Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (2/3)

Tafsir ath-Thabari

Dari Buku:
Tafsir ath-Thabari
(Jilid 26, Juz ‘Amma)
(Oleh: Abu Ja‘far Muhammad bin Jarir ath-Thabari)
(Judul Asli: Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āy-il-Qur’ān)

Penerjemah: Amir Hamzah
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Surah al-Ma'un 107 ~ Tafsir ath-Thabari
  1. 1.Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (1/3)
  2. 2.Anda Sedang Membaca: Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (2/3)
  3. 3.Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (3/3)

Firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” maksudnya adalah, dan menghalangi manusia dari manfaat-manfaat yang ada pada mereka.

Asal makna al-mā‘ūn adalah segala sesuatu yang bermanfaat. Air yang turun dari awan disebut mā‘ūnuhu. Dari pengertian ini terdapat ungkapan al-A‘sya bani Tsa‘labah berikut ini: (22431):

بِأَجْوَدَ مِنْهُ بِمَاعُوْنِهِإِذَا مَا سَمَاؤُهُمُ لَمْ تَغِمْ

Dengan air awan terbaik darinya, kendati langit mereka tidak berawan.” (22442).

Ada pula lainnya yang berkata tentang awan:

يَمُجُّ صِبِيْرُهُ الْمَاعُوْنَ صَبًّا.

Awannya bergelombang (mencurahkan) air(-nya) dengan deras.” (22453).

‘Ubaid ar-Ra’i (22464) berkata:

قَوْمٌ عَلَى الْإِسْلَامِ لَمَّا يَمْنَعُوْامَاعُوْنَهُمْ وَ يُضَيِّعُوْا التَّهْلِيْلَا

Kaum yang memeluk Islam tidak akan menahan ketaatan dan zakat mereka, serta (tidak) menyia-nyiakan tahlil.” (22475).

Maksud al-mā‘ūn ini adalah ketaatan dan zakat.

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna al-mā‘ūn pada ayat ini.

Sebagian mengatakan bahwa maksudnya adalah zakat fardhu (zakat wajib). Mereka yang berpendapat demikian menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini:

  1. Ya‘qub bin Ibrahim menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Abi Najih menceritakan kepada kami dari Mujahid, ia berkata: ‘Ali r.a. berkata mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” bahwa maksudnya adalah zakat. (22486).
  2. Ibn-ul-Mutsanna menceritakan kepadaku, ia berkata: Muhammad bin Ja‘far menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Abi Najih, dari Mujahid, ia berkata: Ali r.a. berkata tentanga ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” bahwa maksudnya adalah zakat. (22497).
  3. Ibnu Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu ‘Ashim menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari as-Suddi, dari Abu Shalih, dari ‘Ali r.a., ia berkata: “Ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” maksudnya adalah zakat.”
  4. Yunus menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dari ‘Ali r.a., mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” ia berkata: “Enggan (mengeluarkan) zakat harta mereka.” (22508).
  5. Muhammad bin Umarah dan Ahmad bin Hisyam menceritakan kepadaku, keduanya berkata: ‘Abdullah bin Musa menceritakan kepada kami, ia berkata: Isra’il mengabarkan kepada kami dari as-Suddi, dari Abu Shalih, dari ‘Ali, mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” ia berkata: “Zakat.” (22519).
  6. Ibnu Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Abd-ur-Rahman menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, mengenai firman-Nya: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” ia berkata: “Zakat.” (225210).
  7. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dari ‘Ali, riwayat yang sama. (225311).
  8. Muhammad bin ‘Amr menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu ‘Ashim menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Isa menceritakan kepada kami, Al-Harits menceritakan kepadaku, ia berkata: Al-Hasan menceritakan kepada kami, ia berkata: Warqa menceritakan kepada kami, semuanya dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, bahwa ‘Ali r.a. berkata: “Ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” maksudnya adalah sedekah wajib (zakat fardhu).” (225412).
  9. Ibnu ‘Abd-ul-A‘la menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Tsaur menceritakan kepada kami dari Ma‘mar, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” ia berkata: ‘Ali r.a. berkata: “Maksudnya adalah zakat.” (225513).
  10. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari seorang laki-laki, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Umar, tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” ia berkata: “Maksudnya adalah zakat.” (225614).
  11. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Salamah bin Kuhail, dari Abul-Mughirah, ia berkata: Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu ‘Umar tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” Ibnu ‘Umar lalu menjawab: “Maksudnya adalah harta yang tidak ditunaikan haknya.” Ibnu Ummi ‘Abd lalu berkata: “Maksudnya adalah perkakas yang biasa saling diberikan (dipinjamkan) di antara manusia.” Ibnu ‘Abbas kemudian berkata: “Itu merupakan perkataan yang aku katakan kepadamu.” (225715).
  12. Ibn-ul-Mutsanna menceritakan kepada kami, ia berkata: Wahb bin Jarir menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami dari Salamah, ia berkata: Aku mendengar Abul-Mughirah berkata: Aku bertanya kepada Ibnu ‘Umar tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” lalu ia menjawab: “Maksudnya adalah menahan hak.” (225816).
  13. Abd-ul-Hamid bin Bayan menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Yazid mengabarkan kepada kami dari Isma‘il, dari Salamah bin Kuhail, ia berkata: Ibnu ‘Umar ditanya tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” lalu ia menjawab: “Maksudnya adalah orang yang diminta hak hartanya, namun ia menahannya.” Ibnu Mas‘ud lalu mengatakan bahwa itu adalah periuk, ember, dan kapak. Ibnu ‘Umar lalu berkata: “Itu merupakan perkataan yang aku katakan kepada kalian.” (225917).
  14. Harun bin Idris al-Asham menceritakan kepadaku, ia berkata: ‘Abd-ur-Rahman bin Muhammad al-Muharibi menceritakan kepada kami dari Isma‘il bin Khalid, dari Salamah bin Kuhail, bahwa Ibnu ‘Umar ditanya tentang firman Allah: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” lalu ia berkata: “(Maksudnya adalah) orang yang diminta hartanya oleh Allah, tapi ia menahannya (enggan memberikannya).” Orang itu lalu berkata: “Tapi Ibnu Mas‘ud mengatakan bahwa itu adalah kapak dan periuk.” Ibnu ‘Umar kemudian berkata: “Itu merupakan perkataan yang aku katakan kepadamu.” (226018).
  15. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Isma‘il bin Khalid, dari Salamah bin Kuhail, ia berkata: Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu ‘Umar tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” lalu disebutkan riwayat yang sama. (226119).
  16. Sulaiman bin Muhammad bin Ma‘dikarib-ir-Ru‘aini menceritakan kepadaku, ia berkata: Baqiyyah bin al-Walid menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami, ia berkata: Salamah bin Kuhail menceritakan kepadaku, ia berkata: Aku mendengar Abul-Mughirah – seorang laki-laki dari bani Asad – berkata: Aku bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Umar tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” ia lalu berkata: “Maksudnya adalah menahan hak.” Aku lalu berkata: “Tapi Ibnu Mas‘ud mengatakan bahwa maksudnya adalah menahan (enggan meminjamkan) kapak dan ember.” Ibnu ‘Umar kemudian berkata: “Itu adalah menahan hak.” (226220).
  17. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Waki‘ menceritakan kepada kami dan Sufyan, dari Salamah bin Kuhail, dari Abul-Mughirah, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata: “Maksudnya adalah zakat.” (226321).
  18. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari as-Suddi, dari Abu Shalih, dari ‘Ali riwayat yang sama. (226422).
  19. Ibnu Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Abd-ur-Rahman menceritakan kepada kami, ia berkata: Jabir bin Zaid bin Rifa‘ah menceritakan kepada kami dari Hassan bin Mukhariq, dari Sa‘id bin Jubair, tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” ia berkata: “Maksudnya adalah zakat.” (226523).
  20. Bisyr menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa‘id menceritakan kepada kami dari Qatadah dan al-Hasan, tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” ia berkata: “Maksudnya adalah zakat fardhu (zakat yang diwajibkan).” (226624).
  21. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Waki‘ menceritakan kepada kami dari Isma‘il, dari Abu ‘Umar, dari Ibn-ul-Hanafiyah r.a., ia berkata: “Maksudnya adalah zakat.” (226725).
  22. Diceritakan kepadaku dari al-Husain, ia berkata: Aku mendengar Abu Mu‘adz berkata: ‘Ubaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar adh-Dhahhak berkata mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” bahwa maksudnya adalah zakat. (226826).
  23. Yunus menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berkata mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” bahwa maksudnya adalah orang-orang munafik, mereka enggan mengeluarkan zakat harta mereka. (226927).
  24. Ibnu Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Abd-ul-A‘la menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa‘id menceritakan kepada kami dari Qatadah, tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna,” bahwa maksudnya adalah zakat yang diwajibkan. (227028).
  25. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Sa‘id, dari Qatadah, riwayat yang sama. (227129).
  26. Ibnu Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Abd-ur-Rahman menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin ‘Uqbah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar al-Hasan berkata mengenai firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” bahwa maksudnya adalah enggan mengeluarkan zakat harta mereka, maka Allah mencela mereka. (227230).
  27. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Waki‘ menceritakan kepada kami dari Mubarak, dari al-Hasan, mengenai firman-Nya: (الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاؤُوْنَ. وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Orang-orang yang berbuat riya’. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” ia berkata: “Maksudnya adalah orang munafik yang enggan mengeluarkan zakat hartanya. Bila mengerjakan shalat ia riya’, dan bila terlewat shalat ia tidak menyayangkannya.” (227331).
  28. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Waki‘ menceritakan kepada kami dari Salamah, dari adh-Dhahhak, ia berkata: “Maksudnya adalah zakat.” (227432).

Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah barang yang biasa dipinjamkan di antara manusia, seperti ember dan periuk. Mereka yang berpendapat demikian menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini:

  1. Zakariya bin Yahya bin Abi Zaidah menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Idris menceritakan kepada kami dari al-A‘masy, dari al-Hakam bin Yahya bin al-Jazar, dari Abul-‘Abidain, bahwa ia berkata kepada ‘Abdullah: “Beritahulah aku tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna”?” Ia lalu berkata: “Maksudnya adalah (barang-barang) yang biasa dipinjamkan di antara manusia.” (227533).
  2. Ibn-ul-Mutsanna menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Ja‘far menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami dari al-Hakam, ia berkata: Aku mendengar Yahya bin al-Jazar dari Abul-‘Abidain, seorang laki-laki dari bani Tamim yang buta, bertanya kepada ‘Abdullah bin Mas‘ud, sementara ‘Abdullah bin Mas‘ud mengenalnya, tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna” ‘Abdullah pun berkata: “Sesungguhnya di antara (الْمَاعُوْنَ) adalah enggan memberikan (meminjamkan) kapak, periuk, dan ember. Itu dua sifat dari golongan yang tiga itu.”

Syu‘bah berkata: “(Tentang) kapak, tidak ada keraguan padanya.” (227634).

  1. Ibn-ul-Mutsanna menceritakan kepada kami, ia berkata: al-Walid menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami dari al-Hakam bin ‘Utaibah, dari Yahya bin al-Jazar, dari Abul-‘Abidain, dari ‘Abdullah, riwayat yang sama. (227735).
  2. Ya‘qub bin Ibrahim menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami dari al-Hakam bin ‘Utaibah, dari Yahya al-Jazar, bahwa Abul-‘Abidain, seorang laki-laki dari bani Tamim yang penglihatannya buta, bertanya kepada Ibnu Mus‘ud tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna” ia pun menjawab: “Maksudnya adalah enggan (meminjamkan) kapak dan ember.” Atau ia berkata: “Enggan (meminjamkan) kapak dan periuk.” (227836).

38248. Abu Kuraib menceritakan kepada kami dari al-A‘masy, dari al-Hakam, dari Yahya bin al-Jazar, bahwa Abul-‘Abidain bertanya kepada Ibnu Mas‘ud tentang ayat: (الْمَاعُوْنَ) “Barang berguna” ia pun berkata: “Maksudnya adalah (barang-barang) yang biasa saling dipinjam di antara manusia, yaitu kapak, periuk, dan ember.” (227937).

Catatan:

  1. 2243). Biografinya telah dikemukakan.
  2. 2244). Bait syair ini dimuat dalam Dīwān al-A‘sya dari qashīdah-nya yang berjudul Mūtū Kirāman bi Asyāfikum. Dalam syair ini ia memuji Qais bin Ma‘dikarib.

