Syarah Hikmah Ke-129-131 – Syarah al-Hikam – KH. Sholeh Darat

شَرْحَ
AL-HIKAM
Oleh: KH. SHOLEH DARAT
Maha Guru Para Ulama Besar Nusantara
(1820-1903 M.)

Penerjemah: Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Penerbit: Penerbit Sahifa

Syarah al-Hikam

KH. Sholeh Darat
[Ditulis tahun 1868]

SYARAH HIKMAH KE-129

خَيْرُ الْعِلْمِ مَا كَانَتِ الْخَشْيَةُ مَعَهُ.

Sebaik-baik ‘ilmu adalah yang disertai rasa takut kepada-Nya.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

خَيْرُ الْعِلْمِ مَا كَانَتِ الْخَشْيَةُ مَعَهُ.

Sebaik-baik ‘ilmu adalah yang disertai rasa takut kepada-Nya.

Sebaik-baik ‘ilmu adalah yang bisa meninggalkan rasa takut kepada Allah dan membenci dunia.

‘Ilmu yang tidak bisa mendatangkan rasa takut kepada Allah dan justru semakin menambah rasa suka terhadap dunia adalah ‘ilmu yang membahayakan. Tidak mengetahui ‘ilmu seperti ini justru lebih baik. Wallāhu a‘lam.

 

SYARAH HIKMAH KE-130

مَتَى آلَمَكَ عَدَمُ إِقْبَالِ النَّاسِ عَلَيْكَ أَوْ تَوَجَّهُهُمْ بِالذَّمِّ إِلَيْكَ فَارْجِعْ إِلَى عِلْمِ اللهِ فِيْكَ، فَإِنْ كَانَ لَا يُقْنِعُكَ عِلْمُهُ فَمُصِيْبَتُكَ بِعَدَمِ قَنَاعَتِكَ بِعِلْمِهِ أَشَدُّ مِنْ مُصِيْبَتُكَ بِوُجُوْدِ الْأَذَى مِنْهُمْ.

Ketika engkau merasa sakit hati lantaran tidak disambut oleh manusia atau mereka mencacimu, maka kembalilah kepada pengetahuan Allah tentang dirimu. Jika pengetahuan-Nya tidak juga membuatmu puas, maka musibahmu lantaran tidak puas dengan pengetahuan-Nya itu lebih berbahaya daripada musibah karena disakiti manusia.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

مَتَى آلَمَكَ عَدَمُ إِقْبَالِ النَّاسِ عَلَيْكَ أَوْ تَوَجَّهُهُمْ بِالذَّمِّ إِلَيْكَ فَارْجِعْ إِلَى عِلْمِ اللهِ فِيْكَ.

Ketika engkau merasa sakit hati lantaran tidak disambut oleh manusia atau mereka mencacimu, maka kembalilah kepada pengetahuan Allah tentang dirimu.

Ketika engkau bersedih karena tidak disukai masyarakat atau tidak disambut dengan baik oleh mereka, atau mereka menyambutmu dengan celaan, maka cukupkanlah dirimu dengan ‘ilmu Allah pada zama azali.

Jika pada zaman azali, menurut ‘ilmu Allah engkau adalah orang yang beruntung dan semua ‘amalmu diterima oleh-Nya. Lantas mengapa engkau bersedih lantaran makian manusia?

Jika pada zaman azali, menurut ‘ilmu Allah engkau adalah orang yang celaka. Lantas mengapa engkau berbahagia dan bergembira lantaran disebut sebagai orang yang baik di dunia?

 

فَإِنْ كَانَ لَا يُقْنِعُكَ عِلْمُهُ فَمُصِيْبَتُكَ بِعَدَمِ قَنَاعَتِكَ بِعِلْمِهِ أَشَدُّ مِنْ مُصِيْبَتُكَ بِوُجُوْدِ الْأَذَى مِنْهُمْ.

Jika pengetahuan-Nya tidak juga membuatmu puas, maka musibahmu lantaran tidak puas dengan pengetahuan-Nya itu lebih berbahaya daripada musibah karena disakiti manusia.

Jika engkau tidak merasa cukup dengan ‘ilmu Allah terhadapmu, maka engkau akan mendapat musibah yang lebih besar dan lebih berbahaya daripada celaan manusia terhadapmu. Inilah seburuk-buruknya cobaan dan maksiat, karena engkau tidak menerima ‘ilmu Allah, sebab engkau lebih suka dipuji makhlūq dan mengharapkan makhlūq untuk menyukaimu.

Penganiayaan manusia terhadapmu, dengan cara mengumpat atau memukulmu, itu sebenarnya bukanlah cobaan, juga bukan maksiat, hal ini bagi orang yang sudah memahami apa yang dikehendaki oleh Allah.

 

SYARAH HIKMAH KE-131

إِنَّمَا أَجْرَى الْأَذَى عَلَى أَيْدِيْهِمْ كَيْلَا تَكُوْنَ سَاكِنًا إِلَيْهِمْ.

Allah mendatangkan gangguan lewat tangan manusia agar engkau tidak merasa nyaman dengan mereka.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

إِنَّمَا أَجْرَى الْأَذَى عَلَى أَيْدِيْهِمْ كَيْلَا تَكُوْنَ سَاكِنًا إِلَيْهِمْ.

Allah mendatangkan gangguan lewat tangan manusia agar engkau tidak merasa nyaman dengan mereka.

Allah memang sengaja mendatangkan kepadamu rasa sakit dengan disakiti oleh masyarakat, dipukul atau difitnah, agar engkau (wahai murīd) tidak senang terhadap makhlūq dan tidak bersandar kepada mereka.

Begitu pula jika yang menyakitimu adalah sanak-keluarga atau saudaramu sendiri. Boleh jadi hal demikian merupakan ni‘mat yang agung, sebab bisa meningkatkan rasa tidak sukamu terhadap makhlūq, dan tidak berharap kepada mereka. Hal itu bisa mengantarkanmu wushūl kepada Allah s.w.t.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.