Hati Senang

2-8 Shalat Jamaah – Fikih Empat Madzhab

Bab: Shalat Jamaah. 313. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa shalat jamaah disyariatkan dan wajib ditampakkan di hadapan manusia. Apabila penduduk suatu negeri tidak mau menunaikan shalat jamaah maka mereka boleh diperangi karena hal tersebut. (486).   314. Mereka berbeda pendapat, apakah shalat fardhu wajib dilakukan secara berjamaah di luar shalat Jum‘at? Asy-Syāfi‘ī berkata: “Hukumnya fardhu Kifāyah.” Segolongan ulama Syāfi‘iyyah berkata: “Hukumnya sunnah.”…

2-7-4 Bab Sifat Shalat (Bagian 4) – Fikih Empat Madzhab

Bab Sifat Shalat (Bagian 4)   297. Mereka sepakat bahwa mengucapkan salam disyariatkan. (4641).   298. Kemudian mereka berbeda pendapat tentang jumlah salam. Abū Ḥanīfah dan Aḥmad berkata: “Salam diucapkan sebanyak tiga kali.” Mālik berkata: “Salam hanya diucapkan satu kali, dan dalam hal ini tidak ada bedanya antara Imām dengan ma’mūm.” Asy-Syāfi‘ī memiliki dua pendapat dalam masalah ini. Yang disebutkan dalam Mukhtashar-ul-Muzanī (4652) dan al-Umm (4663) adalah seperti madzhab Abū…

2-7-3 Bab Sifat Shalat (Bagian 3) – Fikih Empat Madzhab

Bab Sifat Shalat. (Bagian 3 )   272. Mereka sepakat bahwa rukū‘ dan sujūd dalam shalat hukumnya fardhu, sebagaimana yang telah kami uraikan sebelumnya.   273. Mereka sepakat bahwa membungkuk dalam rukū‘ sampai kedua telapak tangan menempel pada kedua lutut hukumnya disyariatkan. (4311).   274. Mereka berbeda pendapat tentang Thuma’ninah (tenang) dalam rukū‘ dan sujūd. Thuma’ninah dalam rukū‘ adalah posisi tenang yang lamanya minimal satu kali bacaan Tasbīḥ, sedangkan dalam…

2-7-2 Bab Sifat Shalat (Bagian 2) – Fikih Empat Madzhab

Bab: Sifat Shalat. (Bagian 2)   260. Mereka sepakat bahwa setiap orang yang shalat wajib membaca baik dia sebagai Imām maupun shalat sendirian, baik dalam 2 rakaat Shubuh maupun pada 2 rakaat (pertama) pada shalat 4 rakaat dan 3 rakaat, sebagaimana yang telah kami uraikan sebelumnya.   261. Mereka berbeda pendapat tentang selain itu. Asy-Syāfi‘ī dan Aḥmad berkata: “Membaca wajib atas Imām dan orang yang shalat sendirian pada setiap rakaat…

2-7-1 Bab Sifat Shalat (Bagian 1) – Fikih Empat Madzhab

Bab: Sifat Shalat. (Bagian 1)   236. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa rukun shalat ada tujuh, yaitu: (a). Niat; (b). Takbīrat-ul-Iḥrām; (c). Berdiri bila mampu; (d). Membaca surah di 2 rakaat bagi Imam dan orang yang shalat sendirian; (e). Rukū‘; (f). Sujūd; dan (g). Duduk di akhir shalat yang lamanya sampai mengucapkan salam. (3911).   237. Mereka berbeda pendapat tentang selain yang…

02-6 Bab Syarat Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Syarat Shalat (3871).   233. Keempat Imam madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa shalat memiliki empat syarat, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu: (a). Berwudhu’ dengan air atau bertayammum ketika tidak ada air; (b). Berdiri di atas tanah yang suci; (c). Menghadap qiblat bila mampu; dan (d). Mengetahui masuknya waktu secara yakin. (3882).   234. Setelah mereka sepakat akan hal-hal di atas bahwa shalat…

02-5 Bab Aurat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Aurat (3791).   225. Keempat Imam madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) berbeda pendapat tentang batasan aurat laki-laki. Abū Ḥanīfah, Mālik, asy-Syāfi‘ī dan Aḥmad – dalam salah satu dari dua riwayat darinya – berkata: “Batas aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut.” Aḥmad berkata dalam riwayat lain: “Ia adalah Qubul (kemaluan) dan Dubur (pantat).” Pendapat ini juga merupakan riwayat dari Mālik. (3802).   226. Mereka sepakat…

02-4 Bab Syarat Sahnya Shalat – Fikih Empat Madzhab

Bab: Syarat Sahnya Shalat (3611).   208. Mereka (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa sucinya tempat shalat merupakan salah satu kewajiban dan bahwa ia merupakan salah satu syarat sahnya shalat. (3622).   […..] (3633)   209. Keempat Imām madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa menutup aurat dari pandangan hukumnya wajib dan bahwa ia merupakan syarat sahnya shalat. Kecuali Mālik yang mengatakan:…

02-3 Bab Adzan – Fikih Empat Madzhab

Bab: Adzan (3281).   185. Keempat Imam madzhab (Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī) sepakat bahwa adzan dan iqamat disyariatkan dalam shalāt lima waktu dan shalāt Jum‘at. (3292).   186. Mereka berbeda pendapat tentang wajibnya mengumandangkan adzan dan iqamat. Abū Ḥanīfah, Mālik, dan asy-Syāfi‘ī berkata: “Keduanya sunnah.” Aḥmad berkata: “Adzan dan iqamat hukumnya wajib Kifāyah atas penduduk kota. Apabila ada yang mengumandangkan maka hukumnya sah untuk semuanya.” (3303).…
Lewat ke baris perkakas