Hati Senang

005 Pendapat Ibnu Taimiyyah Tentang Masalah Maulid – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Wajibkah
Memperingati Maulid
Nabi s.a.w.?

Diterjemahkan dari:
Ḥaulal Iḥtifāl Bidzikri al-Maulidin Nabawī asy-Syarīf
Karya:
As-Sayyid Muḥammad bin ‘Alawī al-Mālikī al-Ḥasanī

Penerjemah: Muhammad Taufiq Barakbah
Penerbit: Cahaya Ilmu

Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

2 Komentar

  1. Anti Bid'ah berkata:

    Sekalipun perkataan itu benar oleh ibnu taimiyah, itu pun bukanlah hujjah yang kuat, karena ibnu seorang manusia bisa salah dan benar,tidak wajib untuk di ikuti. yang wajib di ikuti adalah perkataan rosulullah melalui hadits” yang shohih. karena kebenaran jelas dan kebatilan pun jelas.
    tidak ada dalil hadits maupun al- quran menjelaskan tentang perayaan maulid. lain halnya seperti perayaan dua hari raya idul fitri dan adha terdapat hadits yang jelas.

    meskipun saya orang awam, namun secara berpikir yang kritis pun akan dapat membedakan nya terkecuali orang-orang yang taklid buta dan penuh dengan hawa nafsu.

    1. Majlis Dzikir Hati Senang berkata:

      As-Salamu ‘alaikum wr. wb.

      Terima kasih telah menyampaikan pendapat Anda di situs kami.

      Mengenai hal yang wajib diikuti, perlu kami sampaikan bahwa situs hatisenang.com ini tidak hanya memuat satu pendapat saja. Tetapi sebaliknya, situs ini merupakan sebuah perpustakaan digital yang berusaha memuat sebanyak mungkin pendapat. Setiap pembaca boleh mengikutinya atau tidak. Sama halnya dengan tambahan pendapat sobat yang telah menjadi satu bagian dari perpustakaan ini, setiap orang yang membacanya boleh memilih apakah dia mau mengikutinya atau tidak. Semua itu sepenuhnya terserah masing-masing pembaca.

      Terima kasih atas kontribusinya.
      Wa as-salamu ‘alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas