Hati Senang

Jenjang Para Penempuh – Bab Tentang Dzikir

Jenjang Para Penempuh

Dari Buku:
JENJANG PARA PENEMPUH
(Judul Asli: Manāzil-us-Sā’irīn)
Oleh: Abu Isma‘il al-Harawi

Penterjemah: A. Basymeleh, Abu Saugi dan I. Mansur
Penerbit: MEDIA IDAMAN, Surabaya.

5-7

الذِّكْرُ

ADZ-DZIKR

BAB DZIKIR

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وَ اذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيْتَ
“….Dan ingatlah kepada Tuhanmu, jika engkau lupa….” (al-Kahfi, 18: 24).

Dzikir adalah melepaskan diri dari kelengahan serta kealpaan. Dalam hal ini hendaklah lupa terhadap diri sendiri dan selain Dia, dengan memusatkan pikiran hanya mengingat kepada Allah, al-Ḥaqq.

Dzikir ada tiga tingkatan:

Pertama:
Dzikir lahir (terang dan jelas terdengar), yaitu berupa pujian, du‘ā dan harapan akan naungan dan perlindungan-Nya.

Kedua:
Dzikir bāthin (tanpa suara dengan mengikuti detak hati), yaitu melepaskan diri dari belenggu, namun tetap bersama penyaksian dan berada di samping-Nya, seakan-akan saling bertutur kata di kesunyian malam dengan syahdu.

Ketiga:
Dzikir ḥaqīqī, yaitu al-Ḥaqq melihat kepada kita; melepaskan diri dari penyaksian pada dzikir kita; dan mengetahui dustanya dzikir (tidak dapat dibenarkannya) di saat berada dalam keadaan berzikir.

Bagikan ('Amal Jāriyah):
Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas