4-6 Fathimah Binti ‘Utbah bin Rabi’ah (Saudari Hindun Binti ‘Utbah) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. FĀTHIMAH BINTI ‘UTBAH BIN RABĪ‘AH (SAUDARI HINDUN BINTI ‘UTBAH) Bersama dengan saudarinya (Hindun binti ‘Utbah), Fāthimah binti ‘Utbah termasuk rombongan wanita muslimah yang berbaiat di hadapan Rasūlullāh s.a.w. setelah penaklukan kota Makkah (Fatḥu Makkah). Suatu hari, setelah masuk Islam, Fāthimah mendatangi Rasūlullāh s.a.w. dan berkata: “Wahai Rasūlullāh, dulu (sebelum masuk Islam) tidak ada kubah (bangunan masjid, penj.) yang ingin saya hancurkan di muka bumi ini selain kubahmu. Akan tetapi…

4-5 Al-Fari’ah Binti Abish-Shalt ats-Tsaqafiyyah (Saudari Umayyah bin Abish-Shalt) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. AL-FĀRI‘AH BINTI ABISH-SHALT ATS-TSAQAFIYYAH (SAUDARI UMAYYAH BIN ABISH-SHALT) Setiap orang yang hidup di masa al-Fāri‘ah, akan mengatakan bahwa dia adalah sosok wanita yang berwibawa, lembut, bijak, dan cantik. Saudaranya Umayyah mempunyai kedudukan dan pengaruh yang besar di kalangan kaum jahiliah karena kelihaiannya dalam bersyair. Setelah penaklukan kota Thā’if, al-Fāri‘ah datang menghadap Rasūlullāh s.a.w. (untuk masuk Islam). “Apakah anda hafal sebagian syair saudara anda?,” tanya Rasūlullāh s.a.w. kepada al-Fāri‘ah (13).…

4-4 Saffanah Binti Hatim ath-Tha’i (Saudari ‘Adi bin Hatim) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

4. SAFFĀNAH BINTI ḤĀTIM ATH-THĀ’Ī (SAUDARI ‘ADĪ BIN ḤĀTIM) Dialah satu di antara beberapa wanita yang santun dan fasih dalam bertutur kata dan sopan dalam beretika. Hal itu tidak mengherankan karena dia dibesarkan oleh seorang bapak yang terkenal dengan kemuliaannya, yaitu Ḥātim ath-Thā’ī. Pepatah bilang: “Barang siapa yang menyerupai ayahnya (dalam perangainya yang baik), dia tidak tersesat.” Suatu hari, bapaknya berkata padanya: “Wahai putriku, sesungguhnya dua orang mulia, apabila sama-sama…

4-3 Fathimah bint-il-Walid ibn-ul-Mughirah (Saudari Khalid bin Walid) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

3. FĀTHIMAH BINT-IL-WĀLID IBN-UL-MUGHĪRAH (SAUDARI KHĀLID BIN WALĪD) Dia masuk Islam pada hari penaklukan kota Makkah (Yaum-ul-Fatḥ) dan dia termasuk salah seorang wanita yang ikut berbaiat di hadapan Rasūlullāh s.a.w.. Dialah istri al-Ḥārits bin Hisyām. Berkenaan tentang itu, Ibnu ‘Asākir berkata bahwa Fāthimah bint-ul-Walīd ibn-ul-Mughīrah adalah saudari Khālid. Dia (Fāthimah) termasuk salah seorang sahabat, sering menemani suaminya al-Ḥārits ke Syām (Suriah). Tidak jarang Khālid meminta pendapat saudarinya tentang beberapa strategi,…

4-2 Fathimah binti al-Khaththab bin Nufail (Saudari ‘Umar al-Faruq) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

2. FĀTHIMAH BINTI AL-KHATHTHĀB BIN NUFAIL (SAUDARI ‘UMAR AL-FĀRŪQ) Dia adalah salah seorang dari rombongan wanita muslimah yang pertama kali berbaiat (mengucapkan janji setia) di hadapan Rasūlullāh s.a.w.. Fāthimah masuk Islam secara diam-diam tanpa sepengetahuan saudaranya (‘Umar ibn-ul-Khathhtāb) yang – saat itu – masih dalam kemusyrikan. Tidak sedikit cobaan dan penindasan yang dia terima demi pengabdiannya terhadap dakwah Islam. Adalah Khabbāb ibn-ul-Art yang selalu membuntuti Fāthimah dan suaminya (Sa‘īd bin…

4-1 Shafiyyah Binti ‘Abd-ul-Muththalib (Saudari Hamzah) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

Wanita muslimah Teladan Sebagai Saudari   Saudari Teladan Sosok saudari ideal adalah yang bisa menyatukan “barisan” yang kocar-kacir dan mampu menjadi perekat yang menyatukan setiap perpecahan. Dialah yang selalu memotivasi para pejuang, mengobarkan semangat mereka, bahkan dalam kondisi tertentu dia ikut terjun ke medan laga. Seorang wanita, dengan ketajaman akalnya dan kharismatik dirinya, bisa menjadi sumber inspirasi dalam mengatur strategi dan memberi solusi. Dia laksana lentera yang menerangi orang di…