Surah an-Nas 114 ~ Tafsir al-Ibriz

Dari Buku:
Tafsir al-Ibriz (1980)
Oleh: KH. Bisri Mustofa

Diterjemahkan Oleh: Fandi Ahmad & Ayahandanya Sugeng Raharjo
Diterbitkan Oleh: Lembaga Kajian Strategis Indonesia

Surah ke 114; 6 ayat
An-Nās
(manusia)

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١)

1. Macaha sira hee Muhammad..!! Kawula nyuwun pangreksa kelawan pangeran ingkang mengerani manungsa.

1. Katakanlah wahai Muhammad…!! Aku mohon perlindungan dan penjagaan-Mu Yaa Rabb yang menguasai Manusia.

مَلِكِ النَّاسِ (٢)

2. Ingkang ngratoni manungsa.

2. Yang merajai Manusia.

إِلهِ النَّاسِ (٣)

3. Tur ingkang dados sesembahanipun manungsa.

3. Dan yang menjadi sesembahan manusia.

مِنْ شَرِّ لْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤)

4. Kawula nyuwun pangreksa saking awonipun syetan ingkang tansah maju mundur.

4. Aku mohon perlindungan dari kejahatan, keburukan setan yang selalu membisik datang dan pergi dalam diri manusia.

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)

5. – 6. Tur ingkang tansah ngreridu wonten ing manahipun jin lan manungsa.
5. – 6. Yang selalu membujuk dan menggoda dalam hati dari golongan jin dan manusia.

 

Tatimah

Mula syetan iku disifati Al-Khonas, kang ateges memutus maju mundur, jalaran syetan iku, tansah anggubel atine manungsa. Nanging yen manungsane dzikir marang pangeran, syetan nuli melayu. Mengko yen leren dzikire, syetane iya nuli anggubel maneh. Mengkono sak banjure. Wallahu a’lam Bissawab.

Penutup

Setan itu di sifati Al Khonas, yang selalu menggoda hati manusia datang dan pergi. Setan itu selalu melilit hati manusia kecuali, jika manusia berdzikir pada Allah. Setan pergi. Nanti kalau berhenti berdzikir, setanya melilit hati manusia kembali. Begitu seterusnya. Wallahu a’lam Bissawab.

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *