Surah at-Takwir 81 – Tafsir Rahmat

Tafsir Rahmat Oleh: H. Oemar Bakry

Tafsir Rahmat
 
Oleh: H. Oemar Bakry

81. AT-TAKWĪR (MENGGULUNG)

 

Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Jumlah ayatnya 29. Diturunkan sesudah al-Fātiḥah (sebelum al-A‘lā).

Dinamakan at-Takwīr karena disebutkan pada ayat pertama dari surat ini.

Di antara isinya:

  1. Menerangkan peristiwa-peristiwa hari kiamat.
  2. Al-Qur’ān wahyu Allah yang disampaikan oleh Jibrīl, malaikat yang dipercaya.
  3. Allah melakukan kehendak-Nya (masyiyyah-Nya) sesuai dengan sunnah yang sudah ditetapkan-Nya. Allah Maha ‘Adil lagi Maha Bijaksana. Allah tidak menganiaya hamba-Nya. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Jika hendak menjadi hamba Allah yang dikasihi-Nya hendaklah beramal shalih. Jika hendak pintar hendaklah rajin belajar. Jika hendak maju hendaklah bekerja keras. Orang-orang shalih dimasukkan Allah ke dalam surga. Orang-orang durhaka dimasukkan-Nya ke dalam neraka. Tidak akan terjadi sebaliknya, walaupun Allah kuasa berbuat demikian, karena itu bertentangan dengan janji-Nya.

Dapat juga dikatakan, segala sesuatu berlaku dengan kehendak Allah, jika dipandang dari sumbernya. Memang semua bersumber dari Allah. Allah yang menciptakan segala sesuatu.

Berhati-hatilah agar anda jangan masuk golongan “Qadariyyah” yang mengatakan: “Manusia dapat berbuat segala-galanya,” atau sebaliknya: “Jabbāriyyah” yang mengatakan: “Manusia tidak berdaya apa-apa.”

Yang terang kita disuruh berbuat, beramal, berusaha dan berjihad. Apa artinya suruhan itu jika kita tidak bisa berbuat apa-apa?

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ. وَ إِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْ. وَ إِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ. وَ إِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ. وَ إِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْ. وَ إِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ. وَ إِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْ. وَ إِذَا الْمَوْؤُوْدَةُ سُئِلَتْ. بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ. وَ إِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ. وَ إِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ. وَ إِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْ. وَ إِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ. عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا أَحْضَرَتْ. فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ. وَ اللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ. وَ الصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ. إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ. ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِيْنٍ. مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِيْنٍ. وَ مَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ. وَ لَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِيْنِ. وَ مَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍ. وَ مَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيْمٍ. فَأَيْنَ تَذْهَبُوْنَ. إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ. لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيْمَ. وَ مَا تَشَاؤُوْنَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ

AT-TAKWĪR (MENGGULUNG)

Surat ke-081. Jumlah ayatnya 29

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. Apabila matahari telah digulung (telah pudar cahayanya)
  2. dan apabila bintang-bintang berguguran,
  3. dan apabila gunung-gunung telah hancur-lebur,
  4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (begitu saja),
  5. dan apabila binatang-binatang liar telah dihimpunkan (mati),
  6. dan apabila lautan telah meluap,
  7. dan apabila roh-roh telah disatukan (dengan tubuh kembali),
  8. dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikuburkan hidup-hidup ditanya,
  9. apakah dosanya maka dibunuh,
  10. dan apabila catatan (amal manusia) dibuka,
  11. dan apabila ruang angkasa telah dihancurkan,
  12. dan apabila neraka Jahannam dipanaskan,
  13. dan apabila surga telah didekatkan (kepada orang-orang yang akan masuk),
  14. (manakala hal-hal tersebut telah terjadi) maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

 

Ayat 1 s/d 14 menerangkan bahwa apabila sudah terjadi peristiwa-peristiwa hari kiamat, maka setiap orang mengetahui apa yang sudah dikerjakannya dan ia tidak dapat memungkirinya. Orang-orang yang durhaka bermuram durja dan orang-orang yang taqwa bergembira-ria.

 

  1. Aku bersumpah dengan bintang-bintang,
  2. yang beredar dan terbenam.
  3. Dan demi malam apabila telah mulai terang,
  4. dan demi subuh apabila fajarnya telah mulai menyingsing,
  5. sesungguhnya al-Qur’ān itu firman (Allah yang disampaikan oleh) utusan yang mulia (Jibrīl)
  6. yang mempunyai kekuatan (hafalan) dan terhormat di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,
  7. yang ditaati (menjadi ikutan di alam malaikat) lagi dipercaya.
  8. Dan temanmu (Muḥammad) bukanlah orang gila.
  9. Dan sesungguhnya ia (Muḥammad) melihat Jibril di ufuk yang terang.
  10. Dan dia (Muḥammad) bukanlah seorang yang bakhil (untuk menerangkan) yang ghaib.
  11. Dan al-Qur’ān bukanlah perkataan syaithan yang terkutuk.
  12. Maka ke manakah kamu akan pergi? (Jalan yang benar sudah terang)
  13. Al-Qur’ān peringatan bagi alam semesta.
  14. bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.
  15. Dan kamu tidak dapat menghendaki, kecuali jika dikehendaki Allah, Tuhan alam semesta.

 

Ayat 15 s/d 29 menerangkan:

  1. Al-Qur’ān wahyu Allah yang disampaikan oleh Jibrīl yang dipercaya.
  2. Kehendak Allah dilaksanakan-Nya sesuai dengan sunnah (aturan-aturan) yang sudah ditetapkan-Nya. Allah itu Maha Hakim lagi Maha Bijaksana.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *