Hati Senang

38 Kemandirian Seorang Anak – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-38 Kemandirian Seorang Anak   عَنِ الْمِقْدَامِ (ر) عَنْ رَسُوْلِ اللهِ (ص) قَالَ: مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلَ يَدِهِ وَ إِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوَدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ. Artinya: Diriwayatkan dari al-Miqdam, Rasul pernah bersabda: “Tidak ada makanan yang lebih baik untuk seseorang melebihi makanan yang dihasilkan oleh tangannya sendiri. Nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri.” (H.R.…

37 Berlaku dan Bersikap Jujur – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-37 Berlaku dan Bersikap Jujur   عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص): عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَ إِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا وَ إِيَّاكُمْ وَ الْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ وَ إِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يُكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ

36 Membuang Gangguan di Jalan – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-36 Membuang Gangguan di Jalan   عَنْ أَبِيْ بَرْزَةَ قَالَ: قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ عَلِّمْنِيْ شَيْئًا أَنْتَفِعُ بِهِ قَالَ: اعْزِلِ الأَذَى عَنْ طَرِيْقِ الْمُسْلِمِيْنَ. Artinya: Diriwayatkan dari Abu Barzah, dia berkata: “Wahai Nabi, ajari saya sesuatu yang berguna buat saya.” Rasulullah bersabda: “Singkirkan gangguan di jalanan!” (H.R. Muslim).   Keterangan: Peduli sosial adalah nilai yang perlu ditanamkan ke dalam pribadi anak. Sebagai contoh, ketika sedang berjalan dan…

35 Bebas Dari Khamar – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-35 Bebas Dari Khamar   عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ (ص) قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ. Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Rasul pernah bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar hukumnya haram.” (H.R. Muslim).   Keterangan: Fenomena mabuk-mabukan kian lama kiannya tidak semakin surut melainkan bertambah. Berbagai jenis obat yang memabukkan mudah diperoleh di “pasar gelap”. Tidak sedikit biaya dikeluarkan oleh…

34 Tiga Dosa Terbesar – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-34 Tiga Dosa Terbesar   عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِيْ بَكْرَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: كُنَّا عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ (ص) فَقَالَ: أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلاَثًا الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَ عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَ شَهَادَةُ الزُّوْرِ وَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) مَتَّكِئًا فَجَلَسَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ. Artinya: Diriwayatkan dari ‘Abdur-Rahman bin Abu Bakrah, dari ayahnya, ia berkata: Kami pernah berada di sisi Rasulullah, dia bersabda: “Perhatikan, aku akan

33 Menyuruh Shalat – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-33 Menyuruh Shalat   عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص): مُرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَ هُمْ أَبْنَاءُ سَبْعٍ سِنِيْنَ وَ اضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَ هُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَ فَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ. Artinya: Dari ‘Amr bin Syu‘aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: Rasul pernah bersabda: “Suruh anakmu shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah (jika tak shalat) ketika ia sudah berumur sepuluh

32 Ikhlas Beribadah- Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-32 Ikhlas Beribadah   صَلِّ صَلاَةَ مُوَدِّعٍ، كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ كُنْتَ لاَ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ، وَ أَيْأَسْ مِمَّا فِيْ أَيْدِي النَّاشِ تَعِشْ غَنِيًّا وَ إِيَّاكَ وَ مَا يُعْتَذَرُ مِنْهُ. Artinya: “Shalatlah kamu seperti shalatnya orang yang hendak pergi selamanya, dan seolah-olah kau sedang melihat Allah, jika kau tidak dapat melihatnya, Dia pasti melihatmu. Putuskanlah rasa ketergantungan dirimu dari orang lain, niscaya kau hidup dalam kekayaan (jiwa), dan waspadalah

031 Berilah Keterampilan – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-31 Berilah Keterampilan   حَقُّ الْوَلَدِ عَلَى الْوَالِدِ أَنْ يُعَلِّمَهُ الْكِتَابَةَ وَ السِّبَاحَةَ وَ الرِّمَايَةَ، وَ أَنْ لاَ يَرْزُقَهُ إِلاَّ طَيِّبًا. Artinya: “Hak anak yang harus ditunaikan orang tuanya adalah: mengajari anaknya menulis, berenang, melempar busur panah, dan memberi rezeki dari harta yang baik.” (H.R. al-Baihaqi).   Keterangan: Sebagai orang tua, seseorang harus punya jiwa pantang menyerah dalam mendidik anak, mulai dari hal-hal kecil hingga yang besar.…

030 Meridhai Anak – Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati

Hadits ke-30 Meridhai Anak   إِنَّهُ مَنْ تَرَضَّى صَبِيًّا صَغِيْرًا مِنْ نَسْلِهِ حَتَّى يَرْضَى تَرْضَاهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَرْضَى. Artinya: “Siapa meridhai anak kecil yang berasal dari keturunannya (anak kandung) sehingga anak itu ridha pula kepadanya maka Allah meridainya di Hari Kiamat nanti.” (H.R. Ibnu ‘Asakir, dari Watsilah Ibnu Asqa’).   Keterangan: Dikatakan, ada orang tua (‘Utsman bin Mazh‘un) mencaci anak. Rasul pun bertanya: “Apakah anak kecil…
Lewat ke baris perkakas