2-4-2 Alif Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Dari Buku:
Ilmu Nahwu Terjemah Tuhfat-us-Saniyah
(Judul Asli: Tuḥfat-us-Saniyati Syarḥu Muqaddimat-il-Ajurrumiyyah)
Oleh: Muhammad Muhyidin ‘Abdul Hamid
Penerjemah: Muhammad Taqdir
Penerbit: Media Hidayah

Rangkaian Pos: 2-4-0 Tanda-tanda I‘rab Nashab - Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah
  1. 1.2-4-0&1 Fathah & Letak-Letaknya – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah
  2. 2.Anda Sedang Membaca: 2-4-2 Alif Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah
  3. 3.2-4-3 Kasrah Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah
  4. 4.2-4-4 Ya’ Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah
  5. 5.2-4-5 Hadzfun Nun (Membuang Nun) Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

ALIF SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH

MATAN

وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ نَحْوُ رَأَيْتُ أَبَاكَ وَ أَخَاكَ وَ مَا أَشْبَهَ ذلِكَ

“Adapun alif menjadi tanda nashab bagi asmā’-ul-khamsah, seperti kalimat “Saya melihat ayah dan saudara laki-lakimu.”

SYARAH

Anda telah mengetahui definisi asmā’-ul-khamsah dan telah mengetahui pula tanda i‘rāb-nya, yaitu dengan huruf wāwu dalam keadaan rafa‘, dengan huruf alif dalam keadaan nashab, dan dengan huruf yā’ dalam keadaan jarr.

Sekarang kami akan menerangkan kepada anda bahwa tanda yang menunjukkan bahwa suatu kata asmā’-ul-khamsah berkedudukan manshūb adalah dengan adanya huruf alif pada akhir kata-kata tersebut, seperti:

(اِحْتَرِمْ أَبَاكَ) – Hormatilah bapakmu.

(اُنْصُرْ أَخَاكَ) – Tolonglah saudaramu.

(زُوْرِيْ حَمَاكِ) – Kunjungilah iparmu.

(نَظِّفْ فَاكَ) – Bersihkan mulutmu.

(لَا تَحْتَرِمْ ذَا الْمَالِ لِمَالِهِ) – Janganlah anda menghormati seorang hartawan karena tamak akan hartanya.

Semua kata (أَبَاكَ), (أَخَاكَ), (حَمَاكِ), (فَاكَ), (ذَا) pada contoh di atas dan yang semisalnya ber-i‘rāb manshūb, karena kata-kata tersebut berkedudukan sebagai maf‘ūl bihi. Tanda nashab-nya adalah alif sebagai pengganti harakat fatḥah. Seluruh kata setelahnya – baik itu huruf kāf atau kata (الْمَالِ) – merupakan mudhāf ilaihi.

Huruf alif yang berfungsi sebagai pengganti harakat fatḥah hanya terdapat pada asmā’-ul-khamsah.

Pertanyaan:

  1. Pada berapa tempat huruf alif berfungsi sebagai pengganti harakat fatḥah?
  2. Berilah empat (4) contoh asmā’-ul-khamsah dalam keadaan nashab!
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas