Hati Senang

4-1 Shafiyyah Binti ‘Abd-ul-Muththalib (Saudari Hamzah) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

Wanita muslimah Teladan Sebagai Saudari   Saudari Teladan Sosok saudari ideal adalah yang bisa menyatukan “barisan” yang kocar-kacir dan mampu menjadi perekat yang menyatukan setiap perpecahan. Dialah yang selalu memotivasi para pejuang, mengobarkan semangat mereka, bahkan dalam kondisi tertentu dia ikut terjun ke medan laga. Seorang wanita, dengan ketajaman akalnya dan kharismatik dirinya, bisa menjadi sumber inspirasi dalam mengatur strategi dan memberi solusi. Dia laksana lentera yang menerangi orang di…

3-6 Barirah (Bekas Budak ‘A’isyah RA.) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. BARĪRAH (BEKAS BUDAK ‘Ā’ISYAH RA.) Ibnu Sa‘ad meriwayatkan dalam Thabaqāt-nyabahwa suami Barīrah adalah seorang budak berkulit hitam yang bernama Mughīts. Dalam kasus pemerdekaan Barīrah, Rasūlullāh s.a.w. memutuskan padanya empat perkara; pada saat para kerabatnya menginginkan kekuasaan atasnya (Barīrah) meskipun mereka tidak ikut menebusnya. Keempat perkara tersebut, yaitu (pertama) bahwa kekuasaan atas budak berada di tangan yang membebaskannya (bukan di tangan kerabatnya yang tidak ikut membebaskannya). Kedua, Barīrah disuruh memilih…

3-5 Khansa’ Binti Khadzdzam – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. KHANSĀ’ BINTI KHADZDZAM Sebagai seorang istri, Islam telah memposisikan wanita sebagaimana layaknya. Bersama-sama dengan suami, dia juga bertanggung-jawab atas urusan rumah tangga. Bahkan, di luar urusan rumah tangga, seorang istri pun harus membantu suaminya. Tidak benar jika Islam dianggap mengekang kebebasan kaum wanita. Bahkan sejak dini, Islam telah memberikan kebebasan kepada kaum wanita kebebasan dalam menentukan calon suami, kebebasan berpendapat, dan sebagainya. Makanya, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Islam…

3-4 Ummu Kultsum ‘Uqbah Bin Abi Mu’ith – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

4. UMMU KULTSŪM ‘UQBAH BIN ABĪ MU‘ĪTH Kehidupannya adalah aplikasi pengorbanan dan jihad fī sabīlillāh. Ibnu Sa‘ad berkata dalam Thabaqāt-nya bahwa dialah orang yang pertama Hijrah ke Madīnah setelah hijrah Nabi Muḥammad s.a.w. dan para sahabatnya. Sepanjang sejarah, tidak ada wanita Quraisy yang keluar di antara kedua orang tuanya (tanpa seizin mereka) untuk berhijrah menuju Allah dan Rasūl-Nya kecuali Ummu Kultsūm. Dia keluar dari Makkah sendirian, lalu ditemani oleh seorang…

3-3 Durrah Binti Abi Lahab Bin ‘Abd-ul-Muththalib (Putri Paman Nabi Saw) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

3. DURRAH BINTI ABĪ LAHAB BIN ‘ABD-UL-MUTHTHALIB (PUTRI PAMAN NABI S.A.W). Tidak banyak diketahui tentang dirinya sebelum masuk Islam. Yang jelas, setelah masuk Islam dan berhijrah, Durrah termasuk dari sahabat wanita Rasūl yang begitu mulia akhlaknya. Berbicara tentang Durrah binti Abī Lahab, Imām adz-Dzahabī mengatakan bahwa ada satu hadits yang berkenaan dengannya dalam Musnad dari riwayat anak pamannya, al-Ḥārits bin Naufal (10), yaitu, hadits yang juga dituturkan oleh Ibnu Ḥajar…

3-2 Asma’ Binti Abi Bakar ash-Shiddiq – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

2. ASMĀ’ BINTI ABĪ BAKAR ASH-SHIDDĪQ Dialah sosok wanita pejuang yang mulia, cerdas, dan tidak mudah menyerah. Dilahirkan 27 tahun sebelum Hijrah. Usianya sepuluh tahun lebih tua dari ‘Ā’isyah saudarinya seayah (lain ibu). Sedangkan, ‘Abdullāh bin Abī Bakar adalah saudara kandung Asmā’. Asmā’ mendapat julukan “Dzāt-un-Nithāqaini” “wanita yang mempunyai dua selendang” karena telah menyobek selendangnya menjadi dua helai. Satu helai untuk tempat makanan Rasūlullāh s.a.w. dan satu helai yang lain…

3-1 Fathimah Binti Muhammad Saw – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

Wanita Muslimah Teladan Sebagai Putri Para Putri Teladan Sejarah mencatat tentang beberapa putri teladan yang eksistensi dan peranannya sangat signifikan dalam keluarganya. Anak perempuan bukan unsur yang remeh (dalam keluarga), keberadaannya mempunyai makna yang positif dan urgen dalam kehidupan rumah tangga. Fāthimah az-Zahrā’ binti Rasūlullāh s.a.w. misalnya, adalah seorang putri yang bisa menjadi “ibu”, pelita hati dan pelipur lara bagi Rasūlullāh s.a.w. dengan segala ketulusan dan kasih sayangnya. Sejarah mencatat…

2-6 Khaulah Binti Malik Bin Tsa’labah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. KHAULAH BINTI MĀLIK BIN TSA‘LABAH Dia seorang sastrawati yang ulung sekaligus seorang muta‘abbidah “rajin beribadah” yang selalu mengadukan segala permasalahannya kepada Allah dan Rasūl-Nya. Kisah perseteruannya dengan suaminya patut dikenang dan dijadikan pelajaran bagi para suami-istri bila terjadi perbedaan atau pertengkaran. Tentang kisah tersebut, Khaulah berkata: “Demi Allah, karena saya dan Aus ibn-ush-Shāmit (suaminya), Allah s.w.t. menurunkan surah al-Mujādalah. Saat itu, saya adalah seorang istri dan seorang yang sudah…

2-5 Ummu Hakim Bint-il-Harits al-Makhzumiyyah (Istri ‘Ikrimah bin Abi Jahal) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. UMMU ḤAKĪM BINT-IL-ḤĀRITS AL-MAKHZŪMIYYAH (ISTRI ‘IKRIMAH BIN ABĪ JAHAL) Dia adalah salah seorang wanita teladan dalam keimanannya kepada Allah dan Rasūl-Nya maupun dalam perjuangan dan pengorbanannya di jalan Allah Dia merupakan sosok wanita pejuang yang mulia. Sebelum memeluk Islam, Ummu Ḥakīm dan suaminya ‘Ikrimah bin Abī Jahal termasuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasūlullāh s.a.w. dalam Perang Uhud. Pada saat Fatḥu Makkah “Penaklukan Makkah”, Ummu Ḥakīm masuk Islam…
Lewat ke baris perkakas