Surah adh-Dhuha 93 ~ Tafsir al-Jailani

Surah ke 093; 11 ayat Adh-Dhuḥā (waktu matahari sepenggalan naik).   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   Pembuka Surah adh-Dhuḥā Orang yang telah berada dalam kubah keagungan Ilahi dan meniadakan diri dalam identitas-Nya; pasti mengetahui bahwa semua keadaan hamba, akhlak mereka, dan perkembangan mereka – setelah mereka terbebas dari kebutuhan kemanusiaan dan disifati dengan toga (jubah; baju terusan; kaftan; gaun terusan…

Surah adh-Dhuha 93 ~ Tafsir al-Jalalain

093 SŪRAT-UDH-DHUḤĀ Makkiyyah, 11 ayat Turun sesudah Sūrat-ul-Fajrبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   وَ الضُّحَى. 1. (وَ الضُّحَى.) “Demi waktu Dhuḥā” yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari; atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya. وَ اللَّيْلِ إِذَا سَجَى. 2. (وَ اللَّيْلِ إِذَا سَجَى.) “Dan demi malam apabila telah sunyi” telah tenang, atau…

Surah adh-Dhuha 93 ~ Tafsir Ibni ‘Arabi

الضُّحَى ADH-DHUḤĀ Surah Ke-93: 11 Ayat   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.   وَ الضُّحَى. وَ اللَّيْلِ إِذَا سَجَى. مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَ مَا قَلَى. 093: 1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik, 093: 2. dan demi malam apabila telah sunyi, 093: 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci padamu, Allah bersumpah dengan cahaya dan kegelapan murni yang ajeg (al-qārrah ‘alā ḥālihā),…