Hati Senang

004 11-15 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Wajibkah
Memperingati Maulid
Nabi s.a.w.?

Diterjemahkan dari:
Ḥaulal Iḥtifāl Bidzikri al-Maulidin Nabawī asy-Syarīf
Karya:
As-Sayyid Muḥammad bin ‘Alawī al-Mālikī al-Ḥasanī

Penerjemah: Muhammad Taufiq Barakbah
Penerbit: Cahaya Ilmu

Rangkaian Pos: 004 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W.
  1. 1.004 1-3 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?
  2. 2.004 4-10 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?
  3. 3.Anda Sedang Membaca: 004 11-15 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?
  4. 4.004 16-21 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Catatan:

  1. 12). Hadits mauqūf adalah hadits yang disandarkan kepada sahabat Nabi baik berupa perkataan satu perbuatan, baik bersambung sanadnya atau tidak, dan statusnya bisa shaḥīḥ, ḥasan, atau dha‘īf. [penerjemah].
Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas