Shalat Jum‘at – Fikih Empat Madzhab

Bab: Shalat Jum‘at. Ibnu Fāris (565) berkata: Para ulama berbeda pendapat tentang arti Jum‘at. Sebagian ulama mengatakan: “Dinamakan Jum‘at karena manusia berkumpul pada hari itu di suatu tempat (masjid) untuk menunaikan shalat secara berjamaah.” Ulama lainnya mengatakan: “Dinamakan hari Jum‘at karena penciptaan Nabi Ādam a.s. dikumpulkan (selesai) pada hari itu.”   377. Mereka sepakat bahwa shalat Jum‘at wajib atas penduduk kota (orang-orang yang muqīm, bukan musāfir). (566).   378. Mereka…

Menjama‘ Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Menjama‘ Shalat (560).   372. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) berbeda pendapat tentang menjama‘ 2 shalat dalam perjalanan yang dibolehkan mengqashar shalat di dalamnya, seperti menjama‘ shalat Zhuhur dengan ‘Ashar dan Maghrib dengan ‘Isyā’. Abū Ḥanīfah berkata: “Tidak boleh menjama‘ 2 shalat kecuali di ‘Arafah secara berjamaah, yaitu dengan menunaikannya yang bila telah selesai waktu ‘Ashar masuk lalu menunaikan shalat ‘Ashar di awal…

Shalat Qashar – Fikih Empat Madzhab

Bab: Shalat Qashar (550).   364. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa boleh mengqashar shalat dalam perjalanan. (551).   365. Mereka berbeda pendapat, apakah qashar merupakan rukhshah atau azimah? Abū Ḥanīfah berkata: “Ia adalah azimah.” Bahkan dia berpendapat keras dalam masalah ini, sampai-sampai dia mengataan: “Apabila seseorang shalat Zhuhur 4 rakaat tanpa duduk setelah 2 rakaat maka shalatnya batal.” Mālik, asy-Syāfi‘ī dan Aḥmad…

Posisi Imam dan Ma’mum – Fikih Empat Madzhab

Bab: Posisi Imām dan Ma’mūm (535).   354. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) berbeda pendapat bila Ma’mūm berdiri di depan Imām dengan tetap mengikutinya. Abū Ḥanīfah, asy-Syāfi‘ī dalam Qaul Jadīd-nya dan Aḥmad berkata: “Shalatnya tidak sah.” Mālik dan asy-Syāfi‘ī dalam Qaul Qadīm-nya berkata: “Shalatnya sah.” (536).   355. Mereka sepakat bahwa Ma’mūm harus berniat mengikuti Imām. (537, 538).   356. Mereka berbeda pendapat tentang…

Imamah – Fikih Empat Madzhab

Bab: Imāmah (527).   347. Keempat Imūm madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa perempuan tidak boleh menjadi imām laki-laki dalam shalat fardhu. (528).   348. Mereka berbeda pendapat tentang bolehnya perempuan menjadi Imam laki-laki dalam shalat Tarawih saja. Aḥmad membolehkan dengan syarat dia berada di barisan paling belakang. Akan tetapi imam-imam lainnya tidak membolehkan. (529).   349. Mereka berbeda pendapat, apakah orang yang Ummi boleh…

Shalat Sunnah Rawatib – Fikih Empat Madzhab

Bab: Shalat Sunnah Rawātib (525).   346. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa shalat sunnah Rawātib adalah 2 rakaat sebelum shalat Shubuḥ, 2 rakaat sebelum shalat Zhuhur, 2 rakaat setelah shalat Zhuhur, 2 rakaat setelah shalat Maghrib, dan 2 rakaat setelah shalat ‘Isyā’. Kemudian Abū Ḥanīfah dan asy-Syāfi‘ī menambahkan: “4 rakaat sebelum ‘Ashar.” Hanya saja Abū Ḥanīfah berkata: “Bila dia mau maka boleh…

Qunut – Fikih Empat Madzhab

Bab: Qunut (521).   343. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa Qunut dalam witir hukumnya sunnah pada separuh kedua bulan Ramadhān sampai akhir bulan. (522).   344. Mereka berbeda pendapat tentang tempatnya. Abū Ḥanīfah dan Mālik berkata: “Dibaca sebelum ruku‘.” Asy-Syāfi‘ī dan Aḥmad berkata: “Dibaca setelah ruku‘.” (523).   345. Mereka berbeda pendapat, apakah Qunut sunnah dibaca sepanjang tahun? Abū Ḥanīfah dan Aḥmad…

Waktu-waktu Terlarang Menunaikan Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Waktu-waktu Terlarang Menunaikan Shalat (516) Yaitu Saat Matahari Terbit, Saat Berada di Tengah Langit dan Saat Tenggelam.   339. Mereka (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa wajib mengqadha’ shalat-shalat yang tertinggal. (517).   340. Mereka berbeda pendapat tentang mengqadha’ shalat-shalat yang tertinggal pada waktu-waktu terlarang. Abū Ḥanīfah berkata: “Hukumnya tidak boleh.” Mālik, asy-Syāfi‘ī, dan Aḥmad berkata: “Hukumnya boleh pada waktu-waktu tersebut saat matahari terbit, saat…

Sujud Sahwi – Fikih Empat Madzhab

Bab: Sujud Sahwi.   335. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa sujud sahwi dalam shalat disyariatkan. Apabila seseorang lupa dalam shalatnya maka dan harus melakukan sujud sahwi. (512).   336. Mereka berbeda pendapat, apakah sujud sahwi wajib atau tidak? Aḥmad dan al-Karkhī – salah seorang ulama madzhab Ḥanafī – berkata: “Hukumnya wajib.” Mālik berkata: “Hukumnya wajib bila ada kekurangan dalam shalat dan disunnahkan…