Hal-hal yang Membatalkan Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Tempat-tempat yang Dilarang Shalat di Dalamnya.   334. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) berbeda pendapat tentang tempat-tempat yang dilarang shalat di dalamnya, apakah shalat batal bila ditunaikan di tempat-tempat tersebut? Seperti pekuburan (pemakaman), kamar mandi, tempat sampah, pinggir jalan, tempat penyembelihan binatang, tempat penderuman onta dan bagian atas Ka‘bah. Abū Ḥanīfah berkata: “Shalat di tempat-tempat tersebut semuanya makruh, hanya saja bila dilakukan shalatnya…

2-10 Hal-hal yang Membatalkan Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Hal-hal yang Membatalkan Shalat, yang Tidak Membatalkannya (505) dan yang Makruh Dilakukan di Dalamnya.   328. Keempat Imam madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa apabila orang yang shalat berbicara dengan sengaja tanpa ada keperluan maka shalatnya batal, baik Imām, Ma’mūm atau orang yang shalat sendirian. Apabila Imām atau Ma’mām berbicara secara sengaja karena ada maslahat dengan shalatnya, misalnya ragu lalu bertanya kepada orang yang…

2-9 Sujud Tilawah dan Sujud Syukur – Fikih Empat Madzhab

Bab: Sujud Tilāwah dan Sujud Syukur (498).   322. Mereka (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa sujud Tilāwah tidak wajib. Kecuali Abū Ḥanīfah yang menganggapnya wajib atas orang yang membaca dan orang yang mendengarkan, baik orang yang mendengarkan tersebut sengaja mendengarkan atau tidak sengaja. Kemudian orang yang menganggapnya tidak wajib sepakat bahwa hukumnya Sunnah Mu’akkadah bagi orang yang membaca dan orang yang mendengarkan baik secara sengaja…

2-8 Shalat Jamaah – Fikih Empat Madzhab

Bab: Shalat Jamaah. 313. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa shalat jamaah disyariatkan dan wajib ditampakkan di hadapan manusia. Apabila penduduk suatu negeri tidak mau menunaikan shalat jamaah maka mereka boleh diperangi karena hal tersebut. (486).   314. Mereka berbeda pendapat, apakah shalat fardhu wajib dilakukan secara berjamaah di luar shalat Jum‘at? Asy-Syāfi‘ī berkata: “Hukumnya fardhu Kifāyah.” Segolongan ulama Syāfi‘iyyah berkata: “Hukumnya sunnah.”…

2-7-4 Bab Sifat Shalat (Bagian 4) – Fikih Empat Madzhab

Bab Sifat Shalat (Bagian 4)   297. Mereka sepakat bahwa mengucapkan salam disyariatkan. (4641).   298. Kemudian mereka berbeda pendapat tentang jumlah salam. Abū Ḥanīfah dan Aḥmad berkata: “Salam diucapkan sebanyak tiga kali.” Mālik berkata: “Salam hanya diucapkan satu kali, dan dalam hal ini tidak ada bedanya antara Imām dengan ma’mūm.” Asy-Syāfi‘ī memiliki dua pendapat dalam masalah ini. Yang disebutkan dalam Mukhtashar-ul-Muzanī (4652) dan al-Umm (4663) adalah seperti madzhab Abū…

2-7-3 Bab Sifat Shalat (Bagian 3) – Fikih Empat Madzhab

Bab Sifat Shalat. (Bagian 3 )   272. Mereka sepakat bahwa rukū‘ dan sujūd dalam shalat hukumnya fardhu, sebagaimana yang telah kami uraikan sebelumnya.   273. Mereka sepakat bahwa membungkuk dalam rukū‘ sampai kedua telapak tangan menempel pada kedua lutut hukumnya disyariatkan. (4311).   274. Mereka berbeda pendapat tentang Thuma’ninah (tenang) dalam rukū‘ dan sujūd. Thuma’ninah dalam rukū‘ adalah posisi tenang yang lamanya minimal satu kali bacaan Tasbīḥ, sedangkan dalam…

2-7-2 Bab Sifat Shalat (Bagian 2) – Fikih Empat Madzhab

Bab: Sifat Shalat. (Bagian 2)   260. Mereka sepakat bahwa setiap orang yang shalat wajib membaca baik dia sebagai Imām maupun shalat sendirian, baik dalam 2 rakaat Shubuh maupun pada 2 rakaat (pertama) pada shalat 4 rakaat dan 3 rakaat, sebagaimana yang telah kami uraikan sebelumnya.   261. Mereka berbeda pendapat tentang selain itu. Asy-Syāfi‘ī dan Aḥmad berkata: “Membaca wajib atas Imām dan orang yang shalat sendirian pada setiap rakaat…

2-7-1 Bab Sifat Shalat (Bagian 1) – Fikih Empat Madzhab

Bab: Sifat Shalat. (Bagian 1)   236. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa rukun shalat ada tujuh, yaitu: (a). Niat; (b). Takbīrat-ul-Iḥrām; (c). Berdiri bila mampu; (d). Membaca surah di 2 rakaat bagi Imam dan orang yang shalat sendirian; (e). Rukū‘; (f). Sujūd; dan (g). Duduk di akhir shalat yang lamanya sampai mengucapkan salam. (3911).   237. Mereka berbeda pendapat tentang selain yang…

02-6 Bab Syarat Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Syarat Shalat (3871).   233. Keempat Imam madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa shalat memiliki empat syarat, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu: (a). Berwudhu’ dengan air atau bertayammum ketika tidak ada air; (b). Berdiri di atas tanah yang suci; (c). Menghadap qiblat bila mampu; dan (d). Mengetahui masuknya waktu secara yakin. (3882).   234. Setelah mereka sepakat akan hal-hal di atas bahwa shalat…