Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir Juz ‘Amma – al-Khayyath

TAFSIR JUZ ‘AMMA
Oleh: Syaikh ‘Abdullah al-Khayyath
(Imam Masjid-il-Haram)
Penerjemah: Herman Susilo, Lc.
Penerbit: GRIYA ILMU

TAFSIR SURAT AL-MĀ‘ŪN

Surah ke-107: 7 Ayat

Al-Mā‘ūn, Ayat 1-7:

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

أَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ. فَذلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ. وَ لَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ. فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاؤُوْنَ. وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

107:1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

107:2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,

107:3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang-orang miskin,

107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

107:5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

107:6. orang-orang yang berbuat ria.

107:7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

MAKNA AYAT SECARA GLOBAL:

Allah (سُبْحَانَهُ) memulai surat ini dengan pertanyaan tentang: (الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ.) “(orang) yang mendustakan agama”. Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifatnya seraya mengatakan: “Sesungguhnya ia menghardik anak yatim dengan hardikan yang kasar, ia mengusirnya jika meminta sesuatu, atau ia datang untuk meminta haknya, ia juga tidak suka untuk menganjurkan memberi makan untuk orang miskin, tidak pula ia memberi makan kepada mereka karena ia mendustakan adanya balasan terhadapnya.”

Pertanyaan di awal surat ditujukan kepada Rasulullah s.a.w., sedangkan umatnya pun sama seperti beliau dalam hal tersebut. Kemudian Allah menutup pensifatan yang hina tersebut dengan sifat-sifat lain untuk sekelompok manusia lainnya, di mana sifat-sifat tersebut juga hina.

Allah mengancam orang-orang yang memiliki sifat tersebut dengan adzab. Mereka adalah orang-orang munafik di mana sifat pertama mereka adalah lalai dari shalatnya. Kemudian Allah memperjelas hal itu bahwa mereka ingin dilihat oleh manusia, mereka shalat secara terang-terangan agar diyakini bahwa pada diri mereka terdapat iman dan kebaikan, namun mereka menginggalkan shalat saat tidak terlihat oleh orang lain karena mereka tidak mengimaninya. Mereka lalai dari melakukannya dengan meninggalkannya, dan mereka riya’ saat melakukannya secara penuh. Kemudian sifat mereka berikutnya bahwa mereka tidak berlaku baik kepada para hamba hingga dalam hal-hal kecil sekalipun yang dengannya dapat terjalin kerjasama, seperti meminjamkan tempat makan dan minum dan selainnya kepada orang yang membutuhkannya.

FAEDAH:

  1. Anjuran agar memberi makan anak-anak yatim dan orang-orang miskin, berkasih-sayang terhadap mereka dan motivasi dalam hal itu.
  2. Hendaklah memperhatikan masalah shalat dan menjaganya, ikhlas dalam mengerjakannya dan dalam mengerjakan seluruh amal lainnya.
  3. Motivasi agar melakukan kebaikan dan mendayagunakan harta yang ringan seperti meminjamkan tempat makan dan minum, kitab dan selainnya, karena Allah mencela orang yang bakhil.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *