Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (4/6)

Tafsir ath-Thabari

Dari Buku:
Tafsir ath-Thabari
(Jilid 26, Juz ‘Amma)
(Oleh: Abu Ja‘far Muhammad bin Jarir ath-Thabari)
(Judul Asli: Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āy-il-Qur’ān)

Penerjemah: Amir Hamzah
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Rangkaian Pos: Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari
  1. 1.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (1/6)
  2. 2.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (2/6)
  3. 3.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (3/6)
  4. 4.Anda Sedang Membaca: Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (4/6)
  5. 5.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (5/6)
  6. 6.Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir ath-Thabari (6/6)

وَ أَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَ مِنَّا الْقَاسِطُوْنَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا. وَ أَمَّا الْقَاسِطُوْنَ فَكَانُوْا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا.

072: 14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.

072: 15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api Neraka Jahannam.

(Qs. al-Jinn [72]: 14-15).

 

Ta’wil firman Allah: (وَ أَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَ مِنَّا الْقَاسِطُوْنَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا. وَ أَمَّا الْقَاسِطُوْنَ فَكَانُوْا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا) “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api Neraka Jahannam.

Allah s.w.t. berfirman tentang perkataan sekelompok jinn itu, (وَ أَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ) “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat,” yaitu orang yang telah tunduk kepada Allah dengan taat kepada-Nya. (وَ مِنَّا الْقَاسِطُوْنَ) “dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” yaitu mereka yang berbuat menyimpang dari Islam dan keluar dari jalan itu.

Pakar ta’wil berpendapat seperti yang kami katakan. Riwayat-riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Muḥammad bin Sa‘ad menceritakan kepadaku, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, dia berkata: Pamanku menceritakan kepadaku, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ibnu ‘Abbās r.a., tentang firman-Nya: (وَ أَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَ مِنَّا الْقَاسِطُوْنَ) “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” dia berkata: “Al-qāsithūn adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.” (1112).
  2. Muḥammad bin ‘Amru menceritakan kepadaku, dia berkata: Abū ‘Āshim menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Īsā menceritakan kepada kami, al-Ḥārits menceritakan kepadaku, dia berkata: al-Ḥasan menceritakan kepada kami, dia berkata: Waraqā’ menceritakan kepada kami, semuanya dari Ibnu Abī Najīḥ, dari Mujāhid, tentang firman-Nya: (الْقَاسِطُوْنَ) “Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” dia berkata: “Orang-orang yang zhalim.” (1113).
  3. Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: “Yazīd menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa‘īd menceritakan kepada kami dari Qatādah, tentang firman-Nya: (الْقَاسِطُوْنَ) “Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” ia berkata: “Maksudnya adalah orang-orang yang zhalim.” (1114).
  4. Ibnu ‘Abd-il-A‘lā menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsaur menceritakan kepada kami dari Ma‘mar, dia berkata: Qatādah tentang firman-Nya: (الْقَاسِطُوْنَ) “Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” ia berkata: “Maksudnya adalah orang-orang yang zhalim.” (1115).
  5. Yūnus menceritakan kepadaku, dia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Zaid berkata: “Al-muqsith adalah orang yang adil, sedangkan al-qāsith adalah orang yang zhalim.” (1116).

Firman-Nya: (فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا) “Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus,” maksudnya adalah, barang siapa berserah diri dan tunduk kepada Allah dengan taat kepada-Nya, maka mereka telah memilih kebenaran dalam agama mereka.

Firman-Nya: (وَ أَمَّا الْقَاسِطُوْنَ) “Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” maksudnya adalah, sedangkan orang-orang yang menyimpang dari Islam. (فَكَانُوْا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا) “Maka mereka menjadi kayu api Neraka Jahannam,” yang dengannya neraka itu dinyalakan.

 

وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا. لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ وَ مَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا.

072: 16. Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).

072: 17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat.

(Qs. al-Jinn [72]: 16-17).

 

Ta’wil firman Allah: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا. لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ وَ مَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat.

Maksudnya adalah, jika orang-orang yang zhalim itu tetap istiqāmah pada jalan yang lurus dan kebenaran. (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” Niscaya Kami lapangkan rezekinya dan Kami bentangkan untuk mereka di dunia. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami berikan ujian di dalamnya.

Pakar ta’wil berbeda pendapat dalam mena’wilkan hal itu.

Sebagian berkata yang kami katakan. Riwaya-riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Muḥammad bin Sa‘ad menceritakan kepadaku, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, dia berkata: Pamanku menceritakan kepadaku, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ibnu ‘Abbās r.a., tentang firman-Nya: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” ia berkata: Maksudnya adalah istiqāmah dalam ketaatan. Adapun al-ghadaq, adalah air suci yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya, untuk Kami berikan kepada mereka.” (1117).
  2. Ibnu Basysyār menceritakan kepada kami, dia berkata: Abū ‘Āshim menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyān menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidillāh bin Abī Ziyād, dari Mujāhid, tentang ayat: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu,” ia berkata: “Maksudnya adalah jalan Islam.” (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” Maksudnya adalah manfaat yang banyak, niscaya Kami berikan kepada mereka harta yang banyak, (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, niscaya Kami berikan cobaan kepada mereka hingga mereka kembali kepada apa yang ditetapkan kepada mereka berupa kesusahan.” (1118).
  3. Isḥāq bin Zaid al-Khaththābī menceritakan kepada kami, dia berkata: al-Firyābī menceritakan kepada kami dari Sufyān menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidillāh bin Abī Ziyād, dari Mujāhid, atsar sepertinya. (1119).
  4. Ibnu Ḥumaid , berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Sufyān dari ‘Ubaidillāh bin Abī Ziyād, dari Mujāhid tentang ayat: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam),” dia berkata: “Jalan kebenaran. (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” Maksudnya adalah harta yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah untuk Kami berikan cobaan kepada mereka dengannya, hingga mereka kembali kepada apa yang telah ditetapkan kepada mereka berupa kesusahan.” (1120).
  5. Ibnu Ḥumaid , berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Sufyān dari ‘Ubaidillāh bin Abī Ziyād, dari Mujāhid, dari ayahnya, atsar sepertinya. (1121).
  6. Ibnu Ḥumaid , berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Sufyān dari ‘Alqamah bin Murtsid, dari Mujāhid, tentang ayat: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam),” dia berkata: “Islam.” (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami beri cobaan kepada mereka dengannya. (1122).
  7. …… dia berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Abū Sinān, dari lebih satu orang, dari Mujāhid, tentang firman Allah s.w.t.: (مَّاءً غَدَقًا) “Air yang segar,” dia berkata: “Harta.” Al-ghadaq adalah yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya,” hingga mereka kembali kepada pengetahuan tentang diri-Ku dalam diri mereka.” (1123).
  8. Muḥammad bin ‘Amru menceritakan kepadaku, dia berkata: Abū ‘Āshim menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Īsā menceritakan kepada kami, al-Ḥārits menceritakan kepadaku, dia berkata: al-Ḥasan menceritakan kepada kami, dia berkata: Waraqā’ menceritakan kepada kami, semuanya dari Ibnu Abī Najīḥ, dari Mujāhid, tentang firman-Nya: (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” dia berkata: “Niscaya Kami berikan kepada mereka harta yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami berikan cobaan kepada mereka.” (1124).
  9. Abus-Sā’ib menceritakan kepadaku, dia berkata: Abū Mu‘āwiyah menceritakan kepada kami dari sebagian sahabatnya, dari al-A‘masy, dari al-Minhal, dari Sa‘id bin Jubair, tentang firman-Nya: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam),” dia berkata: “Maksudnya adalah Islam. (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” Maksudnya adalah harta yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami berikan cobaan kepada mereka.” (1125).
  10. Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: “Yazīd menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa‘īd menceritakan kepada kami dari Qatādah, tentang firman-Nya: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” dia berkata: “Jika mereka semua beriman, niscaya Kami lapangkan kepada mereka dunia itu. Allah berfirman: (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami berikan cobaan kepada mereka dengannya.” (1126).
  11. Ibnu ‘Abd-il-A‘lā menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsaur menceritakan kepada kami dari Ma‘mar, dia berkata: Qatādah tentang ayat: (لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” dia berkata: “Jika mereka bertaqwa niscaya akan dilapangkan bagi mereka rezekinya.” (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami berikan cobaan kepada mereka padanya.” (1127).
  12. Ibnu Ḥumaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Mahrān menceritakan kepada kami dari Abū Ja‘far, dari ar-Rabī‘ bin Anas, tentang ayat: (مَّاءً غَدَقًا) “Air yang segar (rezeki yang banyak),” dia berkata: “Kehidupan yang lapang.” (1128).
  13. Yūnus menceritakan kepadaku, dia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Zaid berkata tentang firman-Nya: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” dia berkata: “Al-ghadaq al-katsīr artinya harta yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami berikan cobaan kepada mereka padanya.” (1129).
  14. ‘Amru bin ‘Abd-il-Ḥamīd al-Āmilī menceritakan kepada kami, dia berkata: al-Muththalib bin Ziyād menceritakan kepada kami dari at-Taimī, dia berkata: ‘Umar berkata tentang firman-Nya: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَّاءً غَدَقًا) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak),” dia berkata: “Di mana ada air, di situ ada harta, dan di mana ada harta, di situ ada fitnah.” (1130).

Pakar ta’wil yang lain berkata: “Maknanya adalah, jika mereka tetap pada kesesatannya, niscaya Kami berikan kelapangan rezeki kepada mereka sebagai istidrāj kepada mereka.” Riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Ibnu ‘Abd-il-A‘lā menceritakan kepada kami, dia berkata: al-Mu‘tamar bin Sulaimān menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ‘Imrān bin Judair dari Abū Mijlaz (Mujalliz), dia berkata tentang ayat: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam),” bahwa maksudnya adalah di jalan kesesatan. (1131).

Pakar ta’wil yang lain berkata: “Maknanya adalah, jika mereka tetap di jalan kebenaran dan beriman, niscaya Kami lapangkan untuk mereka rezekinya.” Riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Aku diceritakan dari al-Ḥusain, dia berkata: Aku mendengar Abū Mu‘ādz berkata: ‘Ubaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar adh-Dhaḥḥāk berkata tentang firman-Nya: (وَ أَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ) “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam),” dia berkata: “Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah, seperti firman-Nya: (وَ لَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاة وَ الْإِنْجِيْلَ وَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ.) “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurāt, Injīl dan (al-Qur’ān) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka”. (Qs. al-Mā’idah [5]: 66). Serta firman-Nya: (وَ لَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ.) “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Qs. al-A‘rāf [7]: 96). Al-mā’-al-ghadaq artinya harta yang banyak. (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” Maksudnya adalah, untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” (1132).

Firman-Nya: (وَ مَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا.) “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat.” Maksudnya adalah, barang siapa berpaling dari berdzikir kepada Tuhannya yang dengannya Dia disebutkan, yaitu dengan membaca al-Qur’ān ini, atau maknanya, barang siapa berpaling dari mendengarkan al-Qur’ān dan mengamalkannya, maka dia akan dimasukkan ke dalam (عَذَابًا صَعَدًا) “adzab yang amat berat.” Maksudnya adalah adzab yang sangat pedih dan berat.

Pakar ta’wil berpendapat seperti yang kami katakan. Riwayat-riwayat yang menjelaskan demikian adalah:

  1. Muḥammad bin Sa‘ad menceritakan kepadaku, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, dia berkata: Pamanku menceritakan kepadaku, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ibnu ‘Abbās r.a., tentang firman-Nya: (وَ مَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا.) “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat.” Dia berkata: “Dia dimasukkan ke dalam adzab yang sangat memberatkan di dalamnya.” (1133).
  2. Muḥammad bin ‘Amru menceritakan kepadaku, dia berkata: Abū ‘Āshim menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Īsā menceritakan kepada kami, al-Ḥārits menceritakan kepadaku, dia berkata: al-Ḥasan menceritakan kepada kami, dia berkata: Waraqā’ menceritakan kepada kami, semuanya dari Ibnu Abī Najīḥ, dari Mujāhid, tentang firman-Nya: (عَذَابًا صَعَدًا) “adzab yang amat berat,” dia berkata: “‘Adzab yang sangat memberatkan.” (1134).
  3. Abū Kuraib menceritakan kepada kami, dia berkata: Wakī‘ menceritakan kepada kami dari Isrā’īl, dari Jābir, dari Mujāhid, atas semisalnya. (1135).
  4. Abū Kuraib menceritakan kepada kami, dia berkata: Wakī‘ menceritakan kepada kami dari Isrā’īl, dari Sammāk, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbās, tentang ayat: (عَذَابًا صَعَدًا) “adzab yang amat berat,” dia berkata: “Sebuah gunung di Neraka Jahannam.” (1136).
  5. Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: “Yazīd menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa‘īd menceritakan kepada kami dari Qatādah, tentang ayat: (يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا) “Niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat,” ia berkata: “Maksudnya adalah adzab yang tidak pernah ada berhentinya.” (1137).
  6. Ibnu ‘Abd-il-A‘lā menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsaur menceritakan kepada kami dari Ma‘mar, dia berkata: Qatādah tentang ayat: (عَذَابًا صَعَدًا) “adzab yang amat berat,” dia berkata: “Berat dari adzab Allah dan tidak ada berhentinya.” (1138).
  7. Yūnus menceritakan kepadaku, dia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Zaid berkata tentang firman-Nya: (يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا) “Niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang amat berat,” dia berkata: “Ash-sha‘ad artinya adzab yang melelahkan.” (1139).

Ada perbedaan bacaan dalam membaca firman-Nya: (يَسْلُكْهُ) “Akan dimasukkan-Nya.” (1140).

Sebagian ahli qirā’at Makkah dan Bashrah membacanya (يَسْلُكْهُ) dengan huruf nūn karena disandarkan kepada firman-Nya, (لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ) “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya,” yang juga menggunakan huruf nūn.

Bacaan Kūfah pada umumnya dengan huruf yā’, yang berarti Allah memasukkannya sebagai bantahan kepada Tuhan dalam firman-Nya: (وَ مَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ.) “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya”.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *