Surah al-Qiyamah 75 ~ Tafsir Ibni Mas’ud

SŪRAT-UL-QIYĀMAH   يَقُوْلُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ، كَلَّا لَا وَزَرَ (Pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari?”. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!.) (Al-Qiyāmah [75]: 10-11) Al-Qurthubī: Ibnu Mas‘ūd berkata: “Tidak ada tempat berlindung.” (1224). Ibnu Katsīr: Ibnu Mas‘ūd dan Ibnu ‘Abbās dan selain keduanya berkata: “Tidak ada keselamatan.” (1225).   إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ. (Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.) (Al-Qiyāmah [75]: 12) Al-Qurthubī:…

Surah al-Qiyamah 75 ~ Tafsir Rahmat

75. AL-QIYĀMAH (HARI KIAMAT)   Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Jumlah ayatnya 40. Diturunkan sesudah Surat al-Qāri‘ah. Di antara isinya: Peristiwa hari kiamat adalah peristiwa amat besar. Allah menegaskan bahwa orang-orang musyrik yang mengingkari hari kiamat itu akan dikumpulkan kembali. Anggota tubuhnya akan menjadi saksi segala tingkah-lakunya. Manusia akan mati ketakutan pada hari kiamat itu. Mereka akan berkata, di manakah tempat lepas dari siksaan ini. Rasulullah s.a.w. tidak akan…

Surah al-Qiyamah 75 ~ Tafsir ash-Shabuni

075 SŪRAT-UL-QIYĀMAH   Pokok-pokok Kandungan Surat. Sūrat-ul-Qiyāmah termasuk surat Makkiyyah. Isinya menitikberatkan masalah hari kebangkitan dan hari pembalasan yang termasuk rukun iman. Secara khusus, surat ini mengedepankan hari kiamat dan praharanya, keadaan manusia ketika sekarat dan apa yang dialami oleh orang kafir di akhirat berupa kesulitan dan kepayahan. Itulah sebabnya surat ini disebut Sūrat-ul-Qiyāmah. Surat ini diawali dengan sumpah dengan hari kiamat dan nafsu yang suka mencela. Tujuan sumpah ingin…

Surah al-Qiyamah 75 ~ Tafsir al-Jalalain

075 SŪRAT-UL-QIYĀMAH Makkiyyah, 40 ayat Turun sesudah Sūrat-ul-Qāri‘ah   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ، 1. (لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ،) “Aku bersumpah dengan hari kiamat” huruf Lā di sini adalah huruf Zā’idah. وَ لَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ، 2. (وَ لَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ،) “Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali” dirinya sendiri sekalipun…