Surah asy-Syams 91 – Tafsir Rahmat

Tafsir Rahmat Oleh: H. Oemar Bakry

Tafsir Rahmat
 
Oleh: H. Oemar Bakry

91. ASY-SYAMS (MATAHARI)

 

Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Jumlah ayatnya 15. Diturunkan sesudah surat al-Qadar

Dinamakan asy-Syams karena disebutkan pada ayat pertama dari surat ini.

Di antara isinya:

  1. Matahari, bulan, bumi, ruang angkasa, siang dan malam adalah ni‘mat Allah yang amat berharga. Manusia harus bersyukur kepada Yang Maha Pencipta.
  2. Jalan yang benar dan lurus sudah diterangkan dan jalan yang salah telah dijelaskan. berbahagialah orang yang mengikuti jalan yang benar dan lurus. Sengsaralah orang yang menempuh jalan yang salah.
  3. Kaum Tsamūd dihancurkan Tuhan karena kedurhakaannya.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

وَ الشَّمْسِ وَ ضُحَاهَا. وَ الْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا. وَ النَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا. وَ اللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا. وَ السَّمَاءِ وَ مَا بَنَاهَا. وَ الْأَرْضِ وَ مَا طَحَاهَا. وَ نَفْسٍ وَ مَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَ تَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَ قَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا. كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوَاهَا. إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا. فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ نَاقَةَ اللهِ وَ سُقْيَاهَا. فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا. وَ لَا يَخَافُ عُقْبَاهَا

ASY-SYAMS (MATAHARI)

Surat ke-091. Jumlah ayatnya 15

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. Demi matahari dan sinarnya (di waktu pagi).
  2. Dan demi bulan apabila mengiringinya.
  3. Dan demi siang apabila menampakkannya.
  4. Dan demi malam apabila menutupinya.
  5. Dan demi ruang angkasa dan Tuhan yang membinanya.
  6. Dani demi bumi dan Yang menghamparkannya.
  7. Dan demi jiwa dan Yang menyempurnakannya.
  8. Maka Dia mengilhamkan (menunjukkan kepada) jiwa itu kefasiqan dan ketaqwaannya.
  9. Sesungguhnya berbahagialah siapa yang membersihkan (jiwa)nya.
  10. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorkannya.
  11. (Kaum Tsamūd) telah mendustakan (rasūl-Nya) karena kedurhakaannya,
  12. ketika muncul orang yang paling celaka (di antara mereka)
  13. Maka berkata kepada mereka rasul Allah (Shāliḥ): “(Jangan diganggu) unta betina Allah dan minumannya.”
  14. Kemudian mereka mendustakannya (tidak mematuhi perintah itu), maka mereka bunuh unta itu. Maka Tuhan membinasakan mereka karena dosa mereka. Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah).
  15. Dan Allah tidak takut akan akibat (kehencuran itu).
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *