Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Mishbah (4/4)

KELOMPOK 3 AYAT 36-44. فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَ. عَنِ الْيَمِيْنِ وَ عَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ. أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍ. كَلَّا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ. فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَ الْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُوْنَ. عَلَى أَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَ مَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ. فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَ يَلْعَبُوْا حَتَّى يُلَاقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ. يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَى نُصُبٍ يُوْفِضُوْنَ. خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Mishbah (3/4)

AYAT 29-35. 70: 29. Dan orang-orang yang mereka itu menyangkut kemaluan mereka adalah pemelihara-pemelihara, 70: 30. kecuali terhadap pasangan-pasangan mereka atau budak wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidaklah dicela. 70: 31. Barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah pelampau-pelampau batas. 70: 32. Dan orang-orang yang terhadap amanat-amanat mereka dan perjanjian mereka adalah pemelihara-pemeliharan(nya), 70: 33. dan orang-orang yang mereka itu terhadap kesaksian mereka adalah penegak-penegak(nya), 70:…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Mishbah (2/4)

KELOMPOK 2   AYAT 19-35. إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا. وَ إِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا. إِلَّا الْمُصَلِّيْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُوْنَ. وَ الَّذِيْنَ فِيْ أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌ. لِّلسَّائِلِ وَ الْمَحْرُوْمِ. وَ الَّذِيْنَ يُصَدِّقُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ. إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذلِكَ

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir al-Mishbah (1/4)

Surah al-Ma‘ārij Surah ini terdiri dari 44 ayat. Surah ini dinamakan AL-MA‘ĀRIJ, yang berarti “Tempat Naik”, yang diambil dari ayat 3.   Surah al-Ma‘ārij Ayat-ayat surah ini disepakati turun sebelum Nabi s.a.w. berhijrah ke Madīnah. Ada yang mengecualikan ayat 24, tetapi pendapat ini tidak dinilai kuat. Dalam kitab-kitab sunnah, surah ini dinamai surah Sa’ala Sā’il(un), sedang dalam berbagai mushḥaf, namanya adalah surah al-Ma‘ārij. Ada juga riwayat yang menamainya surah al-Wāqi‘…

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir al-Mishbah

Surah Tabbat Surah Tabbat terdiri dari 5 ayat. Kata TABBAT, yang berarti “Binasalah” diambil dari ayat pertama. Surah Tabbat Surah ini disepakati turun di Makkah sebelum Nabi berhijrah ke Madīnah. Terdapat beberapa nama untuk kumpulan ayat-ayat yang berbicara tentang Abū Lahab ini. Dalam banyak Mushḥaf namanya adalah surah Tabbat sesuai dengan kata pertama ayatnya. Dalam beberapa Mushḥaf ia dinamai surah al-Masad (sabut penjerat). Sementara mufassir menamainya surah Abū Lahab. Tema…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir al-Mishbah (2/2)

AYAT 2 “Allah tumpuan harapan.” Setelah ayat yang lalu menjelaskan tentang dzāt, shifāt, dan perbuatan Allah Yang Maha Esa, ayat di atas menjelaskan kebutuhan makhluk kepada-Nya, yakni hanya Allah Yang Maha Esa itu adalah tumpuan harapan yang dituju oleh semua makhluk guna memenuhi segala kebutuhan, permintaan mereka, serta bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Kata (الصَّمَدُ) ash-shamad terambil dari kata kerja (صمد) shamada yang berarti menuju. Ash-Shamad adalah…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir al-Mishbah (1/2)

Surah al-Ikhlāsh Surah al-Ikhlāsh terdiri dari 4 ayat. Kata AL-IKHLĀSH, yang berarti “Suci”atau “Murni” karena surah ini menggambarkan ke-Esa-an dan kemurnian Allah s.w.t. Surah al-Ikhlāsh Menurut mayoritas ulama, surah ini Makkiyyah. Ia turun sebagai jawaban atas pertanyaan sementara kaum musyrikin yang ingin mengetahui bagaimana Tuhan yang disembah oleh Nabi Muḥammad s.a.w. Ini karena mereka menyangka bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu serupa dengan berhala-berhala mereka. Ada juga riwayat yang menyatakan…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Mishbah (4/4)

AYAT 25. 71: 25. Disebabkan dosa-dosa mereka, mereka ditenggelamkan lalu mereka dimasukkan (ke) neraka, maka mereka tidak mendapat buat mereka – selain Allah – penolong-penolong. Allah menyambut doa Nabi Nūḥ a.s. itu – sambil menjelaskan mengapa mereka dijatuhi siksa. Allah berfirman: Hanya disebabkan dosa-dosa mereka sehingga mereka ditenggelamkan oleh topan dan banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu – bukan karena doa Nabi Nūḥ – lalu, segera setelah…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Mishbah (3/4)

AYAT 15-16, 71: 15. Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis? 71: 16. Dan Dia menjadikan padanya bulan (sebagai) nūr dan menjadikan matahari pelita? Setelah ayat yang lalu mengajak manusia memperhatikan dirinya, ayat di atas mengajaknya untuk memperhatikan alam raya, yang dimulai dengan langit. Allah berfirman: Tidakkah kamu melihat, yakni memperhatikan, bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit yang demikian indah dan teliti serta berlapis-lapis? Dan Dia menjadikan…