Ucapan Sayyidina Ali Tentang Dzikir 0013 & 0014

0013 أَصْلُ صَلاَحِ الْقَلْبِ اِشْتِغَالُهُ بِذِكْرِ اللهِ Pokok perbaikan qalbu (hati tahap kedua) adalah menyibukkannya dengan berdzikir kepada Allah. 0014 إِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ جَعَلَ الذِّكْرَ جَلاَءَ الْقُلُوْبِ، تَبْصُرُ بِهِ بَعْدَ الْعِشْوَةِ، وَ تَسْمَعُ بِهِ بَعْدَ الْوَقْرَةِ، وَ تَنْقَادُ بِهِ بَعْدَ الْمُعَانَدَةِ Sesungguhnya Allah s.w.t. menjadikan dzikir sebagai pengilap qalbu, penerang mata hati dengannya setelah terjadinya kegelapan, dan mendengar dengannya setelah terhalang untuk mendengar, dan menyimak dengan teliti dengannya setelah terjadinya…

Syair Tentang Dzikir 0003

Sebagian Shūfī bersya‘ir: أَنْتَ الْمَوْلَهُ لِيْ لَا الذِّكْرُ وَ لَهْيِي حَاشَا لِقَلْبِيْ أَنْ يُعَلِّقَ بِهِ ذِكْرِيْ الذِّكْرُ وَاسِطَةٌ يُحْجِبُكَ عَنْ نَظَرِيْ إِذَا تَوَشَّحْهُ مِنْ خَاطِرِيْ فِكْرِيْ Engkau pelindungku, wahai Tuhan, tanpa aku mengingat-Mu, Hatiku merasa takut Engkau akan menghilang dari ingatanku. Karena ingat kepada-Mu adalah sarana yang menyingkap tabir rahasia-Mu dari pandanganku, Apabila Dia membutakan mata-hatiku, maka Dia akan hilang dari buah pikirku.…

Syair Tentang Dzikir 0002

An-Nūrī bersya‘ir: أُرِيْدُ دَوَامَ الذِّكْرِ مِنْ فُرْطِ حُبِّهِ فَيَا عَجَبًا مِنْ فُرْطِ الذِّكْرِ فِي الْوُجْدِ وَ أَعْجَبُ مِنْهُ غَيْبَةُ الْوَجْدِ تَارَةً وَ غَيْبَةُ عَيْنِ الذِّكْرِ فِي الْقُرْبِ وَ الْبُعْدِ Aku ingin selalu mengingat diri-Nya, karena cintaku pada-Nya, Wahai Dia yang Mempesona yang selalu kuingat dalam hati. Aku heran pada-Nya yang kadangkala hilang dari kalbuku, Karena hilangnya ingatku, baik di kala dekat maupun jauh.…

Syair Tentang Dzikir 0001

Al-Junaid bersya‘ir: ذَكَرْتُكَ لَا أَنِّيْ نَسِيْتُكَ لَمَحَةً وَ أَيْسَرُ مَا فِي الذِّكْرِ ذِكْرُ لِسَانِيْ Aku selalu mengingat-Mu, tidaklah sekali-kali aku melupakan-Mu walaupun hanya sekejap mata, Aku memudahkan dalam mengingat-Mu (dzikir) dengan mengingat (dzikir) yang diucapkan (lisan).”…

Al-Luma’ – Rujukan Lengkap Ilmu Tasawuf – Bab Tentang Dzikir

7 DZIKIR Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – rahimahullāh – berkata: Saya pernah mendengar jawaban Ibnu Salīm ketika ditanya tentang dzikir: “Ada tiga macam bentuk dzikir: dzikir dengan lisan yang memiliki sepuluh kebaikan, dzikir dengan hati yang memiliki tujuh ratus kebaikan dan dzikir yang pahalanya tidak dapat ditimbang dan dihitung, yaitu puncak kecintaan kepada Allah serta perasaan malu karena kedekatan-Nya.” Ibnu ‘Athā’ – rahimahullāh – ditanya: “Apa yang dikerjakan dzikir dengan…

Jenjang Para Penempuh – Bab Tentang Dzikir

5-7 الذِّكْرُ ADZ-DZIKR BAB DZIKIR Allah ‘azza wa jalla berfirman: وَ اذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيْتَ “….Dan ingatlah kepada Tuhanmu, jika engkau lupa….” (al-Kahfi, 18: 24). Dzikir adalah melepaskan diri dari kelengahan serta kealpaan. Dalam hal ini hendaklah lupa terhadap diri sendiri dan selain Dia, dengan memusatkan pikiran hanya mengingat kepada Allah, al-Ḥaqq. Dzikir ada tiga tingkatan: Pertama: Dzikir lahir (terang dan jelas terdengar), yaitu berupa pujian, du‘ā dan harapan akan…

Ajaran-ajaran Tasawwuf – Bab Tentang Dzikir

Ajaran-ajaran Tasawwuf Bab Tentang Dzikir PASAL 47 DOKTRIN MEREKA TENTANG MENGINGAT ALLAH (DZIKIR). Haqīqat dari dzikir ialah hendaklah kamu melupakan apa-apa selain yang diingat (Allah) di dalam kamu berdzikir (mengingat), sebagaimana dinyatakan oleh firman Allah: وَ اذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيْتَ “….Dan ingatlah akan Tuhan-mu di kala kamu lupa….” (al-Kahfi 18: 24). Yakni, apabila kamu melupakan sesuatu selain Allah maka sungguh kamu telah mengingat Allah. Nabi s.a.w. bersabda: “Orang-orang yang menyendiri…

Risalah Qusyairiah – Bab Tentang Dzikir

30 DZIKIR Allah s.w.t. berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا “Wahai orang-orang yang berīmān, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (al-Aḥzāb: 41). Diriwāyatkan (oleh Ibnu ‘Umar) bahwa Rasūlullāh s.a.w. telah bersabda: أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرش أَعْمَالِكُمْ، وَ أَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَ أَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ، وَ خَيْرٍ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَ الْوَرَقِ، وَ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَ يَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوْا: مَا ذَاكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ:

Tanqihul Qaul – Bab Tentang Keutamaan Berdzikir

BAB XXI KEUTAMAAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH TA‘ALA Allah berfirman: فَاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْا لِيْ وَ لَا تَكْفُرُوْنِ “Karena itu, ingatlah kamu kepada Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (al-Baqarah [2]: 152). Ulama berselisih mengenai tafsir ayat tersebut. Ada banyak penafsiran dari mereka:Ibnu ‘Abbas berkata: “Ingatlah kepada-Ku dengan taat kepada-Ku, maka Aku ingat kalian dengan pertolongan-Ku.” Sa‘id bin Jubair muridnya berkata: “Ingatlah…