Syarah Hikmah Ke-132-133 – Syarah al-Hikam – KH. Sholeh Darat

شَرْحَ
AL-HIKAM
Oleh: KH. SHOLEH DARAT
Maha Guru Para Ulama Besar Nusantara
(1820-1903 M.)

Penerjemah: Miftahul Ulum, Agustin Mufarohah
Penerbit: Penerbit Sahifa

Syarah al-Hikam

KH. Sholeh Darat
[Ditulis tahun 1868]

SYARAH HIKMAH KE-132

 

إِذَا عَلِمْتَ أَنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَغْفُلُ عَنْكَ فَلَا تَغْفُلْ أَنْتَ عَمَّنْ نَاصِيَتُكَ بِيَدِهِ.

Jika engkau mengetahui bahwa syaithān tidak pernah melupakanmu, maka jangan engkau lupa terhadap Dzāt yang menggenggam nasibmu.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

إِذَا عَلِمْتَ أَنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَغْفُلُ عَنْكَ فَلَا تَغْفُلْ أَنْتَ عَمَّنْ نَاصِيَتُكَ بِيَدِهِ.

Jika engkau mengetahui bahwa syaithān tidak pernah melupakanmu, maka jangan engkau lupa terhadap Dzāt yang menggenggam nasibmu.

Ketika engkau sudah mengetahui bahwa syaithān adalah musuhmu dan menggodamu di setiap waktu tanpa henti serta tidak melupakanmu, maka jangan lupa untuk selalu mengingat Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya untuk menghilangkan gangguan syaithān. Sejatinya Allah adalah Dzāt yang menguasai segala yang ada padamu.

Berserahlah kepada-Nya dan selalu mengingat-Nya. Allah berfirman:

إِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ.

Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidak ada daya bagimu (syaithān) untuk mengganggu mereka.” (Q.S. Al-Ḥijr [15]: 42).

Allah juga berfirman:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ.

Sesungguhnya syaithān tidak berdaya (tidak kuasa) terhadap orang yang betul-betul beriman dan kepada Tuhan, mereka berserah diri dan bertawakkal.” (Q.S. an-Naḥl [16]: 100).

 

SYARAH HIKMAH KE-133

 

جَعَلَهُ لَكَ عَدُوًّا ليُحْوِشَكَ بِهِ إِلَيْهِ وَ حَرَّكَ إِلَيْهِ النَّفْسَ لِيَدُوْمَ إِقْبَالُكَ عَلَيْهِ.

Allah menjadikan syaithān sebagai musuhmu agar engkau jemu kepadanya dan berlindung kepada-Nya. Dia tetap menggerakkan hawa-nafsumu supaya engkau tetap selalu menghadap kepada Allah untuk melawan hawa-nafsumu.

 

Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh berkata:

جَعَلَهُ لَكَ عَدُوًّا ليُحْوِشَكَ بِهِ إِلَيْهِ.

Allah menjadikan syaithān sebagai musuhmu agar engkau jemu kepadanya dan berlindung kepada-Nya.

Allah menjadikan syaithan sebagai musuhmu agar engkau berlindung kepada-Nya dan selalu mengingat-Nya dan supaya engkau bertawakkal kepada-Nya.

وَ حَرَّكَ إِلَيْهِ النَّفْسَ لِيَدُوْمَ إِقْبَالُكَ عَلَيْهِ.

Dia tetap menggerakkan hawa-nafsumu supaya engkau tetap selalu menghadap kepada Allah untuk melawan hawa-nafsumu.

Allah menggerakkan hawa-nafsumu supaya engkau selalu menghadap kepada Allah.

Allah sudah memberi manusia hawa-nafsu yang selalu mengajak kepada syahwat dan cinta kepada selain-Nya, diberikannya hawa-nafsu itu menjadi ni‘mat bagi mereka semua. Karena sesungguhnya engkau tidak mampu memerangi hawa-nafsu yang sudah menjadi satu dengan daging dan darahmu, engkaupun menghadap kepada Allah Yang Maha Kuasa, meminta pertolongan kepada-Nya agar mampu memerangi nafsumu. Engkau senantiasa menghadap pada Allah, dengan begitu adanya nafsu menjadi sebab kedekatanmu dengan Allah atau nafsulah yang menyebabkan engkau selalu mendekat pada Allah s.w.t.

Nafsu adalah musuh terbesarmu karena nafsu berkumpul denganmu dalam satu rumah yang sama (jasad/tubuh), sedangkan syaithān adalah musuh yang berada di luar rumahmu. Oleh karenanya Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya pertempuran melawan hawa-nafsu adalah pertempuran yang besar dan pertempuran melawan orang kafir adalah pertempuran yang kecil, maka engkau tidak akan mampu memerangi hawa-nafsu kecuali dengan pertolongan Allah, maka selalu menghadaplah kepada Allah.

Musuh manusia itu ada 4, yaitu: Iblīs (syaithān – S.H.), dunia, ammārah (makhlūq – orang lain – S.H.) dan hawa nafsu (ammārah diri sendiri – S.H.). (Lihat: SYARAH HIKMAH KE-137 – S.H.) Semua musuh ini juga menjadi sebuah ni‘mat, sebab jika tidak ada musuh maka engkau tidak bersungguh-sungguh berjalan menuju Allah, padahal bersungguh-sungguh di jalan Allah itu sangat besar pahalanya. Wallāhu a‘lam.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.