Syarah Hikmah Ke-37 – Syarah al-Hikam – KH. Sholeh Darat

شَرْحَ
AL-HIKAM
Oleh: KH. SHOLEH DARAT
Maha Guru Para Ulama Besar Nusantara
(1820-1903 M.)

Penerjemah: Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Penerbit: Penerbit Sahifa

Syarah al-Hikam

KH. Sholeh Darat
[Ditulis tahun 1868]

SYARAH HIKMAH KE-37

الْعَجَبُ كُلُّ الْعَجَبِ مِمَّنْ يَهْرَبُ مِمَّا لَا انْفِكَاكَ لَهُ عَنْهُ وَ يَطْلُبُ مَا لَا بَقَاءَ لَهُ مَعَهُ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ.

Sungguh mengherankan, orang yang lari dari apa yang dia tidak bisa terlepas darinya. Dan malah mencari yang tidak kekal baginya: “Sesungguhnya mata kepala itu tidak buta”.

 

Ḥusn-uzh-zhann-nya orang khash itu dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, percaya kepada Allah – tawakkal kepada-Nya. Adapun ḥusn-uzh-zhann-nya orang awam bisa menumbuhkan rasa syukur atas ni‘mat yang diberikan oleh Allah dan rindu bertemu fadhal dan raḥmat Allah. Oleh karenanya Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

الْعَجَبُ كُلُّ الْعَجَبِ مِمَّنْ يَهْرَبُ مِمَّا لَا انْفِكَاكَ لَهُ عَنْهُ

Sungguh mengherankan, orang yang lari dari apa yang dia tidak bisa terlepas darinya.

Paling mengherankannya sesuatu yang mengherankan adalah orang yang berlari dari apa yang ia tidak bisa terbebas lepas darinya (Allah).

Mengherankan sekali seorang hamba yang berlari dari Allah, menjauhi ‘amal yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan menyibukkan diri mengumbar syahwat, memperturutkan keni‘matan dunia, serta membelakang akhirat.

وَ يَطْلُبُ مَا لَا بَقَاءَ لَهُ مَعَهُ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ.

Dan malah mencari yang tidak kekal baginya: “Sesungguhnya mata kepala itu tidak buta”.

Dan malah mencari sesuatu yang tidak kekal abadi bagi-Nya, sesungguhnnya hal itu tidak disebabkan butanya mata zhāhir atau mata kepala, akan tetapi disebabkan matinya mata hati.

Jika engkau mengalaminya, wahai murīd, carilah sesuatu yang kekal. Ya‘ni, engkau berbuat ‘amal yang bisa mendekatkan dirimu kepada Allah dengan ikhlas, tidak dengan riyā’.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.