Surah al-Ma’arij 70 – Tafsir Rahmat

Tafsir Rahmat Oleh: H. Oemar Bakry

Tafsir Rahmat
 
Oleh: H. Oemar Bakry

70. AL-MA‘ĀRIJ (TEMPAT-TEMPAT NAIK)

 

Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Jumlah ayatnya 44. Dinamakan al-Ma‘ārij karena disebutkan pada ayat 3 dari surat ini.

Di antara isinya:

  1. Orang-orang musyrik bertanya kepada Rasūlullāh tentang hari kiamat dan ‘adzab yang terjadi pada saat itu. Pertanyaan itu sebagai ejekan saja, tidak secara sungguh-sungguh.
  2. Rasūlullāh diperintah untuk bersabar menghadapi mereka dan terus menjalankan da‘wah.
  3. Jika terjadi kiamat maka hancur-leburlah ruang angkasa dan bumi. Tidak ada yang dapat menolong orang-orang kafir itu. Anak-anak, istri-istri dan keluarganya tidak berdaya membelanya.
  4. Watak manusia yang gelisah waktu ditimpa musibah dan loba manakala mendapat rahmat, dapat diperbaiki dengan:
  5. Menunaikan shalat dengan sempurna.
  6. Mempercayai adanya hari kiamat.
  7. Memberikan sedekah kepada fakir miskin.
  8. Menepati janji.
  9. Memelihara amanah.
  10. Memelihara kehormatan, tidak berbuat mesum.
  11. Selalu mengingati Allah.
  12. Memberikan kesaksian dengan benar.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ. لِّلْكَافِريْنَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ. مِّنَ اللهِ ذِي الْمَعَارِجِ. تَعْرُجُ الْمَلآئِكَةُ وَ الرُّوْحُ إِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ. فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا. إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيْدًا. وَ نَرَاهُ قَرِيْبًا. يَوْمَ تَكُوْنُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ. وَ تَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ. وَ لَا يَسْأَلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًا. يُبَصَّرُوْنَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيْهِ. وَ صَاحِبَتِهِ وَ أَخِيْهِ. وَ فَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُؤْوِيْهِ. وَ مَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ يُنْجِيْهِ. كَلَّا إِنَّهَا لَظَى. نَزَّاعَةً لِّلشَّوَى. تَدْعُوْا مَنْ أَدْبَرَ وَ تَوَلَّى. وَ جَمَعَ فَأَوْعَى. إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا. وَ إِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا. إِلَّا الْمُصَلِّيْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُوْنَ. وَ الَّذِيْنَ فِيْ أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌ. لِّلسَّائِلِ وَ الْمَحْرُوْمِ. وَ الَّذِيْنَ يُصَدِّقُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ. إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذلِكَ فَأُوْلئِكَ هُمُ الْعَادُوْنَ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُوْنَ. وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ. أُولئِكَ فِيْ جَنَّاتٍ مُّكْرَمُوْنَ. فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَ. عَنِ الْيَمِيْنِ وَ عَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ. أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍ. كَلَّا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ. فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَ الْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُوْنَ. عَلَى أَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَ مَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ. فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَ يَلْعَبُوْا حَتَّى يُلَاقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ. يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَى نُصُبٍ يُوْفِضُوْنَ. خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ.

AL-MA‘ĀRIJ (TEMPAT-TEMPAT NAIK)

Surat ke-70. Jumlah ayatnya 44

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. Ada orang yang meminta didatangkan ‘adzab yang akan menimpa.
  2. orang-orang kafir dan tidak seorang pun yang dapat menolaknya.
  3. (Yang datang) dari Allah. Yang mempunyai tempat-tempat naik.
  4. Para malaikat dan Jibrīl naik (menghadap) kepada Allah dalam satu hari yang kadarnya (kalau dijalani manusia) adalah waktunya lima puluh ribu tahun.
  5. Maka bersabarlah kamu sebaik-baiknya.
  6. Mereka memandang (kejadian itu) jauh sekali.
  7. Sedangkan Kami memandangnya dekat (mudah).
  8. Pada hari langit menjadi seperti hancuran tembaga.
  9. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan).
  10. Dan tidak ada seorang teman akrab pun yang menanyakan temannya.
  11. Mereka saling melihat (antara satu dengan yang lain). Orang yang berdosa pada hari itu ingin anak-anaknya menebus (dirinya) dari ‘adzab,
  12. istrinya dan saudaranya.
  13. kaum keluarganya yang melindunginya.
  14. dan orang-orang yang ada di atas bumi seluruhnya. Maka (semua itu) diharapkannya untuk menyelamatkannya.
  15. Tidak bisa. Sesungguhnya neraka itu api yang menyala.
  16. Yang mengelupaskan kulit kepala.
  17. Yang memanggil orang yang membelakang dan yang memalingkan mukanya.
  18. Dan orang yang mengumpulkan (harta) dan menyimpannya.
  19. Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh-kesah serta kikir (sifatnya).
  20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia gelisah.
  21. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia kikir sekali (tidak mau memberi).
  22. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.
  23. Yang tetap menunaikan shalat.
  24. Dan orang-orang yang pada hartanya ada bagian yang tertentu
  25. untuk orang miskin yang meminta dan orang yang tidak punya.
  26. Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan.
  27. Dan orang-orang yang takut akan ‘adzab Tuhannya.
  28. Sesungguhnya terhadap ‘adzab Tuhan tidak ada orang yang merasa aman.
  29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya (kehormatan)
  30. kecuali terhadap istrinya atau sahaya-sahaya yang mereka miliki. Maka mereka dalam hal ini tidak tercela.
  31. Barang siapa yang mencari selain dari itu, maka mereka adalah orang-orang yang melanggar batas.
  32. Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janji.
  33. Dan orang-orang yang memberikan kesaksianny dengan jujur.
  34. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya (dengan baik).

 

Ayat 1 s/d 34 menerangkan:

  1. Untuk mencapai ni‘mat-ni‘mat Allah yang tidak terkira, ada tingkat-tingkatnya. Manusia dapat mencapainya dengan keimanan dan kecerdasannya. Para malaikat mencapai tingkat yang tinggi karena kesuciannya.
  2. Watak manusia gelisah waktu dapat laknat dan loba ketika memperoleh ni‘mat.
  3. Watak yang buruk itu dapat diatasi dengan:
  4. Menunaikan shalat dengan sempurna;
  5. Mempercayai adanya hari kiamat;
  6. Memberi sedekah kepada fakir-miskin;
  7. Memelihara amanah dan menepati janji;
  8. Memelihara kehormatan, tidak berbuat mesum;
  9. Memberikan kesaksian yang benar, dan
  10. Selalu takut akan ‘adzab Allah.

 

  1. Mereka (kekal) dalam surga-surga lagi dihormati.
  2. Mengapa orang-orang kafir itu segera berdatangan kepadamu (untuk mengejek)?
  3. (Mereka datang) dari kanan dan dari kiri berkelompok-kelompok.
  4. Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh ni‘mat?
  5. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.
  6. Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat bahwa sesungguhnya Kami Maha Kuasa.
  7. untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.
  8. Maka biarkanlah mereka terbenam (pada kedurhakaannya) dan berlalai-lalai hingga mereka menemui hari yang dijanjikan (untuk dihisab).
  9. (yaitu) hari mereka keluar dari kubur dengan segera bagaikan berlari menuju kepada tujuannya.
  10. Pandangan mereka tunduk menekur, ditimpa kehinaan. Itulah hari yang telah dijanjikan kepada mereka.

 

Ayat 35 s/d 44 menerangkan:

  1. Orang-orang musyrik selalu merintangi Rasūlullāh dan mengejeknya dengan berbagai cara. Ada juga mereka datang berkerumun dan mengejeknya.
  2. Rasūlullāh diperintah untuk tidak mengindahkan mereka. Mereka kelak akan tahu bagaimana akibat kedurhakaannya. Rasūlullāh jalan terus menyampaikan da‘wah wahyu Allah yang diturunkan kepadanya.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *