Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Mishbah (2/4)

AYAT 5-7. 71: 5. Dia (Nūḥ) berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, 71: 6. maka seruanku itu hanyalah menambah mereka kecuali lari. 71: 7. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinga mereka dan menutupkan bajunya dan mereka tetap bersikeras dan mereka menyombongkan diri dengan amat sangat. Ajakan Nabi Nūḥ a.s., yang dilukiskan oleh ayat-ayat…

Suratu Nuh 71 ~ Tafsir al-Mishbah (1/4)

Surah Nūḥ Surah ini terdiri dari 28 ayat. Surah ini dinamakan NŪḤ, yang berarti “Nabi Nūḥ”, karena surah ini menjelaskan da‘wah Nabi Nūḥ a.s.   Surah Nūḥ Seluruh ayat-ayat surah ini disepakati turun sebelum Nabi Muḥammad s.a.w. berhijrah ke Madīnah. Namanya surah Nūḥ dikenal luas dalam kitab-kitab tafsir serta tercantum pula dalam mushḥaf yang dicetak atau ditulis oleh berbagai sumber. Nama tersebut diambil dari ayatnya yang pertama yang berbicara tentang…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (5/5)

AYAT 24 072: 24. Sampai apabila mereka melihat siksa yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. Al-Biqā‘ī menjadikan ayat di atas berhubungan dengan uraian ayat 19 yang lalu yang berbicara tentang bertumpuk-tumpuknya para pendurhaka keheran-heranan melihat ibadah Nabi Muḥammad s.a.w. Menurutnya, keheranan dan kerumunan mereka itu akan berlanjut sampai mereka melihat siksa. Sementara ulama mengaitkan ayat di atas dengan kandungan…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (4/5)

KELOMPOK 2   AYAT 18-28 وَ أَنَّ الْمَسَاجِدَ للهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللهِ أَحَدًا. وَ أَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًا. قُلْ إِنَّمَا أَدْعُوْ رَبِّيْ وَ لَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا. قُلْ إِنِّيْ لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَ لَا رَشَدًا. قُلْ إِنِّيْ لَنْ يُجِيْرَنِيْ مِنَ اللهِ أَحَدٌ وَ لَنْ أَجِدَ مِنْ دُوْنِهِ مُلْتَحَدًا. إِلَّا بَلَاغًا مِّنَ اللهِ وَ رِسَالَاتِهِ وَ مَنْ يَعْصِ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَإِنَّ لَهُ

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (3/5)

AYAT 11-12 072: 11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian; adalah kami (menempuh) jalan-jalan yang berbeda-beda. 072: 12. Dan sesungguhnya kami menduga bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melawan Allah di bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melawan-Nya dengan lari. Lebih jauh, para jinn itu menguraikan keadaan anggota masyarakat mereka dengan menyatakan: Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang saleh…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (2/5)

AYAT 4-5 072: 4. Dan bahwa: Yang picik dari kami selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang melampaui batas, 072: 5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jinn sekali-kali tidak akan mengatakan terhadap Allah suatu kebohongan.   Ayat-ayat yang lalu merekam ucapan iblīs yang intinya mengakui kebesaran Allah dan menolak segala macam ketidaksempurnaan yang dinisbatkan kepada-Nya. Ayat di atas melanjutkan ucapan jinn yang menyatakan dan bahwa; Yang picik dan kurang…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir al-Mishbah (1/5)

Surah al-Jinn Surah ini terdiri dari 28 ayat. Surah ini dinamakan AL-JINN, yang berarti “Bangsa Jinn”, diambil dari ayat pertama.   Surah al-Jinn Ayat-ayat surah ini disepakati turun sebelum hijrahnya Nabi Muḥammad s.a.w. ke Madīnah. Ia diduga turun pada tahun ke-10 atau ke-11 dari kenabian, yakni sekitar tiga tahun sebelum hijrah. Ibn Isḥāq menyebutkan bahwa surah ini turun setelah Nabi s.a.w. kembali dari Thā’if untuk menemui suku Tsaqīf dan yang…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Mishbah (Bagian 4)

AYAT 5 “Dan dari kejahatan pengiri jika ia iri.” Salah satu sebab utama dari lahirnya kejahatan dan upaya memisahkan antara seseorang dan teman atau pasangannya adalah iri hati. Karena itu, permohonan ayat yang lalu dilanjutkan oleh ayat di atas dengan menyatakan: Dan, di samping itu, aku juga bermohon perlindungan Allah dari kejahatan pengiri dan pendengki jika ia iri hati dan mendengki. Kata (حَسَد) ḥasad adalah iri hati atas…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Mishbah (Bagian 3)

AYAT 4 “Dan dari kejahatan peniup-peniup pada buhul-buhul.” Ayat yang lalu merupakan permohonan perlindungan dari kejahatan (keburukan) yang terjadi pada waktu tertentu, dan kini melalui ayat di atas yang dimohonkan adalah perlindungan dari ulah sementara orang yang dapat menjerumuskan kepada kesulitan, mudharat, dan penyakit. Yakni, dari kejahatan dan keburukan peniup-peniup pada buhul-buhul. Kata (النَّفَّاثَاتُ) an-naffātsāt adalah bentuk jama‘ dari kata (النَّفَّاثَةُ) an-naffātsah yang terambil dari akar…