Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir al-Jailani

Dari Buku: TAFSIR al-Jaelani
Oleh: Syekh ‘Abdul-Qadir Jaelani
Penerjemah: Abdul Hamid
Penerbit: PT. SAHARA intisains.

Surah ke 110; 3 ayat
An-Nashr
(pertolongan).

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

Pembuka Surah an-Nashr.

Orang yang telah dibukakan pintu pertolongan dan disingkapkan jalan hidayah dan karamah oleh Allah s.w.t., pasti pengetahui bahwa setiap orang yang masuk dalam perlindungan-Nya, bertawakkal kepada-Nya, dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya, berarti ia telah mendapat bantuan dan pertolongan dari-Nya untuk mengalahkan semua musuhnya dan meraih semua permintaan dan keinginannya serta segala hal yang telah ditakdirkan baginya dari berbagai macam kesempurnaan yang dititipkan-Nya pada kesiapan fitrah dan penerimaan kelompoknya.

Dan tidak diragukan lagi bahwa manusia paling sempurna persiapan dan penerimaannya, serta paling utama kesempurnaan dan kemuliaannya adalah sang Nabi terakhir, Muhammad s.a.w., di mana semua martabat tersembunyikan di bawah martabatnya. Karena inilah semua kemuliaan dan kesempurnaan beliau di dunia disempurnakan kesempurnaannya di akhirat, sebagaimana yang disyaratkan Allah s.w.t. dalam surah ini. Setelah memberikan keberkahan, Allah s.w.t. berfirman: (بِسْمِ اللهِ) [Dengan menyebut nama Allah] yang mengatur semua urusan kekasih-Nya, Muhammad s.a.w. dengan cara yang paling sempurna dan paling bijaksana, (الرَّحْمنِ) [Yang Maha Pemurah] kepadanya dengan cara memberikan pertolongan kepada para walinya dan menundukkan musuh-musuhnya, (الرَّحِيْمِ) [lagi Maha Penyayang] kepadanya dengan cara membukakan semua pintu kegaiban dan penyaksian baginya serta melimpahkan ilmu laduni kepadanya dari alam ketuhanan.

 

Ayat 1.

(إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ) [Apabila telah datang pertolongan Allah] maksudnya: ketika janji Allah s.w.t., yang telah berjanji akan menolongmu untuk mengalahkan semua musuhmu dan menjadikan agamamu berada di atas semua agama, telah datang kepadamu wahai Rasul yang paling sempurna, (وَ) [dan] begitu pula dengan (الْفَتْحُ) [kemenangan] yang telah Dia beritakan kepadamu melalui firman-Nya:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنًا

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata.” (al-Fath [48]: 1).

Ayat 2.

(وَ) [Dan] setelah kemenangan dan pertolongan yang dijanjikan kepadamu telah mendatangimu, kemunculan dan penguasaanmu atas semua musuh telah sempurna, dan setelah agamamu mengalahkan semua agama, maka (رَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا) [kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong] dan berkelompok-kelompok, setelah sebelumnya mereka masuk ke dalam agamamu dengan satu persatu.

Ayat 3.

(فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ) [Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu], wahai Rasul yang paling sempurna, sebagai bentuk rasa syukur atas segala janji-Nya yang telah ditunaikan untukmu, atas cakrawala yang telah dibukakan bagimu, dan atas disempurnakannya pengutusanmu sebagai Nabi dan Rasul dengan perilaku yang baik dan akhlak yang mulia: (وَ اسْتَغْفِرْهُ) [dan mohonlah ampun kepada-Nya], mintalah maaf dan ampunan dari-Nya atas kezaliman dan kesewenang-wenangan dirimu. Sebab jarang sekali manusia terbebas dari dosa. (إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا ) [Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat], Maha Mengampuni orang yang memohon ampun kepada-Nya, dan Maha Menerima pertobatan orang yang kembali kepada-Nya. Apalagi jika pertobatan tersebut dibarengi dengan keikhlasan.

Setelah turunnya surah ini dan Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. untuk bertahmid dan beristighfar, para sahabat merasa sedih. Dari surah ini mereka tahu kalau ajal Nabi s.a.w. sudah dekat karena Allah s.w.t. telah mengucapkan selamat tinggal kepada beliau dan menyuruhnya untuk bertahmid dan bersitighfar. Karena itulah mereka juga menamai surah ini dengan surah at-Taudī‘ (surah perpisahan).

 

Penutup Surah an-Nashr.

Wahai orang yang mencari keselamatan akhirat dan mengharapkan kelezatan rohani yang dijanjikan di dalamnya, kamu harus senantiasa memohon ampun kepada Allah s.w.t., kembali kepada-Nya dalam semua waktu dan keadaanmu, menyerahkan semua urusanmu kepada-Nya, dan menjadikan-Nya sebagai wakil, penghisab, dan penanggungjawab. Kamu harus terus mentaati dan menyembah-Nya, serta menjauhi segala keharaman dan kemungkaran. Maka Allah s.w.t. akan melindungimu dari segala macam bencana dan mengantarkamu dapat meraih semua yang bermanfaat dengan keutamaan dan kelembutan-Nya.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *