟ فَشَقَّ ذلِكَ عَلَيْهِمْ وَ قَالُوْا: أَيُّهَا يُطِيْقُ ذلِكَ؟ فَقَالَ: اللهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ) “Apakah setiap orang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga al-Qur’an setiap malam?” hal itu dirasa memberatkan mereka, maka mereka pun berkata: “Lantas siapa di antara kami yang mampu?” Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allāh-ul-wāḥid-ush-shamad (Surah al-Ikhlāsh) adalah sepertiga al-Qur’an.” (369).

Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari hadits Abu Darda’ riwayat yang serupa. Riwayat yang seperti ini telah diriwayatkan dengan sanad yang shaḥīḥ dari hadits Abu Hurairah, hadits Ibnu Mas‘ud, dan hadits Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith. Juga telah diriwayatkan hadits-hadits yang seperti ini dari selain mereka dengan berbagai macam jalur periwayatan (sanad) yang sebagiannya ḥasan, dan sebagian lainnya dha‘īf.

Sekalipun tidak ada riwayat mengenai keutamaan surah ini kecuali dari hadits ‘A’isyah dalam riwayat al-Bukhari, Muslim, dan selain keduanya: bahwa Nabi s.a.w. mengutus seseorang dalam peperangan, ia menjadi imam dan membacakan kepada para sahabat beliau dalam shalat surah-surah yang lain dan selalu mengakhiri dengan “qul huwallāhu aḥad…”. Kemudian setelah mereka kembali, mereka menceritakan itu kepada Rasulullah s.a.w., dan Rasulullah s.a.w. pun berkata: (سَلُوْهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذلِكَ؟) “Tanyakanlah kepadanya mengapa ia melakukan itu?” maka mereka pun menanyakannya, dan ia menjawab: “Karena itu adalah sifat Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku cinta untuk membacanya.” Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: (أَخْبِرُوْهُ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُحِبُّهُ) “Beritahulah ia bahwa Allah ta‘ala mencintainya. (370). Ini adalah lafazh al-Bukhari di dalam bahasan tentang tauhid.

Al-Bukhari juga meriwayatkan di dalam bahasan tentang shalat, dari hadits Anas, ia berkata: Seseorang dari kalangan Anshar menjadi imam untuk mereka di masjid Quba, dan setiap kali ia memulai membaca surah, ia membacakannya di dalam shalat, ia senantiasa memulai dengan membaca “qul huwallāhu aḥad…” hingga selesai, kemudian membaca surah yang lain bersamanya, ia melakukan itu pada setiap rakaat. Maka para sahabat pun berbicara kepadanya dan mengatakan: “Sesungguhnya engkau memulai dengan surah ini, apakah engkau berpendapat bahwa itu tidak cukup sehingga engkau membaca surah yang lainnya, semestinya engkau membacanya atau meninggalkannya dan membaca surah yang lainnya saja.” Ia pun berkata: “Aku tidak akan meninggalkannya, jika kalian suka aku mengimami kalian dengan itu, maka aku akan melakukannya, jika kalian tidak suka maka aku akan meninggalkan kalian.” Namun mereka menilai bahwa ia adalah orang yang paling baik di antara mereka dan mereka tidak suka menjadikan orang lain untuk menjadi imam mereka. Kemudian tatkala Nabi s.a.w. datang kepada mereka, mereka pun menceritakan hal itu kepada beliau, dan beliau bertanya: (يَا فُلَانُ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ وَ مَا حَمَلَكَ عَلَى لُزُوْمِ هذِهِ السُّوْرَةِ فِيْ كُلِّ رَكَعَةٍ؟ فَقَالَ: إِنِّيْ أُحِبُّهَا قَالَ: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ) “Wahai Fulan, apa yang membuatmu enggan melakukan apa yang diperintahkan sahabat-sahabatmu? Dan apa yang membuatmu selalu membaca surah ini pada setiap raka‘at? Ia pun menjawab: “Sesungguhnya aku mencintainya,” Maka Rasulullah s.a.w. pun bersabda: “Cintamu kepadanya akan memasukkanmu ke dalam surga.” (371). Telah diriwayatkan dengan redaksi ini pula oleh selain al-Bukhari melalui jalur periwayatan yang lain.

 

Catatan:

Tidak ada.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *