01-0 Prinsip-prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi – Risalah Qusyairiyah

Risalah Qusyairiyah - Induk Ilmu Tasawuf

Dari Buku: RISALAH QUSYAIRIYAH (INDUK ILMU TASAWUF)
(Judul Asli: Ar-Risālat-ul-Qusyairiyyatu fi ‘Ilm-it-Tashawwuf)
Oleh: Imam al-Qusyairy an-Naisabury
Penerjemah: Mohammad Luqman Hakiem, MA - Editor: Tim Risalah Gusti
Penerbit: Risalah Gusti.

Rangkaian Pos: 001 Prinsip-prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi | Risalah Qusyairiyah
  1. 1.Anda Sedang Membaca: 01-0 Prinsip-prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi – Risalah Qusyairiyah
  2. 2.01-1 Ma‘rifatullah – Risalah Qusyairiyah
  3. 3.01-2 Sifat-sifat – Risalah Qusyairiyah
  4. 4.01-3 Iman – Risalah Qusyairiyah
  5. 5.01-4 Rezeki – Risalah Qusyairiyah
  6. 6.01-5 Kufur – Risalah Qusyairiyah
  7. 7.01-6 Arasy – Risalah Qusyairiyah
  8. 8.01-7 Allah SWT Yang Haq – Risalah Qusyairiyah

BAB I

PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI

 

Ketahuilah, para syaikh golongan sufi telah membangun kaidah-kaidah mereka di atas prinsip tauhid yang shaḥīḥ. Mereka telah membuat kaidah ini jauh dari bid‘ah, relevan dengan ajaran tauhid yang telah diwariskan oleh generasi Salaf dan Ahl-us-Sunnah. Tak ada rekayasa atau penyimpangan di dalamnya. Mereka mengetahui yang menjadi Hak Allah, dan mereka telah membuktikan hal-hal yang menjadi predikat Wujud, dari segala yang tiada. Karena itu, al-Junaid r.a. pemuka tharīqat ini berkata: “Tauhid adalah menunggalkan Yang Maha Dahulu (Qidam) dari yang datang kemudian (Ḥudūts).

Para syaikh itu membangun aturan dasar tauhid dengan argumentasi yang jelas dan bukti yang layak. Sebagaimana dikatakan Aḥmad bin Muḥammad al-Jurairiy r.a.: “Siapa pun yang berpijak pada ilmu tauhid yang tidak didasari oleh pembuktian dari bukti argumentasinya, akan disirnakan oleh bujuk yang mendahului dalam hasrat kebinasaan.” Maksud syaikh ini, barang siapa bertaklid dan tidak merenungkan dalil-dalil/bukti tauhid, ia gugur dari tradisi yang menyelamatkan. Ia akan terjerumus dalam jurang kehancuran. Sementara orang yang mau merenungkan tulisan dan keunggulan kalimat-kalimat mereka, ia akan menemukan kumpulan ucapan dan rinciannya yang memberikan kekuatan kontemplatif; bahwasanya kalangan mana pun tidak bisa membatasi diri lewat angan-angan dalam pembuktian, dan tidak memasuki tahapan pencarian secara menyimpang.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *