Surah al-Humazah 104 ~ Tafsir Juz ‘Amma – al-Khayyath

TAFSIR JUZ ‘AMMA
Oleh: Syaikh ‘Abdullah al-Khayyath
(Imam Masjid-il-Haram)
Penerjemah: Herman Susilo, Lc.
Penerbit: GRIYA ILMU

TAFSIR SURAT AL-HUMAZAH

Surah ke-104: 9 Ayat

Al-Humazah, Ayat 1-9:

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ. الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَ عَدَّدَهُ. يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ. كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ. وَ مَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ. نَارُ اللهِ الْمُوْقَدَةُ. الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ. إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ. فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

104:1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
104:2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,
104:3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat membuatnya kekal,
104:4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Ḥuthamah.
104:5. Dan tahukah kamu apa Ḥuthamah itu?
104:6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
104:7. yang (membakar) sampai ke hati.
104:8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
104:9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

ASBABUN NUZUL:

Surat ini turun berkenaan dengan al-Walid bin al-Mughirah. Dikabarkan bahwa dia adalah pembesar kaum Quraisy, mereka memfitnah, mengumpat dan memusuhi Nabi s.a.w. Dan surat ini berlaku umum bagi siapa saja yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk tersebut.

MAKNA AYAT SECARA GLOBAL:

Kecelakaan hebatlah yang tidak diketahui sifatnya dan tidak pula hakikatnya bagi setiap pengumpat lagi pencela, bagi setiap orang yang mencemarkan kehormatan orang lain, merusak kehormatan mereka, meremehkan apa yang mereka lakukan, berlaku tidak baik terhadap mereka seraya menikmati perbuatan buruk tersebut. Sebenarnya hal yang mendorongnya melakukan hal tersebut adalah sifat ujub dalam dirinya dan tumpukan harta yang ia peroleh. Ia menghitung-hitung harta tersebut berulang kali di mana ia melakukannya untuk bernikmat-nikmat. Ia mengira bahwa hartanya dapat membuatnya kekal hidup di dunia. Kemudian Allah membantah persangkaan dusta dan keyakinan bathil ini dengan firman-Nya: (كَلَّا) “Sekali-kali tidak,” yakni tidaklah tumpukan harta akan membuat kekal hidup di dunia. Justru ia akan meninggal dan akan dilemparkan ke dalam neraka jahannam sebagai balasan atas apa yang mereka perbuat. Neraka jahannam dinamakan dengan “al-Huthamah” karena ia menghancurkan sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya dan menelannya. Allah menafsirkan al-Huthamah dan kengerian kondisinya dengan menggunakan pertanyaan seraya berfirman: (وَ مَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ. نَارُ اللهِ الْمُوْقَدَةُ.) “Dan tahukah kamu apa Ḥuthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan”, maka Huthamah itu adalah api (yang disediakan) dan dinyalakan oleh Allah. Lalu Allah (سُبْحَانَهُ) mensifatinya dengan beberapa sifat yang bisa dirasakan bedanya dengan api dunia dan kedahsyatan siksanya. Allah pertama kali mensifatinya bahwa kepedihan yang dirasakan sampai ke hati. Allah menyebutkan yang kedua bahwa ia tertutup atas orang yang disiksa di dalamnya di mana orang yang diadzab tersebut tidak bisa melepaskan diri dari siksanya atau tidak bisa keluar darinya. Allah juga menyebutkan bahwa di samping penutupan secara rapat neraka itu kepada mereka, mereka juga diikat pada tiang-tiang panjang yang terbuat dari besi neraka sebagai tambahan atas dahsyatnya siksaan yang menimpa mereka hingga kepedihan dan panasnya kembali kepada mereka. Kita berlindung kepada Allah, memohon ampunan dan ‘afiyah kepada-Nya.

FAEDAH:

    1. Ancaman bagi orang yang menyakiti orang-orang yang beriman, baik yang dilakukan dengan perkataan maupun perbuatan.
    2. Neraka merupakan tempat kesudahan bagi orang yang terlenakan oleh harta-hartanya dari ketaatan kepada Allah.
    3. Besarnya perkara neraka dan dahsyatnya siksanya sebagai bentuk peringatan agar kita tidak terjerumus ke dalam sebab-sebab di mana seseorang akan masuk ke dalamnya.
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *