Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (6/6)

Tafsir ath-Thabari

Dari Buku:
Tafsir ath-Thabari
(Jilid 26, Juz ‘Amma)
(Oleh: Abu Ja‘far Muhammad bin Jarir ath-Thabari)
(Judul Asli: Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āy-il-Qur’ān)

Penerjemah: Amir Hamzah
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari
  1. 1.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (1/6)
  2. 2.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (2/6)
  3. 3.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (3/6)
  4. 4.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (4/6)
  5. 5.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (5/6)
  6. 6.Anda Sedang Membaca: Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (6/6)

قُلْ إِنْ أَدْرِيْ أَقَرِيْبٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّيْ أَمَدًا. عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا. لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَ أَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَ أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا.

072: 25. Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah adzab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) adzab itu, masa yang panjang?”

072: 26. Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu.

072: 27. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

072: 28. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

(Qs. al-Jinn [72]: 25-28).

 

Ta’wil firman Allah: (قُلْ إِنْ أَدْرِيْ أَقَرِيْبٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّيْ أَمَدًا. عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا. لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَ أَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَ أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا) “Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah adzab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) adzab itu, masa yang panjang?” Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

Maksud ayat di atas adalah, katakanlah, wahai Muḥammad, kepada orang-orang yang menyekutukan-Ku dari kaummu, “Aku tidak tahu apakah sudah dekat apa yang diancamkan oleh Tuhanmu, seperti adzab dan Hari Kiamat.” (أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّيْ أَمَدًا) “Ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) adzab itu, masa yang panjang?” yakni waktu yang sudah diketahui lamanya?

Firman-Nya: (عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya” “‘Ālim-ul-ghaib” di sini maksudnya adalah yang mengetahui sesuatu yang tidak tampak oleh pandangan mata makhluk-Nya, dan mereka tidak melihatnya. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa melihat alam ghaib-Nya, kecuali Dia mengajarkan dan memperlihatkannya kepada rasūl yang diridhai serta dikehendaki-Nya.

Pakar ta’wil berpendapat seperti yang kami katakan. Riwayat-riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. ‘Alī menceritakan kepadaku, dia berkata: Abū Shāliḥ menceritakan kepada kami, dia berkata: Mu‘āwiyah menceritakan kepada kami dari ‘Alī, dari Ibnu ‘Abbās, tentang firman-Nya: (فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya.” Dia berkata: “Namun Allah mengajarkan kepada rasūl-rasūlNya tentang alam ghaib melalui wahyu-Nya. Allah menampakkan kepada mereka terhadap masalah-masalah ghaib yang diwahyukan kepada mereka dan apa yang ditetapkan oleh Allah, maka hal itu tidak diketahui kecuali Allah.” (11661).
  2. Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: “Yazīd menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa‘īd menceritakan kepada kami dari Qatādah, tentang firman-Nya: (عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya,” ia berkata: “Karena Allah memilih mereka dan menampakkan bagi mereka apa yang dikehendaki-Nya dari hal-hal ghaib.” (11672).
  3. Ibnu ‘Abd-il-A‘lā menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsaur menceritakan kepada kami dari Mu‘ammar, dari Qatādah, tentang ayat: (إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya,” dia berkata: “Allah menampakkan yang ghaib kepada orang yang dikehendaki-Nya jika telah diridhai-Nya.” (11683).
  4. Yūnus menceritakan kepadaku, dia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Zaid berkata tentang firman-Nya: (فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya,” dia berkata: “Allah menurunkan kabar tentang hal-hal ghaib kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya dari para nabi-Nya. Allah menurunkan hal-hal ghaib kepada Rasūlullāh s.a.w. melalui al-Qur’ān.”

Dia berkata: “Allah menceritakan kepada kami di dalam al-Qur’ān tentang hal-hal ghaib, termasuk tentang Hari Kiamat.” (11694).

Firman-Nya: (فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا) “Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” maksudnya adalah, Dia mengutus malaikat penjaga dari depan dan dari belakangnya untuk menjaganya.

[Pakar ta’wil berpendapat seperti yang kami katakan]. (11705) Riwayat-riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Ibnu Ḥumaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Sufyān, dari ‘Alqamah bin Murtsid, dari adh-Dhaḥḥāk, tentang ayat: (إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا.) “Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” ia berkata: “Apabila ada wahyu yang diturunkan kepada Nabi s.a.w., yang dibawa oleh malaikat, maka ada beberapa malaikat yang menjaganya dari depan dan belakangnya, karena khawatir ada syaithan yang datang kepada beliau dalam bentuk malaikat.” (11716).
  2. Ibnu Ḥumaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Sufyān, dari Manshūr, dari Ibrāhīm, tentang ayat: (مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا) “Penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” ia berkata: “Malaikat yang menjaga mereka dari depan dan belakang.” (11727).
  3. Abū Kuraib menceritakan kepada kami, dia berkata: Wakī‘ menceritakan kepada kami dari Sufyān, dari Manshūr, dari Ibrāhīm, tentang ayat: (مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا) “Penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” ia berkata: “Malaikat-malaikat menjaga Nabi s.a.w. dari depan dan belakang, dari gangguan jinn.” (11738).
  4. Ibnu Ḥumaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarīr menceritakan kepada kami dari Manshūr, dari Thalḥah – yakni Ibnu Musharrif – dari Ibrāhīm, tentang firman-Nya: (مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا) “Penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” ia berkata: “Malaikat-malaikat penjaga berada di depan dan belakangnya untuk menjaga beliau dari jinn.” (11749).
  5. Muḥammad bin Sa‘ad menceritakan kepadaku, dia berkata: Bapakku menceritakan kepadaku, dia berkata: Pamanku menceritakan kepadaku, dia berkata: Bapakku menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ibnu ‘Abbās r.a., tentang firman-Nya: (إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا.) “Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” ia berkata: “Ini adalah malaikat-malaikat yang datang kemudian untuk menjaga Nabi s.a.w. dari syaithan hingga jelas apa yang diwahyukan kepada beliau untuk disampaikan kepada mereka. Hal itu ketika Allah berfirman: (لِيَعْلَمَ) “Supaya mengetahui,” yaitu orang-orang musyrik. (أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ) “bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.” (117510).
  6. Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: “Yazīd menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa‘īd menceritakan kepada kami dari Qatādah, tentang firman-Nya: (فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا.) “Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” dia berkata: “Maksudnya adalah para malaikat.” (117611).

Firman-Nya: (لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ) “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.” Para pakar ta’wil berbeda pendapat tentang maksud firman-Nya: (لِيَعْلَمَ) “Supaya dia mengetahui” Sebagian berkata: “Maksudnya adalah Rasūlullāh s.a.w.” Adapun maknanya, supaya Rasūlullāh s.a.w. mengetahui bahwa rasūl-rasūl sebelum beliau telah menyampaikan risalah Tuhan mereka.” Riwayat-riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: “Yazīd menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa‘īd menceritakan kepada kami dari Qatādah, tentang ayat: (لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ) “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,” ia berkata: “Supaya Rasūlullāh s.a.w. mengetahui bahwa rasūl-rasūl sebelum beliau telah menyampaikan risalah Tuhan mereka dan menjaganya.” (117712).
  2. Ibnu ‘Abd-il-A‘lā menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsaur menceritakan kepada kami dari Mu‘ammar, dari Qatādah, tentang ayat: (لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ) “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,” dia berkata: “Supaya Nabi s.a.w. mengetahui bahwa rasūl-rasūl sebelumnya telah menyampaikan risalah dari Allah, dan Allah telah menjaga serta menolong mereka.” (117813).
  3. Muḥammad bin ‘Amru menceritakan kepadaku, dia berkata: Abū ‘Āshim menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Īsā menceritakan kepada kami, al-Ḥārits menceritakan kepadaku, dia berkata: al-Ḥasan menceritakan kepada kami, dia berkata: Waraqā’ menceritakan kepada kami, semuanya dari Ibnu Abī Najīḥ, dari Mujāhid, tentang firman-Nya: (لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ) “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,” dia berkata: “Supaya Nabi s.a.w. mengetahui orang yang mendustakan rasūl-rasūl itu, bahwa mereka telah menyampaikan risalah Tuhan mereka.” (117914).

Pakar ta’wil yang lain berkata: “Maknanya adalah, supaya Muḥammad s.a.w. mengetahui bahwa para malaikat telah menyampaikan risalah Tuhan mereka.” Riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Ibnu Ḥumaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Ya‘qūb menceritakan kepada kami dari Ja‘far, dari Sa‘īd bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbās, tentang firman-Nya: (عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا.) “Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” Ia berkata: “Ada empat malaikat penjaga bersama Jibrīl. (لِيَعْلَمَ) “Supaya dia mengetahui”, yakni Muḥammad. (قَدْ أَبْلَغُوْا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَ أَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَ أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا) “bahwa sesungguhnya rasūl-rasūl itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

Ibn ‘Abbās berkata: “Tidak pernah Jibrīl a.s. membawa wahyu kecuali dia bersama empat malaikat penjaga.” (118015).

Abū Ja‘far berkata: Pendapat yang paling utama untuk dibenarkan dari pendapat-pendapat ini adalah yang mengatakan bahwa Rasūlullāh s.a.w. mengetahui rasūl-rasūl sebelum beliau telah menyampaikan risalah Tuhan mereka. Hal itu karena firman-Nya (لِيَعْلَمَ) disebabkan firman-Nya: (فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا.) “Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya,” dan itu merupakan berita tentang Rasūlullāh s.a.w. Jadi, dengan hal itu dapat diketahui bahwa firman-Nya (لِيَعْلَمَ) disebabkan olehnya, karena merupakan berita tentangnya.

Firman-Nya: (وَ أَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ) “Sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka,” maksudnya adalah, Allah mengetahui apa yang ada pada diri mereka.

Firman-Nya: (وَ أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا) “Dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu,” maksudnya adalah, Allah mengetahui jumlah segala sesuatu secara keseluruhan, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.

  1. Muḥammad bin Basysyār dan Muḥammad bin al-Mutsannā menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muḥammad bin Ja‘far menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami dari Abū Bisyr, dari Sa‘īd bin Jubair, tentang ayat: (إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya.” Hingga firman-Nya: (وَ أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا) “Dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” Dia berkata: “Supaya rasūl-rasūl itu mengetahui bahwa ilmu Tuhan mereka meliputi mereka semua, lalu mereka pun menyampaikan risalah mereka.” (118116).

 

Selesai surah al-Jinn, alḥamdulillāh

Selanjutnya surah al-Muzzammil.

Catatan:

  1. 1166). As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/309), disandarkan kepada ‘Abd-ul-Mundzir dan Ibnu Mardawaih.
  2. 1168). ‘Abd-ur-Razzāq dalam tafsirnya (3/355).
  3. 1168). ‘Abd-ur-Razzāq dalam tafsirnya (3/355).
  4. 1169). Lihat ad-Durr-ul-Mantsūr karya as-Suyūthī (8/309) dari Ibnu ‘Abbās.
  5. 1170). Tidak ada dalam manuskrip, dan kami menetapkannya dari buku lain.
  6. 1171). As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/309), disandarkan kepada ‘Abd bin Ḥumaid dan Ibnu Jarīr.
  7. 1172). Atsar semisalnya disebutkan oleh As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/309), disandarkan kepada Ibnu Mundzir.
  8. 1173). Lihat ad-Durr-ul-Mantsūr karya as-Suyūthī (8/309).
  9. 1174). Ibid.
  10. 1175). As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/309), disandarkan kepada Ibnu Abī Ḥātim dan Ibnu Mardawaih, namun kami tidak mendapatkannya dalam Tafsīr-ubni Abī Ḥātim dalam hal ini.
  11. 1176). As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/309), disandarkan kepada ‘Abd-ur-Razzāq dan ‘Abd bin Ḥumaid, serta Ibn-ul-Mundzir.
  12. 1177). Al-Māwardī dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/123), dan Ibnu ‘Athiyyah dalam al-Muḥarrar-ul-Wajīz (5/385).
  13. 1178). ‘Abd-ur-Razzāq dalam tafsirnya (3/355) dan As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/310), disandarkan kepada ‘Abd-ur-Razzāq dan ‘Abd bin Ḥumaid, dan Ibn-ul-Mundzir.
  14. 1179). Al-Māwardī dalam an-Nukatu wal-‘Uyūn (6/123), dan As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūr (8/310), disandarkan kepada ‘Abd bin Ḥumaid.
  15. 1180). Abusy-Syaikh dalam al-‘Uzhmah (2/781). Lihat Tafsīr-ubni Abī Ḥātim (10/3278).
  16. 1181). Lihat Tafsīr-ul-Qurthubī (19/28).
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *