Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir Ibni ‘Abbas

Tafsir Ibnu Abbas | Pustaka Azzam

Dari Buku:
Tafsir Ibnu ‘Abbas
(Kumpulan Tafsir bil-ma’tsur dari Riwayat Ibnu ‘Abbas)
Judul Asli: Al-Musamma Shahifah ‘Ali ibn Abi Thalhah ‘an Ibni ‘Abbas fi Tafsir al-Qur’an al-Karim
Oleh: ‘Ali bin Abu Thalhah

Penerjemah: Muhyiddin Mas Rida, Muhammad Rana Manggal, Khalid al-Sharih
Penerbit: PUSTAKA AZZAM

Tafsir Surah al-Jinn

 

[1325]. Firman Allah ta‘ālā: (وَ أَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَ لَا وَلَدًا.) “Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan Kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.” (28381).

Dia berkata: “Lafazh (وَ أَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا) maksudnya adalah perbuatan-Nya, perkara-Nya, dan kekuasaan-Nya.” (28392).

 

[1326]. Firman Allah ta‘ālā: (وَ أَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَ لَا رَهَقًا.) “Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (al-Qur’ān), kami beriman kepadanya. Barang siapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.” (28403).

Ibnu ‘Abbās berkata: “Ia tidak takut dengan pengurangan dari kebaikan dan pahalanya, serta penambahan pada dosanya.” (28414).

 

[1327]. Firman Allah ta‘ālā: (وَ أَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًا.) “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muḥammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jinn-jinn itu desak mendesak mengerumuninya.” (28425).

Dia berkata: “Lafazh (لِبَدًا) maknanya adalah a‘wānā (para penolongnya).” (28436).

 

[1328]. Firman Allah ta‘ālā: (عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَّسُوْلٍ) “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasūl yang diridhai-Nya” (28447).

Dia berkata: “Allah s.w.t. memberitahukan kepada para rasūl-Nya sebagian hal ghaib tentang wahyu. Dia juga memperlihatkan apa yang Dia wahyukan dari keghaiban tersebut, apa yang telah menjadi ketetapan Allah, maka hal tersebut tidak akan diketahui oleh yang selain-Nya.” (28458).

 

Catatan:


  1. 2838). Qs. al-Jinn [72]: 3. 
  2. 2839). Ath-Thabrānī meriwayatkannya dalam Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āyil-Qur’ān (jld. 29, h. 65) dengan sanad-nya, ia berkata: ‘Alī menceritakan kepadaku, ia berkata: Abū Shāliḥ menceritakan kepada kami, ia berkata: Mu‘āwiyah menceritakan kepadaku dari ‘Alī bin Abī Thalḥah, dari Ibnu ‘Abbās. Kemudian disebutkan atsar tersebut. Ibnu Katsīr menyebutkannya dalam Tafsīr-ul-Qur’ān-il-‘Azhīm (jld. 8, h. 265). As-Suyūthī menyebutkannya dalam al-Itqānu fī ‘Ulūm-il-Qur’ān (jld. 2, h. 50) dan ad-Durr-ul-Mantsūri fit-Tafsīri bil-Ma’tsūr (jld. 6, h. 271). Ia tidak mencantumkan lafazh: (فعله). Ia menisbatkannya kepada Ibn-ul-Mundzir dan Ibnu Abī Ḥātim, dari Ibnu ‘Abbās.’’ 
  3. 2840). Qs. al-Jinn [72]: 13. 
  4. 2841). Ath-Thabrānī meriwayatkannya dalam Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āyil-Qur’ān (jld. 29, h. 65) dengan sanad yang telah disebutkan pada atsar sebelumnya. As-Suyūthī menyebutkannya dalam al-Itqānu fī ‘Ulūm-il-Qur’ān (jld. 2, h. 50) dengan lafazhnya. As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūri fit-Tafsīri bil-Ma’tsūr (jld. 6, h. 274) dengan lafazh: (فَلَا يَخَافُ نَقْصًا مِنْ حَسَنَاتِهِ (وَ لَا رَهْقًا) وَ لَا أَنْ يَحْمِلَ عَلَيْهِ ذَنْبُ غَيْرِهِ). 
  5. 2842). Qs. al-Jinn [72]: 19. 
  6. 2843). Ath-Thabrānī meriwayatkannya dalam Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āyil-Qur’ān (jld. 29, h. 75) dengan sanad yang telah disebutkan pada atsar no. 1325. Al-Bukhārī menyebutkannya dalam al-Jāmi‘-ush-Shaḥīḥi (kitab Tafsīr) bi Ḥāsyiyat-us-Sanadī (jld. 3, h. 208). Ibn Ḥajar al-Asqalānī menyebutkannya dalam Fatḥ-ul-Bārī bi Syarḥi Shaḥīḥ-il-Bukhārī (jld. 8, h. 538). Ibnu Abī Ḥātim me-maushūl-kannya melalui ‘Alī bin Abī Thalḥah, dari Ibnu ‘Abbās. As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūri fit-Tafsīri bil-Ma’tsūr (jld. 6, h. 275). Ia menisbatkannya kepada Ibn-ul-Mundzir dan Ibnu Abī Ḥātim dari Ibnu ‘Abbās. 
  7. 2844). Qs. al-Jinn [72]: 26 dan 27. 
  8. 2845). Ath-Thabrānī meriwayatkannya dalam Jāmi‘-ul-Bayāni ‘an Ta’wīli Āyil-Qur’ān (jld. 29, h. 76) dengan sanad yang disebutkan pada atsar no. 1325. As-Suyūthī dalam ad-Durr-ul-Mantsūri fit-Tafsīri bil-Ma’tsūr (jld. 6, h. 275). Ia menisbatkannya kepada Ibn-ul-Mundzir dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu ‘Abbās. 
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *