Surah al-Mursalat 77 – Tafsir Rahmat

Tafsir Rahmat Oleh: H. Oemar Bakry

Tafsir Rahmat
 
Oleh: H. Oemar Bakry

77. AL-MURSALĀT (PARA MALAIKAT YANG DIUTUS)

 

Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Jumlah ayatnya 50. Diturunkan sesudah surat al-Humazah.

Dinamai al-Mursalāt karen terdapat pada ayat pertama dari surat ini.

Di antara isinya:

  1. Memberitakan bahwa hari keputusan itu pasti datang. Yang demikian itu ditekankan dengan sumpah.
  2. Kepada orang-orang kafir diperingatkan bahwa mereka akan menemui nasib seperti orang-orang yang durhaka sebelum mereka.
  3. Menerangkan bahwa ‘adzab di neraka begitu beratnya sampai anak-anak beruban karenanya.
  4. Menerangkan berbagai macam ni‘mat yang diperoleh orang-orang yang taqwa.
  5. Menyuruh manusia memikirkan kejadian dirinya dan alam semesta ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, gunung-gunung, bumi dan lain-lain.
  6. Menerangkan betapa besarnya kekuasaan Allah Yang Maha Berkuasa.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

وَ الْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا. فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا. وَ النَّاشِرَاتِ نَشْرًا. فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا. فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا. عُذْرًا أَوْ نُذْرًا. إِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَوَاقِعٌ. فَإِذَا النُّجُوْمُ طُمِسَتْ. وَ إِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ. وَ إِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ. وَ إِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ. لِأَيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ. لِيَوْمِ الْفَصْلِ. وَ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِيْنَ. ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِيْنَ. كَذلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. أَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ مِّنْ مَّاءٍ مَّهِيْنٍ. فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِيْنٍ. إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُوْمٍ. فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُوْنَ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا. أَحْيَاءً وَ أَمْوَاتًا. وَ جَعَلْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَ أَسْقَيْنَاكُمْ مَّاءً فُرَاتًا. وَيْلٌ يوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. انْطَلِقُوْا إِلَى مَا كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُوْنَ. انطَلِقُوْا إِلَى ظِلٍّ ذِيْ ثَلَاثِ شُعَبٍ. لَا ظَلِيْلٍ وَ لَا يُغْنِيْ مِنَ اللَّهَبِ. إِنَّهَا تَرْمِيْ بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ. كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. هذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُوْنَ. وَ لَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. هذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَ الْأَوَّلِيْنَ. فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيْدُوْنِ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ ظِلَالٍ وَ عُيُوْنٍ. وَ فَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَ. كُلُوْا وَ اشْرَبُوْا هَنِيْئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. إِنَّا كَذلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنيْنَ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. كُلُوْا وَ تَمَتَّعُوْا قَلِيْلًا إِنَّكُمْ مُّجْرِمُوْنَ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمُ ارْكَعُوْا لَا يَرْكَعُوْنَ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ. فَبِأَيِّ حَدِيْثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُوْنَ

AL-MURSALĀT (PARA MALAIKAT YANG DIUTUS)

Surat ke-77. Jumlah ayatnya 50.

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. Demi para malaikat yang diutus untuk menyampaikan kebaikan,
  2. dan para malaikat yang (menerbangkan yang batil) dengan kencangnya
  3. dan para malaikat yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan luas,
  4. dan para malaikat yang membedakan (yang baik dan yang buruk) dengan jelas,
  5. dan para malaikat yang menyampaikan wahyu,
  6. yang memberikan pembelaan dan peringatan.
  7. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.
  8. Maka apabila bintang-bintang telah pudar cahayanya
  9. dan apabila ruang angkasa telah pecah-belah
  10. dan apabila gunung-gunung telah hancur lebur
  11. dan apabila para rasul telah ditetapkan waktu (berkumpul),
  12. (niscaya dikatakan kepada mereka): “Kenapakah ditangguhkan (meng‘adzab orang kafir dan memberi ganjaran kepada orang-orang mu’min)?”
  13. Sampai hari keputusan (Allah).
  14. Dan apakah engkau tahu hari keputusan itu?
  15. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan (Allah dan Rasūl-Nya).
  16. Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang terdahulu?
  17. Kemudian Kami lakukan demikian (pula) terhadap orang-orang yang datang kemudian.
  18. Demikianlah Kami lakukan terhadap orang-orang yang berdosa.
  19. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  20. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air mani yang hina (belum berarti).
  21. Kemudian Kami tempatkan dia di dalam tempat yang kokoh (dalam rahim).
  22. sampai waktu yang ditentukan,
  23. lalu Kami bentuk. Kamilah Pembentuk yang paling baik.
  24. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  25. Bukankah Kami menjadikan bumi tempat berkumpul.
  26. orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang mati.
  27. Dan Kami jadikan (di muka) bumi itu gunung-gunung yang tinggi (untuk pengaman). Dan Kami beri kamu minuman air yang tawar.
  28. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  29. (Dikatakan kepada mereka): “Pergilah menemui ‘adzab yang dahulu kamu dustakan!
  30. Pergilah kepada naungan (‘adzab neraka) yang bercabang tiga (kiri kanan dan dari atas).
  31. yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.
  32. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar istana.
  33. Laksana iringan unta yang kuning.
  34. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  35. Inilah hari waktu mereka tidak dapat berbicara.
  36. Dan mereka tidak diidzinkan untuk meminta ‘udzur.
  37. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  38. Ini adalah hari (jatuhnya) keputusan. (Pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.
  39. Kalau kamu mempunyai tipu-daya, maka lakukanlah terhadap Kami.
  40. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  41. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di bawah naungan yang nyaman dan (dekat) mata air.
  42. Dan (dapat memetik) buah-buahan yang (mana saja) mereka ingini.
  43. (Kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan enak, ganjaran (amal shalih) yang telah kamu lakukan.”
  44. Demikianlah Kami memberikan ganjaran kepada orang-orang yang berbuat baik.
  45. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  46. (Hai orang-orang kafir): “Makanlah dan bersuka-rialah kamu untuk sementara. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.”
  47. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  48. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Rukū‘lah,” niscaya mereka tidak akan mau rukū‘.
  49. Bahaya besarlah (wail) bagi orang-orang yang mendustakan.
  50. Maka perkataan apakah lagi sesudah al-Qur’ān yang akan mereka percayai?

 

Ayat 1 s/d 50 menerangkan:

  1. Memperingatkan bahwa hari pembalasan itu pasti datang.
  2. Menyuruh manusia memikirkan keadaan dirinya dan alam semesta.
  3. Gunung-gunung besar artinya untuk menjadi pengaman bumi, sehingga tidak terjadi ledakan yang menghancurkan. Melalui lubang kepundan (kawah gunung berapi), gunung-gunung mengeluarkan uap panas dari perut bumi.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *