Surah al-Mursalat 77 ~ Tafsir asy-Syanqithi (2/2)

Firman Allah s.w.t.: أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا. أَحْيَاءً وَ أَمْوَاتًا. 77:25. Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, 77:26. Orang-orang hidup dan orang-orang mati? (al-Mursalāt [77]: 25-26)   Syaikh raḥimahullāh telah terlebih dahulu memaparkan hal ini dalam firman-Nya: (الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا) “(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu.” (Thāhā [20]: 53). (الكفات) adalah tempat berkumpul. Al-kiftu adalah tempat pengumpulan makhluk hidup yang ada di…

Surah al-Mursalat 77 ~ Tafsir asy-Syanqithi (1/2)

سُوْرَةُ الْمُرْسَلَاتِ  AL-MURSALĀT (Malaikat-malaikat Yang Diutus) Surah ke 77: 50 ayat.   Firman Allah s.w.t.: وَ الْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا. فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا. وَ النَّاشِرَاتِ نَشْرًا. فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا. فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا. عُذْرًا أَوْ نُذْرًا. 77:1. Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan, 77:2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, 77:3. dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya, 77:4. dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya, 77:5. dan (malaikat-malaikat)…

Surah al-Kautsar 108 ~ Tafsir asy-Syanqithi

سُوْرَةُ الْكَوْثَر AL-KAUTSAR (Nikmat yang Banyak) Surah ke 108: 3 ayat.   Firman Allah s.w.t.: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.” (Qs. al-Kautsar [108]: 1). Kata (الْكَوْثَر) adalah bentuk timbangan (فَوْعَلَ) dari kata (الكثرة). Lafazh (أَعْطَيْنَاكَ) juga dibaca (أَنْطَيْنَاكَ), dengan menukar huruf ‘ain menjadi huruf nūn, bukan huruf nūn yang ditukar menjadi huruf ‘ain, seperti…

Surah al-Kafirun 109 ~ Tafsir asy-Syanqithi

سُوْرَةُ الْكَافِرُوْنَ AL-KĀFIRŪN (Orang-orang Kafir) Surah ke 109: 6 ayat.   Firman Allah s.w.t.: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ. “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir.” (Qs. al-Kāfirūn [109]: 1). Itulah adalah seruan bagi orang-orang musyrik di Makkah manakala mereka menawarkan kepada Rasūlullāh s.a.w. untuk meninggalkan dakwahnya dan mereka jadikan beliau sebagai raja atas mereka, atau mereka berikan kepada beliau harta semau beliau dan sebagainya. Namun beliau menolak, maka mereka berkata: “Terimalah tawaran kami…

Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir asy-Syanqithi

سُوْرَةُ النَّصْرِ AN-NASHR (Pertolongan) Surah ke 110: 3 ayat.   Firman Allah s.w.t.: إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَ الْفَتْحُ. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.” (Qs. an-Nashr [110]: 1). Di sini disebutkan (النَّصْر) “pertolongan” dan (الْفَتْحُ) “kemenangan”, padahal keduanya saling terkait, sebab bersama setiap pertolongan ada kemenangan dan bersama setiap kemenangan ada pertolongan. Lalu, apakah keduanya saling melazimi? Sebagaimana kata (النَّصْر) di sini…

Surah al-Lahab 111 ~ Tafsir asy-Syanqithi

سُوْرَةُ اللَّهَبِ  AL-LAHAB (Gejolak Api) Surah ke 111: 5 ayat.   Firman Allah s.w.t.: تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَ تَبَّ “Binasalah kedua tangan Abū Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (Qs. al-Lahab [111]: 1). Lafazh (التب) artinya (القطع) “terputus atau terpotong”. Dari kata tersebut: (بت) dengan mendahulukan huruf bā’, berarti ia berputar pada makna (القطع), sebagaimana dijelaskan oleh fikih bahasa tentang perputaran…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (3/3)

Firman Allah s.w.t.: وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدُ “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 4). Mereka berkata: (كُفُؤًا), (كُفُوًا) dan (كفاء) adalah semakna, yaitu (المثل) “seumpama, semisal, setara). Terdapat beberapa pendapat mufassir tentang makna ayat ini, dan semuanya berporos pada makna nafi (peniadaan) yang semisal. Diriwayatkan dari Ka‘b dan ‘Athā’, bahwa maknanya adalah, tidak ada…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (2/3)

Firman Allah s.w.t.: اللهُ الصَّمَدُ “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 2). Sebagian mufassir berkata: “Ayat ini ditafsirkan oleh ayat sesudahnya: (لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ) “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 3). Ibnu Katsīr berkata: “Ini adalah makna yang bagus.” Sebagian ulama berkata: “Maknanya adalah, Dialah yang sangat mulia dan sempurna dari segala sesuatu.” Ada yang berpendapat: “Maknanya…

Surah al-Ikhlash 112 ~ Tafsir asy-Syanqithi (1/3)

سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ  AL-IKHLĀSH (Memurnikan Keesaan Allah) Surah ke 112: 4 ayat.   Firman Allah s.w.t.: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ “Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (Qs. al-Ikhlāsh [112]: 1). Mengenai lafazh (الْأَحَدُ) “Yang Maha Esa”, al-Qurthubī berkata: “Maksudnya yang satu lagi tunggal, yang tidak memiliki bandingan, tidak memiliki tandingan, tidak memiliki istri, tidak memiliki anak, dan tidak memiliki sekutu.” Semua makna tersebut benar pada hak Allah s.w.t. Asal…