Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir al-Wasith

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   SŪRAT-UL-IKHLĀSH MENGESAKAN DAN MEMAHASUCIKAN ALLAH s.w.t. Prinsip utama dalam akidah adalah memberitahukan tauḥīd (mengesakan Allah s.w.t.), memahasucikan-Nya dari apa pun yang tidak layak bagi-Nya, mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati. Inilah titik tolak dan inti keimanan. Untuk itu, siapa pun yang tidak beriman pada keesaan Allah s.w.t., tidak beriman bahwa Ia adalah Tuhan dan…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir Ibni Katsir (3/3)

Hadis yang menceritakan tentang memperbanyak bacaan sūrat-ul-Ikhlāsh dalam semua keadaan. Al-Hafizh Abu Ya‘la mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq al-Musayyabi, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, dari al-A‘la ibnu Muhammad ats-Tsaqafi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Anas ibnu Malik mengatakan bahwa ketika kami sedang bersama Rasulullah s.a.w. di medan Tabuk, maka terbitlah matahari dengan sinar dan cahayanya yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Lalu datanglah Malaikat…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir Ibni Katsir (2/3)

Hadis lain. Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Waqi‘, dari Sufyan, dari Abu Qais, dari ‘Amr ibnu Maimun, dari Abu Mas‘ud r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ.Qul Huwallāhu Aḥad (sūrat-ul-Ikhlāsh) sebanding dengan sepertiga al-Qur’an.” Ibnu Majah telah meriwayatkan hal yang sama dari ‘Ali ibnu Muhammad ath-Thanafisi, dari Waqi‘ dengan sanad yang sama. Dan Imam Nasa’i meriwayatkannya di…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir Ibni Katsir (1/3)

Sūrat-ul-Ikhlāsh (Memurnikan Keesaan Allah) Makkiyyah, 4 ayat Turun sesudah Sūrat-un-Nās   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, Lagi Maha Penyayang Latar Belakang Turunnya Surat dan Keutamaannya Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa‘id alias Muhammad ibnu Maisar ash-Shaghani, telah menceritakan kepada kami Abu Ja‘far ar-Razi, telah menceritakan kepada kami ar-Rabi‘ ibnu Anas, dari Abu ‘Aliyyah, dari Ubay bin Ka’ab bahwa orang-orang musyrik pernah berkata…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir ath-Thabari

SŪRAH AL-IKHLĀSH بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ. وَ لَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ 112:1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. 112:2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 112:3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, 112:4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (Sūrat-ul-Ikhlāsh [112]: 1-4). Disebutkan bahwa orang-orang musyrik bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal Rabb…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (3/3)

Firman Allah s.w.t.: وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدُ “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 4). Mereka berkata: (كُفُؤًا), (كُفُوًا) dan (كفاء) adalah semakna, yaitu (المثل) “seumpama, semisal, setara). Terdapat beberapa pendapat mufassir tentang makna ayat ini, dan semuanya berporos pada makna nafi (peniadaan) yang semisal. Diriwayatkan dari Ka‘b dan ‘Athā’, bahwa maknanya adalah, tidak ada…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (2/3)

Firman Allah s.w.t.: اللهُ الصَّمَدُ “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 2). Sebagian mufassir berkata: “Ayat ini ditafsirkan oleh ayat sesudahnya: (لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ) “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 3). Ibnu Katsīr berkata: “Ini adalah makna yang bagus.” Sebagian ulama berkata: “Maknanya adalah, Dialah yang sangat mulia dan sempurna dari segala sesuatu.” Ada yang berpendapat: “Maknanya…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (1/3)

سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ  AL-IKHLĀSH (Memurnikan Keesaan Allah) Surah ke 112: 4 ayat.   Firman Allah s.w.t.: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ “Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 1). Mengenai lafazh (الْأَحَدُ) “Yang Maha Esa”, al-Qurthubī berkata: “Maksudnya yang satu lagi tunggal, yang tidak memiliki bandingan, tidak memiliki tandingan, tidak memiliki istri, tidak memiliki anak, dan tidak memiliki sekutu.” Semua makna tersebut benar pada hak Allah s.w.t. Asal…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir al-Mishbah (2/2)

AYAT 2 “Allah tumpuan harapan.” Setelah ayat yang lalu menjelaskan tentang dzāt, shifāt, dan perbuatan Allah Yang Maha Esa, ayat di atas menjelaskan kebutuhan makhluk kepada-Nya, yakni hanya Allah Yang Maha Esa itu adalah tumpuan harapan yang dituju oleh semua makhluk guna memenuhi segala kebutuhan, permintaan mereka, serta bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Kata (الصَّمَدُ) ash-shamad terambil dari kata kerja (صمد) shamada yang berarti menuju. Ash-Shamad adalah…