Kewajiban Shalat – Bidayat-ul-Mujtahid

كِتَابُ الصَّلَاةِ KITAB SHALAT   Secara umum shalat itu terbagi kepada dua macam, fardhu dan sunnah. Pokok-pokok pembahasan ini secara umum terbagi kepada empat bagian:   Kewajiban Shalat Bahasan ini terbagi kepada empat masalah pokok: Masalah pertama: Penjelasan wajibnya shalat. Kewajiban shalat telah jelas berdasarkan al-Qur’ān, hadits dan ijma‘, karena sudah masyhur maka tidak mesti diuraikan. Masalah kedua: Jumlah shalat wajib. Ada dua pendapat mengenai jumlah shalat wajib:Pendapat Imām…

Etika Buang Air – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab VI Etika Buang Air.   Kebanyakan etika beristinja’ menurut ‘ulamā’ fikih dipahami sebagai amalan yang sunnah, semuanya diketahui dalam hadits, seperti pergi ke tempat yang jauh ketika hendak buang air besar, tidak berbicara, larangan bersuci (cebok) dengan tangan kanan, tidak menyentuh kemaluan dengan tangan kanan dan amalan lainnya yang dijelaskan dalam hadits. Para ‘ulamā’ hanya berbeda pendapat dalam satu masalah, yaitu tentang menghadap Qiblat dan membelakanginya bagi orang yang…

Tata Cara Bersuci dari Najis – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab V Tata Cara Bersuci dari Najis.   Para ‘ulamā’ bersepakat bahwa tata cara mensucikan najis adalah dengan membasuh, mengusap, dan memercikkan air, karena semua itu tertera di dalam syariat dan telah ditetapkan melalui atsar. Para ‘ulamā’ sepakat bahwa membasuh berlaku untuk semua jenis najis dan tempat najis tersebut, dan mengusap dengan batu berlaku untuk mensucikan dubur dan qubul, untuk dua sepatu dan dua sandal bisa diusap menggunakan rumput kering,…

Benda yang dapat digunakan untuk Membersihkan Najis – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab IV Benda yang dapat digunakan untuk Membersihkan Najis.   Kaum Muslimin sepakat air bisa mensucikan tiga tempat di atas, demikian pula mereka bersepakat bahwa batu juga bisa digunakan untuk mensucikan dubur dan qubul, lalu mereka berbeda pendapat mengenai benda padat dan cair yang lainnya, apakah dapat mensucikan?Sebagian ‘ulamā’ berpendapat bahwa benda suci, baik padat atau pun cair bisa mensucikan tempat apa saja, inilah pendapat yang dipegang oleh Abū…

Tempat Najis yang Harus Dibersihkan – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab III Tempat Najis yang Harus Dibersihkan.   Para ‘ulamā’ bersepakat bahwa tempat yang harus dibersihkan itu ada tiga: badan, pakaian, kemudian masjid dan tempat shalat. Para ‘ulamā’ bersepakat mengenai hal itu karena tertera di dalam al-Qur’ān dan Sunnah. Dalil tentang pakaian adalah firman Allah s.w.t.: وَ ثِيَابَكَ فَطَهِّرْ. “Dan pakaianmu bersihkanlah.” (Qs. al-Muddatstsir [74]: 4). Hal ini menurut pendapat yang memahaminya secara hakiki. Demikian pula perintah Nabi s.a.w. untuk…

Najis-najis yang Dimaafkan & Sperma – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah keenam: Najis-najis yang dimaafkan Para ‘ulamā’ berbeda pendapat tentang najis yang dimaafkan menjadi tiga pendapat:Sebagian ‘ulamā’ berpendapat bahwa sedikit atau pun banyak sama saja, di antara yang memegang pendapat ini adalah Syāfi‘ī. Sebagian ‘ulamā’ yang lain berpendapat bahwa najis yang sedikit adalah dimaafkan, mereka memberikan batasan sedikit dengan ukuran sebesar dirham baghl, di antara yang memegang pendapat ini adalah Abū Ḥanīfah, lalu Muḥammad bin Ḥasan mengeluarkan pendapatnya yang…

Masalah Darah & Air Kencing Hewan – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah keempat, Darah hewan. Para ‘ulamā’ bersepakat bahwa darah hewan darat itu najis, lalu mereka berbeda pendapat mengenai darah hewan laut, demikian pula sedikit darah dari hewan darat:Sebagian ‘ulamā’ berpendapat darah ikan adalah suci, ini adalah salah satu dari dua pendapat Mālik, dan pendapat Syāfi‘ī. Kalangan yang lain berpendapat najis sesuai dengan hukum asal darah, ini adalah pendapat Mālik sebagaimana diungkapkan dalam Mudāwanah. Ada juga yang mengatakan darah yang…

Macam-macam Bangkai & Masalah Kulit bangkai – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah kedua: Macam-macam bangkai Para ‘ulamā’ berbeda pendapat mengenai bagian-bagian bangkai yang disepakati sebagai bangkai, sebagaimana mereka pun berbeda pendapat tentang macam-macam bangkai. Mereka sepakat bahwa daging termasuk bagian dari bangkai, lalu mereka berbeda pendapat mengenai tulang dan bulu:Syāfi‘ī berpendapat bahwa tulang dan rambut termasuk bangkai. Abū Ḥanīfah berpendapat keduanya bukan bangkai. Adapun Mālik membedakan antara bulu dan tulang, dia berkata: “Sesungguhnya tulang termasuk bangkai, berbeda dengan bulunya.”Sebab…

Macam-macam Najis & Masalah Bangkai Hewan yang Tidak Memiliki Darah – Kitab Bersuci dari Najis – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab II Macam-macam Najis.   Para ‘ulamā’ sepakat bahwa najis itu ada empat macam:Bangkai hewan darat yang memiliki darah. Daging babi, dengan cara apapun ia mati. Darah yang berasal dari hewan darat itu sendiri, baik darah itu berasal dari binatang yang telah mati ataupun yang masih hidup apabila darah tersebut (terhitung) banyak. Air seni dan kotoran manusia.Mayoritas ‘ulamā’ menyatakan bahwa khamer adalah najis, namun ada perbedaan pendapat tentangnya…