Pengertian Shufi dan Tashawwuf – Tashawwuf dan Thariqah – Sabil-us-Salikin (2/3)

An-Nabājī, tashawwuf adalah mensucikan rahasia dari kotoran dengan berpaling pada selain Allāh yang Ḥaqq. Abū Turāb an-Nakhsyabī, Shūfī adalah: a. Orang yang tidak mengotori segala sesuatu melainkan membersihkan segala sesuatu. b. Orang yang bersih karena Allāh s.w.t. Samnūn al-Muḥibbī, tashawwuf adalah: a. Masuk dalam segala budi pekerti yang baik dan keluar dari segala budi pekerti yang jelek. b. Mengirimkan jiwa dalam hukum Allāh s.w.t. Abū Muḥammad al-Murta‘isyu, Shūfī adalah tidak…

Pengertian Shufi dan Tashawwuf – Tashawwuf dan Thariqah – Sabil-us-Salikin (1/3)

BAB II TASHAWWUF DAN THARĪQAH Pengertian Shūfī dan Tashawwuf Para ‘Ulamā’ memberikan pengertian berbeda-beda atas makna shūfī dan tashawwuf. Rasūlullāh s.a.w. bersabda: مَنْ سَمِعَ صَوْتَ اَهْلِ الصُّوْفِ يَدْعُوْنَ فَلَمْ يُؤْمِنْ عَلَى دُعَائِهِمْ كُتِبَ مِنَ الْغَافِلِيْنَBarang siapa mendengar suara ahli tashawwuf yang sedang berdo’a dan dia tidak mengucapkan amin atas do’anya maka dia termasuk golongan orang yang lalai.”(Tahdzīb al-Asrār fī Ushūl at-Tashawwuf, halaman: 11). Berikut ini pendapat…

Nama-Nama Thariqah Sedunia – Unsur-unsur Tarekat – Sabil-us-Salikin

Nama-Nama Tharīqah Sedunia (Tharīqah sangat banyak jumlahnya. Mari kita mengenal mereka secara mendalam. Namun terlebih dahulu, lihat dan baca dulu seratusan nama tharīqah di bawah ini. Penjelasan lebih lanjut hadir di ngaji berikutnya) Tharīqah al-Ibāhiyyah Tharīqah al-Ittiḥādiyyah Tharīqah al-Aḥmadiyyah atau Badawiyyah: Tharīqah Syaikh Badawī, (w. 1276 M), mempunyai beberapa cabang, yaitu : Tharīqah as-Syannawiyyah Tharīqah al-Marāziqah Tharīqah al-Kannāsiyyah Tharīqah al-Inbābiyyah Tharīqah al-Humūdiyyah Tharīqah al-Munāfiyyah Tharīqah as-Salamiyyah Tharīqah al-Halbiyyah Tharīqah az-Zāhidiyyah…

Tarekat Pemuja Guru? – Tarekat dalam Timbangan Syariat

TAREKAT PEMUJA GURU? Pengamal tareka dituduh sebagai pemuja guru juga dilontarkan oleh sebagian sekte Salafī Wahhābī yang sangat anti pati terhadap ajaran menghormati dan ta‘zhim kepada guru. Tidak mengherankan jika kemudian ada kelompok yang mencela tradisi santri yang mencium tangan kiainya atau gurunya. Syubhat mereka terletak, bahwa guru adalah manusia. Dan manusia bisa saja salah. Tetapi di sisi lain, mereka menampilkan hal sebaliknya dan bahkan lebih dari sekedar fanatik. Imām…

Sanad Talqin Dzikir – Tarekat dalam Timbangan Syariat

SANAD TALQĪN DZIKIR   Tashawwuf yang menyelenggarakan tarekat dianggap sesuatu yang keluar dari tashawwuf yang bersih. Mereka mengklaim jika munculnya tarekat adalah karena paham-paham shūfī yang sudah terkontaminasi ajaran-ajaran Hindu, Budha, dan Kristen. Klaim ini tentu salah besar, karena talqīn dzikir atau bai‘at dalam tarekat terdapat dasar dan sanadnya. Sebelumnya patut kita ketahui, tarekat dilihat dari sudut tarbiyyah, baik talqīn dzikir atau lubs-ul-khirqah sudah ada di zaman sahabat, sebagaimana pembahasan…

Dzikir Berjama’ah dan Suara Keras – Tarekat dalam Timbangan Syariat (2/2)

Imām an-Nawawī dalam at-Tibyān berkata: “Ketahuilah bahwa membaca al-Qur’ān secara berjamā‘ah adalah sunnah dan itu ditetapkan dengan dalil-dalil yang jelas serta dilakukan ‘ulamā’ salaf maupun khalaf.” *Missing (73). Beliau juga mengatakan: “Riwayat yang dibawakan Ibnu Abī Dāwūd dari Dhaḥḥāk bin ‘Abd-ir-Raḥmān bin Arzab yang menginkari membaca al-Qur’ān bersama-sama di dalam masjid, lantaran menurut beliau tidak ada sahabat Rasūlullāh s.a.w. yang melakukannya, dan bahkan Imām Mālik yang mencela dan mengingkari kegiatan…

Dzikir Berjama’ah dan Suara Keras – Tarekat dalam Timbangan Syariat (1/2)

DZIKIR BERJAMĀ‘AH DAN SUARA KERAS   Pernah seorang Salafī Wahhābī berkata kepada kami, bahwa dzikir dengan suara keras haditsnya dha‘īf semua. Dan saat itu kami membicarakan tentang mujāhadah dzikir yang diadakan di pesantren tempat kami nyantri di Grobogan. Kami hanya berfikir, betapa beraninya dia dan tidak ilmiah dalam mencetuskan sebuah hukum. Berdzikir dengan berjamā‘ah atau dengan keras terdapat dasar haditsnya semua. Dan di sini kami ingin memaparkan hukum dzikir keras…

Tashawwuf Terkontaminasi Klenik – Tarekat dalam Timbangan Syariat

TASHAWWUF TERKONTAMINASI KLENIK   Di antara yang dituduhkan Prof. Dr. Hamka dalam bukunya adalah, bahwa tashawwuf yang tersebar di Indonesia adalah sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia itu sendiri. Yakni Islam yang memuja kubur dan Islam memuja wali. Menurut beliau, tashawwuf Indonesia sangat kental dengan suasana setempat dan disesuaikan dengan kehendak politik di Jawa. Hal itu terbukti dengan panggilan sunan untuk penyiar-penyiar Islam di Jawa yang notabenenya dikenal sebagai guru-guru tashawwuf.…

Antara Shufi, Klenik, Ilham dan Mimpi – Tarekat dalam Timbangan Syariat

ANTARA SHŪFĪ, KLENIK, ILHĀM DAN MIMPI   Jika klenik yang dimaksudkan adalah khurafat dan tahayyul yang sama sekali jauh dari ajaran al-Qur’ān dan as-Sunnah, maka dipastikan shūfī yang hakiki tidak akan mempercayainya, dan bahkan haram. Shūfī pengamal tarekat adalah pengamal tashawwuf Islam yang lurus dan berusaha menjauhkan diri dari praktik bid‘ah dan kotor. Dan para shūfī pun sepakat, bahwa hasil ilham atau mimpi yang bertentangan dengan kedua sumber tersebut, maka…

Rabithah Dengan Foto Mursyid – Tarekat dalam Timbangan Syariat

RABITHAH DENGAN FOTO MURSYID   Prof. Dr. Hamka dalam bukunya Tashawwuf Perkembangan dan Pemurniannya mengutip salah satu ‘ulamā’ Minangkabau, Syaikh Aḥmad bin ‘Abd-il-Lathīf al-Minankabawī, (61) penulis kitab an-Nafaḥātu syarḥ-ul-Waraqāti fī Ushūl-Fiqh, yang mengkritik habis amaliah tarekat Naqsyābandiyyah yang menghadirkan guru dalam ingatan saat tawajjuh. Bahkan beliau mengklaim jika praktik seperti itu adalah sama dengan menyembah berhala. Kitab Syaikh Aḥmad Khathīb tersebut mendapat sanggahan dari Syaikh Sa‘ad Munka Payakumbuh yang kemudian…