Hati Senang

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir al-Qurthubi (2/2)

Firman Allah: مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَ مَا كَسَبَ. “Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” (Sūrat al-Lahab [111], Ayat: 2).   Untuk ayat ini hanya dibahas satu masalah saja, yaitu: Firman Allah s.w.t.: (مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَ مَا كَسَبَ.) “Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” Yakni, segala harta yang ia miliki dan semua kehormatan yang ia cari, tidak akan…

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir al-Qurthubi (1/2)

SURAH AL-LAHAB بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَ تَبَّ. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (Sūrat al-Lahab [111], Ayat: 1).   Mengenai ayat ini dibahas tiga masalah: Pertama: Firman Allah s.w.t.: (تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ) “Binasalah kedua tangan Abu Lahab.” Dalam kitab shaḥīḥ-ul-Bukhārī dan shaḥīḥu Muslim disebutkan (785), sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbas, lafazh Imam Muslim, Ibnu ‘Abbas berkata: setelah diturunkannya…

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir al-Munir (az-Zuhaili) (1/2)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   SURAH AL-LAHAB MAKKIYYAH, LIMA AYAT Penamaan Surah Dinamakan juga surah al-Masad karena diakhir surah, Allah s.w.t. berfirman: (فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ) yakni di leher Ummu Jamil, istri Abu Lahab terdapat tali dari serabut yang melilit. Surah ini juga dinamakan surah Tabbat karena firman Allah di permulaan surah (تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Qurthubi (6/6)

Firman Allah: مِمَّا خَطِيْئَاتِهِمْ أُغْرِقُوْا فَأُدْخِلُوْا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوْا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللهِ أَنْصَارًا. 71: 25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. (Qs. Nūḥ [71]: 25).   Firman Allah ta‘ālā: (مِمَّا خَطِيْئَاتِهِمْ أُغْرِقُوْا) “Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan.” (مَا) adalah shillah yang diperkuat (diberikan taukīd), Makna firman Allah itu adalah: karena kesalahan-kesalahan mereka. Al-Farrā’ berkata:…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Qurthubi (5/6)

Firman Allah: وَ قَالُوْا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَ لَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَ لَا سُوَاعًا وَ لَا يَغُوْثَ وَ يَعُوْقَ وَ نَسْرًا. وَ قَدْ أَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَ لَا تَزِدِ الظَّالِمِيْنَ إِلَّا ضَلاَلًا. 71: 23. Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwā‘, yaghūts, ya‘ūq dan nasr”. 71: 24. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Qurthubi (4/6)

Firman Allah: وَ اللهُ أَنْبَتَكُمْ مِّنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا. ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَ يُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا. 71; 17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, 71: 18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. (Qs. Nūḥ [71]: 17-18).   Maksudnya adalah Nabi Ādam yang diciptakan dari semua permukaan tanah. Demikianlah yang dikatakan oleh Ibnu Juraij. Pada surah al-An‘ām dan surah al-Baqarah (180)…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Qurthubi (3/6)

Firman Allah: مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُوْنَ للهِ وَقَارًا. وَ قَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا. 71: 13. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71: 14. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. (Qs. Nūḥ [71]: 13-14).   Menurut satu pendapat, ar-rajā’ (تَرْجُوْنَ) di sini berarti takut. Maksudnya, mengapa kamu tidak takut kepada Allah, yakni akan keagungan dan kekuasaan-Nya untuk dapat menghukum salah seorang dari kalian. Jelaskan, alasan…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Qurthubi (2/6)

Firman Allah: ثُمَّ إِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا. ثُمَّ إِنِّيْ أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَ أَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا. 71: 8. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. 71: 9. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam. (Qs. Nūḥ [71]: 8-9).   Firman Allah ta‘ālā: (ثُمَّ إِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا) “Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,” yakni terang-terangan menyeru mereka. Lafazh…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Qurthubi (1/6)

SŪRATU NŪḤ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Firman Allah: إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ. 71: 1. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya ‘adzab yang pedih.” (Qs. Nūḥ [71]: 1).   Pada awal surah al-A‘rāf (166) sudah dijelaskan bahwa Nabi Nūḥ adalah rasūl yang pertama kali diutus. Hal itulah yang diriwayatkan oleh Qatādah dari…
Lewat ke baris perkakas