3-7-4 Tahapan Rintangan – Pasal 3 | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal): Ringkasannya, apabila anda berpikir sehat, tentu anda menjadi tahu bahwa dunia ini tidak kekal. Dan manfaat dunia tidak akan dapat mengimbangi bahayanya, begitu pula hal-hal yang menyertainya, seperti kepayahan badan, kesibukan hati, kepedihan siksa, lamanya hisab di akhirat yang tidak akan sanggup anda tanggung. Apabila anda benar-benar menyadari akan kenyataan itu, tentu anda akan bersikap zuhud terhadap dunia. Anda akan menghindari untuk mengambilnya secara berlebihan, tetapi anda hanya akan…

3-7-3 Tahapan Rintangan – Pasal 2-2 | Minhaj-ul-Abidin

3. Perut. Perut, cukuplah bagi anda bahwa yang menjadi tujuan hidup anda adalah ibadah, sementara makanan merupakan biji amal, serta airnya, sehingga tumbuh dan bersemi. Jika bijinya buruk, tentu tanaman menjadi tidak baik, bahkan dikhawatirkan akan dapat merusak tanah, hingga anda tidak lagi bisa bertanam dan menghasilkan apapun dari tanah itu, selamanya. Dalam hal ini, telah sampai kepadaku mengenai Syaikh Ma‘rūf al-Karkhī berkata: “Jika anda berpuasa, perhatikanlah apa yang akan…

3-7-2 Tahapan Rintangan – Pasal 2-1 | Minhaj-ul-Abidin

Benar kata penyair dalam bait-bait syairnya yang begitu indah: تَوَقَّ نَفْسَكَ لاَ تَأْمَنْ غَوَائِلَهَا فَالنَّفْسُ أَخْبَثُ مِنْ سَبْعِيْنَ شَيْطَانًا. “Jagalah nafsumu, janganlah merasa aman dari kejahatan-kejahatannya Sebab nafsu lebih jahat daripada tujuh puluh setan.” Waspadalah – semoga Allah merahmati anda – terhadap nafsu yang selalu menipu dan mengajak berbuat kejahatan. Mantapkanlah hati anda untuk mengingkari ajakannya dalam keadaan apa pun, niscaya anda menjadi benar dan selamat, in syā’ Allāh. Kemudian…

3-7-1 Tahapan Rintangan – Pasal 1 | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal): Wahai manusia, hendaklah anda mencurahkan kemampuan seoptimal mungkin untuk menempuh pendakian atau tahapan yang agung dan panjang ini. Sebab, tahapan ini merupakan tahapan paling besar lagi sulit serta banyak mengeluarkan ongkos, juga banyak bahaya dan fitnahnya. Sesungguhnya orang yang mengalami kerusakan dan terputus dan jalan kebenaran, itu hanyalah disebabkan oleh pengaruh dunia, atau pengaruh lingkungan, atau godaan setan serta bujukan nafsu. Aku menjelaskan di dalam kitab-kitab karanganku, seperti dalam…

3-6-3 Tahapan Rintangan – Perut dan Penjagaannya | Minhaj-ul-Abidin

Jika ada yang mengatakan: “Keterangan tersebut berkaitan dengan barang haram. Sekarang, coba terangkan tentang segi halal dan sejauh mana batasan sikap berlebih-lebihan yang menyebabkan orang menjadi tertahan dan dihisab? Berapa ukuran yang dapat diambil seseorang, sehingga bisa dianggap beradab dan tidak berlebihan, sehingga tidak ada penahanan dan hisab?” Terhadap pertanyaan tersebut dikatakan sebagai jawaban, ketahuilah, bahwa mubah itu secara garis besarnya ada tiga macam, yaitu: Pertama: Jika seseorang mengambil barang…

3-6-2 Tahapan Rintangan – Perut dan Penjagaannya | Minhaj-ul-Abidin

Jika anda bertanya, jelaskanlah kepada kami terlebih dahulu mengenai hukum makan yang haram dan syubhat, batasan-batasan, dan definisinya. Sebagai jawabannya, adalah bahwa dalam hal ini sesungguhnya telah kuterangkan dalam kitab Asrāru Mu‘āmalat-id-Dīn, dan aku jelaskan secara tersendiri dalam kitab Iḥyā’ ‘Ulūm-id-Dīn. Sedangkan dalam kitab Minhāj-ul-‘Ābidīn ini, aku ingin memberikan penjelasan singkat, yang sekiranya dapat dimengerti oleh orang-orang masih lemah dan baru yang mulai belajar. Sebab, maksud kitab ini adalah agar…

3-6-1 Tahapan Rintangan – Perut dan Penjagaannya | Minhaj-ul-Abidin

Pasal 5: Perut dan Penjagaannya. Selanjutnya, wahai orang yang melaksanakan ibadah, terhadap perut anda wajib menjaga dan memperbaikinya. Sebab, perut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sulit diperbaiki, paling banyak biaya yang dibutuhkan dan paling banyak menyita kesibukan, paling besar mudharat dan pengaruhnya. Sebab, perut merupakan sumber penyakit, karena timbul berbagai perkara (aktivitas) pada anggota tubuh yang lain, seperti kekuatan dan kelemahan kondisi tubuh, kemauan memelihara diri dari perbuatan…

3-5-5 Tahapan Rintangan – Hati | Minhaj-ul-Abidin

Seandainya ada orang bertanya: “Kenapa diperbolehkan melakukan penetapan pada permulaan, tetapi wajib pasrah dan istitsna dalam menyempurnakan?” Kepadanya dikatakan sebagai jawabnya: “Karena tidak ada kekhawatiran dalam permulaan, sebab amal pada permulaan itu bukan suatu hal yang belum terjadi. Sedangkan dalam keadaan menyempurnakan terhadap kekhawatiran, karena menyempurnakan amal adalah suatu hal yang berada di belakang (baru akan dilaksanakan). Dengan demikian, maka dalam penyempurnaan itu terdapat dua kekhawatiran, yaitu: Kekhawatiran bisa sampai…

3-5-4 Tahapan Rintangan – Hati | Minhaj-ul-Abidin

Sombong. Sesungguhnya sombong merupakan perbuatan yang membinasakan. Bukankah anda telah mendengar firman Allah s.w.t.: أَبَى وَ اسْتَكْبَرَ وَ كَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ. Artinya: “Iblis enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (al-Baqarah: 34). Kesombongan ini, bukan saja merusak amal, seperti halnya sifat-sifat tercela lainnya. Tetapi juga membahayakan masalah pokok akidah, merusak agama dan iktikad. Apabila sifat itu telah menjadi kuat dan menguasai diri seseorang, tidaklah dapat diperbaiki.…