Dari Buku:
Tafsir Jalalain.
(Jilid 4. Dari Sūrat-uz-Zumar sampai Sūrat-un-Nās)
Oleh: Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi
Penerjemah: Bahrun Abu Bakar L.C.
Penerbit: Sinar Baru Algensindo Bandung
ASBĀB-UN-NUZŪL
SŪRAT-UL-FAJR
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Imām Ibnu Abī Ḥātim telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Buraidah sehubungan dengan firman-Nya:
“Hai jiwa yang tenang” (al-Fajr [89]: 27).
Buraidah mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ḥamzah r.a.
Imām Ibnu Abī Ḥātim telah mengetengahkan pula hadits lainnya, hanya kali ini mengetengahkannya melalui jalur Juwaibir dari adh-Dhaḥḥāk, bersumber dari Ibnu ‘Abbās r.a.
Ibnu ‘Abbās r.a. telah menceritakan, bahwa Nabi s.a.w. telah bersabda: “Siapakah yang akan membeli sumur Raumah, lalu menjadikannya sebagai air minum yang tawar dan segar, semoga Allah mengampuninya?” Kemudian sumur itu dibeli oleh ‘Utsmān r.a. Nabi s.a.w. bertanya kepadanya: “Sebaiknya engkau menjadikan sumur itu sebagai air minum buat semua orang”. ‘Utsmān menjawab: “Ya, aku merelakannya untuk itu.” Berkenaan dengan masalah ‘Utsmān itu Allah menurunkan firman-Nya:
“Hai jiwa yang tenang” (al-Fajr [89]: 27).