01-7 Allah SWT Yang Haq – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI (Bagian 7 dari 7)     ALLAH S.W.T. YANG ḤAQQ Para Syaikh dari tharīqat ini mengatakan soal tauhid: “Sesungguhnya Al-Ḥaqq adalah Maujūd, Qadīm, Esa, Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha kasih, Maha Menghendaki, Maha Mendengar, Maha Agung, Maha Luhur, Maha Bicara, Maha Melihat, Maha Besar, Maha Hidup, Maha Tunggal, Maha Abadi dan segalanya bergantung kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui dengan sifat Ilmu, Maha Kuasa…

01-6 Arasy – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI (Bagian 6)   ARASY Dzun-Nūn ditanya mengenai firman Allah s.w.t.: الرَّحْمنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوى “Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arasy.” (Thāhā:5) Jawabnya: “Yang Maha Pemurah tidak akan sirna, dan ‘Arasy itu di cipta (baru). Sedangkan ‘Arasy terhadap Yang Maha Pemurah (ar-Raḥmān) menjadi semayam (Nya).” Ja‘far bin Nashr ditanya soal ayat tersebut: “Ilmu-Nya bersemayam terhadap segala sesuatu.

01-5 Kufur – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI (Bagian 5)   KUFUR Al-Wāsithiy ditanya soal kufur bagi dan kepada Allah. Jawabnya: “Kufur dan iman, dunia dan akhirat; dari Allah, kepada Allah, bersama Allah dan bagi Allah. Dari Allah sebagai permulaan dan awal pemunculan, dan kepada Allah sebagai tempat kembali dan pangkalnya, bersama Allah baqā’ dan fanā’nya, dan bagi Allah kerajaan dan ciptaan.” Dikatakan oleh al-Junaid: bahwa sebagian ulama…

01-4 Rezeki – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI (Bagian 4)   REZEKI Rezeki hamba diciptakan hanya untuk Allah s.w.t. begitu juga tak ada Pencipta bagi mutiara-mutiara dan materi, kecuali Allah s.w.t. Abū Sa‘īd al-Kharrāz mengatakan: “Siapa saja yang menduga bahwa apabila seseorang mencurahkan tenaganya terhadap tujuan yang diraihnya, berarti ia tertolong. Dan barang siapa menduga tanpa jerih payah akan mendapatkan yang diraihnya, berarti hanya angan-angan belaka.” Al-Wāsithiy berkata:…

01-3 Iman – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI   IMAN Abū ‘Abdillāh bin Khafīf berkata: “Iman berarti penetapan qalbu terhadap apa yang telah dijelaskan oleh al-Ḥaqq mengenai hal-hal yang ghaib.” Abul-‘Abbās as-Sayyāriy berkata: “Pemberian Allah itu ada dua macam: “Karāmah dan Istidrāj. Segala hal yang menetap abadi dalam dirimu adalah karamah, dan segala yang sirna dari dirimu adalah istidrāj. Maka katakan saja: “Aku beriman, in syā’ Allāh!

01-2 Sifat-sifat – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI   SIFAT-SIFAT Abul-Ḥasan al-Busyanjiy r.a. berkata: “Tauhid berarti anda tahu bahwa Allah s.w.t. tidak serupa dengan makhluk dan tidak kontra pada Sifat-sifat.” Al-Ḥusain bin Manshūr al-Hallāj menegaskan: “Al-Qidam hanyalah bagi-Nya. Segala yang fisikal adalah Penampilan-Nya, yang tampak bendawi menetapkan-Nya, yang piranti mengintegrasikan-Nya, kekuatannya berada di genggaman-Nya. Hal-hal yang terbuat oleh khayal, maka proyeksi menaikkan tahapan kepada-Nya. Siapa yang berbicara

01-1 Ma‘rifatullah – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI   Ma‘rifatullāh. Abū Bakr Asy-Syiblī berkata: “Allah adalah Yang Esa, Yang dikenal sebelum ada batas dan huruf. Maha Suci Allah, tidak ada batasan bagi Dzat-Nya, dan tidak ada huruf bagi Kalam-Nya.” Ruwaym bin Aḥmad ditanya mengenai fardhu pertama. Yang difardhukan Allah s.w.t. terhadap makhluk-Nya, Ia berkata: “Ma’rifat.” Karena firman Allah s.w.t.: وَ مَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ “Aku…

01-0 Prinsip-prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI   Ketahuilah, para syaikh golongan sufi telah membangun kaidah-kaidah mereka di atas prinsip tauhid yang shaḥīḥ. Mereka telah membuat kaidah ini jauh dari bid‘ah, relevan dengan ajaran tauhid yang telah diwariskan oleh generasi Salaf dan Ahl-us-Sunnah. Tak ada rekayasa atau penyimpangan di dalamnya. Mereka mengetahui yang menjadi Hak Allah, dan mereka telah membuktikan hal-hal yang menjadi predikat Wujud, dari segala yang tiada.…
Lewat ke baris perkakas