Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (3/3)

Ahmad bin Manshur ar-Ramadi menceritakan kepada kami, ia berkata: Abul-Jawwa menceritakan kepada kami dari ‘Ammar bin Ruzaiq, dari Abu Ishaq, dari Haritsah bin Mudharrib, dari Abul-‘Abidain, dari ‘Abdullah, ia berkata: Kami para sahabat Muhammad pernah membicarakan tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna” yaitu periuk, kapak, dan ember.” (2280).Abu Bakar berkata: Abul-Jawwab mengatakan, dan ini diselisihi oleh Zuhair bin Mu‘awiyah, sebagai berikut:Al-Hasan-ul-Asyyab menceritakan kepada kami, ia berkata: Zuhair…

Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (2/3)

Firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” maksudnya adalah, dan menghalangi manusia dari manfaat-manfaat yang ada pada mereka. Asal makna al-mā‘ūn adalah segala sesuatu yang bermanfaat. Air yang turun dari awan disebut mā‘ūnuhu. Dari pengertian ini terdapat ungkapan al-A‘sya bani Tsa‘labah berikut ini: (2243):بِأَجْوَدَ مِنْهُ بِمَاعُوْنِهِ إِذَا مَا سَمَاؤُهُمُ لَمْ تَغِمْ“Dengan air awan terbaik darinya, kendati langit mereka tidak berawan.” (2244). Ada pula…

Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (1/3)

SŪRAT-UL-MĀ‘ŪN   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. أَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ. فَذلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ. وَ لَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ. فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاؤُوْنَ. وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ 107:1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 107:2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 107:3. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang-orang miskin, 107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, 107:5. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, 107:6.…

Surah al-Kautsar 108 ~ Tafsir ath-Thabari (3/3)

Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah, laksanakanlah shalat ‘Id pada hari Naḥr dan sembelihlah hewan Qurbanmu. Mereka yang berpendapat demikian menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini:Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Harun bin al-Mughirah menceritakan kepada kami dari Anbasah, dari Jabir, dari Anas bin Malik, ia berkata: “Dulunya Nabi s.a.w. menyembelih (hewan Qurban) sebelum shalat (‘Id), lalu beliau diperintahkan untuk shalat (lebih dulu), kemudian menyembelih.” (2379). Abu Kuraib menceritakan kepada…

Surah al-Kautsar 108 ~ Tafsir ath-Thabari (2/3)

Menurut saya, pendapat yang benar di antara pendapat-pendapat tadi adalah pendapat yang menyebukan bahwa al-Kautsar merupakan nama sungai yang diberikan kepada Rasulullah s.a.w. di surga. Allah menyebutkan dengan sebutan katsrah (banyak) karena keberadaannya yang agung. Kami katakan bahwa pendapat itu yang paling ulama, karena banyaknya khabar dari Rasulullah s.a.w. yang menyatakan demikian, antara lain:Ahmad bin al-Miqdam al-‘Ajali menceritakan kepada kami, ia berkata: al-Mu‘tamir menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku…

Surah al-Kautsar 108 ~ Tafsir ath-Thabari (1/3)

SŪRAT-UL-KAUTSAR   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَ انْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ. 108:1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. 108:2. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. 108:3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (Sūrat-ul-Kautsar [108]: 1-3).   Allah ta‘ala berfirman: (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ) “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu,” hai Muhammad (الْكَوْثَرَ.) “nikmat yang banyak”. Para ahli tafsir berbeda…

Surah al-Kafirun 109 ~ Tafsir ath-Thabari

SŪRAT-UL-KĀFIRŪN   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ. وَ لَا أَنْتُمْ عَابِدُوْنَ مَا أَعْبُدُ. وَ لَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْ. وَ لَا أَنْتُمْ عَابِدُوْنَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَ لِيَ دِيْنِ 109:1. Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir. 109:2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 109:3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 109:4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang…

Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir ath-Thabari

SŪRAH AN-NASHR   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَ الْفَتْحُ. وَ رَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَ اسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا. 110:1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 110:2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. 110:3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. (Sūrat-un-Nashr [110]: 1-4)   Maksudnya adalah, apabila…

Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir al-Munir – Marah Labid

سُوْرَةُ النَّصْرِ SURAH AN-NASHR Nama lain dari surah an-Nashr adalah surah Taudhi‘, karena di dalamnya terkandung makna yang menunjukkan makna berpisah dengan dunia. Menurut Ibnu ‘Abbās surah ini merupakan surah yang terakhir diturunkan dan termasuk ke dalam kelompok surah Madaniyyah. Terdiri atas tiga ayat, dua puluh kalimat, dan tujuh puluh sembilan huruf.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang   إِذَا جَاءَ نَصْرُ
Lewat ke baris perkakas