2-23 Jangan Menanti Dirimu Terbebas dari Godaan – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

23. لَا تَتَرَقَّبْ فُرُوْغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُوْدِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيْمَا هُوَ مُقِيْمُكَ فِيْهِ “Jangan menanti dirimu terbebas dari godaan, karena penantian akan memutuskanmu dari murāqabah kepada Allah dalam maqām yang telah Dia tetapkan untukmu.” Maksudnya, jangan menunggu dengan amalmu datangnya waktu luang dari segala sesuatu selain Dia dan dari segala pikiran. Sikap itu akan membuatmu berhenti di perjalanan; akan memutus ‘ubūdiyyah waktumu dengan segala hukumnya. Namun, tegaklah…

2-22 Setiap Embus Napas yang Kau Keluarkan Pasti ada Ketentuan Allah atas Dirimu – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

22. مَا مِنْ نَفَسٍ تُبْدِيْهِ إِلَّا وَ لَهُ قَدَرٌ فِيْكَ يُمْضِيْهِ “Setiap embus napas yang kau keluarkan pasti ada ketentuan Allah atas dirimu” Napas dengan segala geraknya merupakan gerak diri yang paling halus di alam malakut dan alam syahadah. Dan tempat kembalinya pada momen paling lembut yang di dalamnya wujud manusia muncul sehingga ia menampakkan diri dengan segala sisi wujudnya. Muncul pula bersamanya segala yang telah ditetapkan al-Ḥaqq atas seorang…

2-21 Segala Urusan ada di Tangan Allah SWT – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

21. طَلَبُكَ مِنْهُ اتِّهَامٌ لَهُ وَ طَلَبُكَ لَهُ غَيْبَةٌ عَنْهُ مِنْكَ وَ طَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلَّةِ حَيَائِكَ مِنْهُ وَ طَلَبُكَ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُوْدِ بُعْدِكَ عَنْهُ “Ketika kau meminta dari-Nya berarti kau bercuriga kepada-Nya. Ketika kau mencari kepada-Nya, berarti kau lenyap dari-Nya. Ketika kau mencari selain Dia, berarti kau tak punya rasa malu kepada-Nya, dan ketika kau meminta dari selain Dia, berarti kau jauh dari-Nya.” Maksudnya, ketika kau memohon sesuatu yang kauingingkan…

2-20 Keraskanlah Usaha Pencarianmu & Jangan Biasakan Dirimu dengan Kemalasan – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

مَا أَرَادَتْ هِمَّةُ سَالِكٍ أَنْ تَقِفَ عِنْدَ مَا كُشِفَ لَهَا إِلَّا وَ نَادَتْهُ هَوَاتِفُ الْحَقِيْقَةِ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ “Ketika orang-orang yang mencari Tuhan ingin berhenti di maqam yang menjadi tempat mukasyafahnya, isyarat hakikat menyerunya dan berbisik: “Apa yang kaucari ada di depanmu”.” Ketika seorang murid ingin berhenti dengan tekadnya, sementara ia telah berada di tempat tersingkapnya sebagian pengetahuan dan ma‘rifat atau yang lainnya, seruan dari hamparan hakikat membisikinya dengan lisān…

2-19 Jangan Pernah Meminta Kepada-Nya untuk Mengeluarkanmu dari Suatu Keadaan – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

19. لَا تَطْلُبْ مِنْهُ أَنْ يُخْرِجَكَ مِنْ حَالَةٍ لِيَسْتَعْمِلَكَ فِيْمَا سِوَاهَا….. “Jangan pernah meminta kepada-Nya untuk mengeluarkanmu dari suatu keadaan dan kemudian menempatkanmu pada keadaan yang lain.” Alih-alih demikian, berdiri dan tegaklah di tempat berdiri yang telah ditetapkan Allah untukmu seraya meminta istiqāmah di dalamnya. Cukuplah semua itu bagimu. Sesungguhnya kau diperintah karena tiga alasan. Pertama, agar kau bisa menegakkan hak-hak kehambaanmu dengan penuh rida. Kedua, agar kau bisa menemukan…

2-18 Menunda Amal Menantikan Datangnya Waktu Luang Adalah Kebodohan Diri – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

18. إِحَالَتُكَ الْأَعْمَالَ عَلَى وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ “Menunda amal menantikan datangnya waktu luang adalah kebodohan diri.” Orang yang menunda-nunda untuk beramal merasa telah menggunakan akalnya padahal sepenuhnya ia mengabaikannya. Seorang hamba tak sepatutnya menunda-nunda amal. Ia harus memanfaatkan setiap waktu yang dimilikinya untuk beramal, tanpa menunggu datangnya waktu luang. Sesungguhnya apa yang diperbuat seorang hamba menjadi gambaran keadaan akalnya. Hakikatnya, orang yang meninggalkan amal itu disebut bodoh karena…

2-17 Keselamatan Diri dari Kebodohan itu Adalah Dengan Berserah Diri – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

BAB DUA Penjelasan tentang Maksud, Tawakkal dalam Upaya, dan Istiqāmah dalam Tawajjuh. Barang siapa memulai awal perjalanannya dengan kembali kepada Allah maka akhir perjalanannya akan berujung dalam wushul kepada-Nya. Barang siapa memulai awal perjalanannya dengan hukum ushul maka ia akan berujung pada pencapaian yang lebih unggul.   Kemudian Ibnu ‘Athā’illāh r.a. membuka bagian ini dengan penjelasan tentang mu‘āmalat. (40) Penyebutan riwayat hidup singkat pada bagian ini dimaksudkan sebagai pengagungan dan…

1-16 Allah s.w.t. Ada & Tidak Ada Sesuatu Pun Selain Dia – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

16. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ. “Bagaimana mungkin dikatakan bahwa Dia terhijab sesuatu sedangkan Dialah yang menampakkan segala sesuatu.” Sesungguhnya Dialah yang menampakkan segala sesuatu dari ketiadaan kepada wujūd. Ini merupakan dalil bagi segala maujūd, karena ia dikhususkan dengan kehendak-Nya, ditampakkan dengan kekuasaan-Nya, dikokohkan dengan hikmah-Nya, dan Dia tajallī di dalamnya dengan kasih-sayangNya.   16. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ

1-15 Ketiadaan Adalah Hijab Ketiadaan – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

15. مِمَّا يَدُلُّكَ عَلى وُجُوْدِ قَهْرِهِ سُبْحَانَهُ أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُوْدٍ مَعَهُ “Di antara yang menunjukkanmu terhadap wujūd keperkasaan-Nya adalah keterhijabanmu dengan segala sesuatu yang tidak wujūd bersama-Nya.” Pencarian petunjuk yang dilakukan para sālik dimaksudkan untuk mengokohkan hakikat dari tarikan nafsu, bukan untuk penetapan secara mutlak, karena tujuan mereka berkisar pada pencarian kesempurnaan setelah penetapan asal yang merupakan urusan mendasar. Dan telah ditetapkan dalam nash bahwa sesungguhnya Allah…
Keluarga Besar Majlis Dzikir Hatisenang Mengucapkan
Selamat Hari Raya 'Id-ul-Fithri 1440 H
close-link
Lewat ke baris perkakas