Surah al-Kautsar 108 ~ Tafsir Juz ‘Amma – al-Khayyath

TAFSIR JUZ ‘AMMA
Oleh: Syaikh ‘Abdullah al-Khayyath
(Imam Masjid-il-Haram)
Penerjemah: Herman Susilo, Lc.
Penerbit: GRIYA ILMU

TAFSIR SURAT AL-KAUTSAR

Surah ke-108: 3 Ayat

Al-Kautsar, Ayat 1-3:

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَ انْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ.

108:1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

108:2. Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkurbanlah.

108:3. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.

ASBABUN NUZUL:

Bahwa al-‘Ash bin Wa’il berkata kepada kaum Quraisy: “Tinggalkanlah Muhammad karena dia telah terputus (telah tiada), tidak ada keturunan baginya. Apabila dia telah meninggal, maka terputuslah penyebutannya.”

Maka Allah menurunkan surat ini sebagai pendustaan terhadapnya.

MAKNA AYAT SECARA GLOBAL:

Allah (سُبْحَانَهُ) memulai surat ini dengan memberitahukan bahwa Dia telah memberikan karunia kepada hamba dan Rasul-Nya, Muhammad s.a.w. berupa pemberian kebaikan yang melimpah. Allah benar-benar telah mengaruniakan kepada Rasul-Nya kebaikan yang banyak di dunia dan di akhirat, seperti halnya Allah telah mengaruniakan kepada beliau al-Kautsar (sebuah telaga di Surga). Allah memerintahkan agar beribadah kepada-Nya semata, bukan kepada yang lainnya, dan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya. Maka shalat, baik yang fardhu maupun yang sunnah, semuanya Allah perintahkan agar dikerjakan dengan ikhlash karena Allah, penyembelihan kurban pun Allah perintahkan agar dilakukan secara ikhlash untuk Allah, bertolak belakang dengan apa yang dilakukan orang-orang musyrik, seperti penyembelihan yang diperuntukkan bagi berhala dan lain sebagainya. Kemudian Allah (سُبْحَانَهُ) memberitakan bahwa siapa saja dari umat beliau yang tidak meniti jalannya dalam hal mengesakan Allah dan mengikhlashkan agama untuk Allah maka itulah (الْأَبْتَرُ), “Yang (hina lagi) terputus (penyebutannya).”

FAEDAH:

  1. Karunia Allah kepada hamba dan Rasul-Nya Muhamamd s.a.w. berupa diberikannya kebaikan yang banyak di dunia dan di akhirat, termasuk di dalamnya sungai yang dinamakan dengan “al-Kautsar”.
  2. Perintah kepada Rasul s.a.w. agar memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allah ta‘ala, di antaranya shalat dan berkurban.
  3. Wajibnya mencintai Rasul s.a.w. tanpa melampaui batas yang disyari‘atkan.
  4. Celaan terhadap orang yang membenci Rasul s.a.w. dan mengurangi haknya.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *