Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir al-Mishbah (2/2)

AYAT 2 “Allah tumpuan harapan.” Setelah ayat yang lalu menjelaskan tentang dzāt, shifāt, dan perbuatan Allah Yang Maha Esa, ayat di atas menjelaskan kebutuhan makhluk kepada-Nya, yakni hanya Allah Yang Maha Esa itu adalah tumpuan harapan yang dituju oleh semua makhluk guna memenuhi segala kebutuhan, permintaan mereka, serta bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Kata (الصَّمَدُ) ash-shamad terambil dari kata kerja (صمد) shamada yang berarti menuju. Ash-Shamad adalah…

Surah an-Nas 114 ~ Tafsir al-Mishbah

Surah an-Nās Surah ini terdiri dari 6 ayat. Kata AN-NĀS, yang berarti “Manusia”, diambil dari ayat pertama.   Surah an-Nās Surah ini serangkai dengan surah sebelumnya, yaitu surah al-Falaq. Ia turun sesudah surah al-Falaq. Bagi yang berpendapat bahwa surah al-Falaq Madaniyyah, mereka juga menyatakan bahwa surah an-Nas pun demikian. Begitu juga yang menyatakan bahwa al-Falaq Makkiyyah, mereka menilai surah ini Makkiyyah. Rujuklah ke QS. al-Falaq untuk mengetahui alasan masing-masing. (481)…

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir al-Mishbah

Surah Tabbat Surah Tabbat terdiri dari 5 ayat. Kata TABBAT, yang berarti “Binasalah” diambil dari ayat pertama. Surah Tabbat Surah ini disepakati turun di Makkah sebelum Nabi berhijrah ke Madīnah. Terdapat beberapa nama untuk kumpulan ayat-ayat yang berbicara tentang Abū Lahab ini. Dalam banyak Mushḥaf namanya adalah surah Tabbat sesuai dengan kata pertama ayatnya. Dalam beberapa Mushḥaf ia dinamai surah al-Masad (sabut penjerat). Sementara mufassir menamainya surah Abū Lahab. Tema…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Mishbah

Surah al-Falaq Surah al-Falaq terdiri dari 5 ayat. Kata AL-FALAQ, yang berarti “Yang terbelah”, diambil dari ayat pertama.   Surah al-Falaq Mayoritas ulama berpendapat bahwa surah ini Makkiyyah, yakni turun sebelum Nabi s.a.w. berhijrah ke Madīnah. Pendapat ini berdasarkan Sabab Nuzūl yang menyatakan bahwa kaum musyrikin Makkah berusaha mencederai Nabi dengan apa yang dinamai ‘ain (mata), yakni pandangan mata yang merusak. Ada kepercayaan di kalangan masyarakat tertentu bahwa mata melalui…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Mishbah (Bagian 2)

AYAT 2 “Dari kejahatan yang diciptakan.” Setelah ayat yang lalu mengajarkan agar memohon perlindungan kepada Allah Pembelah (Pencipta segala sesuatu termasuk pagi yang kuasa membelah kegelapan malam), ayat di atas menjelaskan tujuan permohonan perlindungan itu, yakni dari kejahatan semua makhluk yang diciptakan-Nya. Kata (شَرّ) syarr pada mulanya bearti buruk dan atau mudharat. Ia adalah lawan dari (خَيْر) khair/baik. Ibn-ul-Qayyīm dalam tafsirnya mengemukakan bahwa asy-syarr mencakup dua…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Mishbah (Bagian 3)

AYAT 4 “Dan dari kejahatan peniup-peniup pada buhul-buhul.” Ayat yang lalu merupakan permohonan perlindungan dari kejahatan (keburukan) yang terjadi pada waktu tertentu, dan kini melalui ayat di atas yang dimohonkan adalah perlindungan dari ulah sementara orang yang dapat menjerumuskan kepada kesulitan, mudharat, dan penyakit. Yakni, dari kejahatan dan keburukan peniup-peniup pada buhul-buhul. Kata (النَّفَّاثَاتُ) an-naffātsāt adalah bentuk jama‘ dari kata (النَّفَّاثَةُ) an-naffātsah yang terambil dari akar…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Mishbah (Bagian 4)

AYAT 5 “Dan dari kejahatan pengiri jika ia iri.” Salah satu sebab utama dari lahirnya kejahatan dan upaya memisahkan antara seseorang dan teman atau pasangannya adalah iri hati. Karena itu, permohonan ayat yang lalu dilanjutkan oleh ayat di atas dengan menyatakan: Dan, di samping itu, aku juga bermohon perlindungan Allah dari kejahatan pengiri dan pendengki jika ia iri hati dan mendengki. Kata (حَسَد) ḥasad adalah iri hati atas…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (1/5)

Surah al-Jinn Surah ini terdiri dari 28 ayat. Surah ini dinamakan AL-JINN, yang berarti “Bangsa Jinn”, diambil dari ayat pertama.   Surah al-Jinn Ayat-ayat surah ini disepakati turun sebelum hijrahnya Nabi Muḥammad s.a.w. ke Madīnah. Ia diduga turun pada tahun ke-10 atau ke-11 dari kenabian, yakni sekitar tiga tahun sebelum hijrah. Ibn Isḥāq menyebutkan bahwa surah ini turun setelah Nabi s.a.w. kembali dari Thā’if untuk menemui suku Tsaqīf dan yang…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (2/5)

AYAT 4-5 072: 4. Dan bahwa: Yang picik dari kami selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang melampaui batas, 072: 5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jinn sekali-kali tidak akan mengatakan terhadap Allah suatu kebohongan.   Ayat-ayat yang lalu merekam ucapan iblīs yang intinya mengakui kebesaran Allah dan menolak segala macam ketidaksempurnaan yang dinisbatkan kepada-Nya. Ayat di atas melanjutkan ucapan jinn yang menyatakan dan bahwa; Yang picik dan kurang…