    Riwayat dalam ad-Dīwān berbeda dengan versi cetaknya, yaitu disebutkan dalam satu riwayat dengan lafazh:

    بِأَجْوَدَ مِنْهُ بِمَا عِنْدَهُإِذَا مَا سَمَاؤُهُمْ لَمْ تَغِمْ

     

    Dengan apa yang terbaik yang ada padanya, kendati langit mereka tidak berawan.

    Silakan lihat ad-Dīwān (hal. 197). Riwayat Abu ‘Ubaidah sama dengan riwayat ath-Thabrani. Silakan lihat Majāz-ul-Qur’ān karya Abu ‘Ubaidah (2/313).

  3. 2245). Al-Farra’ dalam Ma‘ān-il-Qur’ān (3/295) dan al-Qurthubi dalam tafsir (20/214).

    Makna ash-shabīr adalah as-saḥāb “awan”.

  4. 2246). Ar-Ra‘i an-Numairi ini berasal dari kalangan penyair Dinasti Umawiyah.
  5. 2247). Bait syair ini dimuat dalam Dīwān-nya dari qashīdah-nya, yang isinya pujian kepada ‘Abd-ul-Malik bin Marwan. Redaksi awalnya yaitu:

    مَا بَالُ دَفِّكَ بِالْفِرَاشِ مُذيْلًاأَقَذِيْ بِعَيْنِكَ أَمْ أَرَدْتَ رِحِيْلًا

     

    Mengapa genderangmu dan alas tidur berturutan?
    Apakah matamu tidak nyaman?
    Ataukah kau memang ingin berangkat?

    Silakan lihat ad-Dīwān (hal. 198) dan Majāz-ul-Qur’ān karya Abu ‘Ubaid (2/313).

  6. 2248). Mujahid dalam tafsir (1/754) dengan lafazh: Zakat yang diwajibkan.
  7. 2249). Ibid.
  8. 2250). Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/352) dan Mujahid dalam tafsir (hal. 754) dari ‘Ali.
  9. 2251). Ibid.
  10. 2252). Mujahid dalam tafsir (hal. 754) dari ‘Ali, Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/352), dan al-Qurthubi dalam al-Jāmi‘-ul-Aḥkām-ul-Qur’ān (20/213).
  11. 2253). Ibid.
  12. 2254). Ibid.
  13. 2255). Ibid.
  14. 2256). Ibid.
  15. 2257). Ibnu Hajar dalam Fatḥ-ul-Bārī (8/731).
  16. 2258). Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/353).
  17. 2259). Ibnu Abi Hatim dalam tafsir (10/3469) dan Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/353). Lihat juga pandangan Ibnu Mas‘ud dalam Tafsīr Mujāhid (hal. 754, 755).
  18. 2260). Ibid.
  19. 2261). Ibid.
  20. 2262). Ibid.
  21. 2263). Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/352) dan Ibn-ul-Jauzi dalam Zād-ul-Masīr (9/246).
  22. 2264). Ibid.
  23. 2265). Ibid.
  24. 2266). Ibid.
  25. 2267). Al-Alusi dalam Rūḥ-ul-Ma‘ānī (30/242) dan Ibn-ul-Jauzi dalam Zād-ul-Masīr (9/246).
  26. 2268). Al-Qurthubi dalam al-Jāmi‘-ul-Aḥkām-ul-Qur’ān (20/213).
  27. 2269). Ibnu Abi Hatim dalam tafsir (10/3469).
  28. 2270). Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/352) dan Ibn-ul-Jauzi dalam Zād-ul-Masīr (9/246).
  29. 2271). Ibid.
  30. 2272). Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/352).
  31. 2273). Ibid.
  32. 2274). Al-Qurthubi dalam al-Jāmi‘-ul-Aḥkām-ul-Qur’ān (20/213).
  33. 2275). Ibnu Abi Hatim dalam tafsir (10/3469) dan Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/353).
  34. 2276). Ibid.
  35. 2277). Ibid.
  36. 2278). Ibnu Abi Hatim dalam tafsir (10/3469). Lihat juga Tafsir Mujahid (hal. 754) dan Al-Mawardi dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/353) serta dan Ibn-ul-Jauzi dalam Zād-ul-Masīr (9/246).
  37. 2279). Ibid.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *